Cari Blog Ini

Sabtu, 08 Agustus 2026

Biking to Honai, Cengklik

 

Tanpa rencana ribet, di hari Minggu 02 Agustus 2026 aku dan Ranz bersepeda ke Waduk Cengklik , kali ini tujuan kami adalah Honai, yang terletak di sebelah Barat Laut waduk. So, jika biasanya jarak yang kami tempuh dari rumah Ranz ke waduk hanya 13 km, kali ini untuk mencapai Honai, kami masih harus mengayuh pedal sepeda yang kami naiki 4 kilometer lagi.

Aku naik Astro -- sudah cukup lama Austin tidak aku ajak bepergian ke luar kota -- sedangkan Ranz naik Petir yang mungil dan single gear. Meski sudah cukup lama kami tidak bersepeda (lumayan) jauh, Ranz tetap perkasa di tanjakan meski 'hanya' naik Petir yang single gear. oh ya, jika dari Laweyan menuju Cengklik, kami hanya perlu nanjak di flyover, namun ada 2 tanjakan yang lumayan menantang jika kami perlu melanjutkan perjalanan menuju Honai.

What's so special from Honai? my personal opinion? there is nothing special, kecuali yaaah ... namanya juga destinasi yang baru kami tahu, tentu kami penasaran untuk mengetahuinya. 

di Honai ada sederet warung-warung yang berjualan berbagai minuman, gorengan, mie instant goreng/rebus, sampai pecel. Bagi mereka yang ingin mencoba keliling danau, ada 2 perahu yang muat dinaiki mungkin sekitar 30 orang, di mana tiap orang hanya perlu membayar sepuluh ribu rupiah. (Bandingkan dengan 'boat party' di Cafe Minoa yang terletak di waduk Cengklik sebelah Timur, penumpang dikenai biaya duapuluh ribu rupiah.) Selain perahu ini, ada 'speed boat' yang biasa ada di beberapa destinasi wisata waduk dengan harga seratus ribu rupiah untuk maksimal 4 orang. 

Trek terakhir menuju Honai itu turunan yang cukup tajam, yang membuat mereka yang akan meninggalkan Honai harus melewati tanjakan. Nah, saat kami sampai destinasi, kami membeli tiket masuk (satu orang Rp. 2000,00), si penjual tiket memberi info bahwa ada trek yang bisa kami lewati yang akan membawa kami sampai di jembatan kayu. what a very nice info! 

Saat kami foto-foto dengan waduk sebagai background, ada petugas yang membantuku menggendong Astro untuk turun. Petugas ini pun memberitahu kami bahwa saat akan meninggalkan lokasi, kami tidak perlu melewati rute yang kami lewati saat datang, namun bisa lewat trek lain yang terhubung dengan jembatan kayu. YESSS!!!

Beberapa bulan lalu, aku dan Ranz sempat dolan ke jembatan kayu ini, kami naik taksi online, bertiga dengan Deven, tidak naik sepeda. Saat mendekati jembatan kayu dari arah Selatan, kami melihat tulisan "sepeda dilarang masuk". Karena ini lah, kami mengambil inisiatif bahwa saat melewati jembatan kayu, kami tidak akan menaiki sepeda kami, namun cukup berjalan sambil menuntun sepeda. 

Setelah melewati jembatan kayu, di ujung (Selatan) ada satu angkringan. Kami berencana untuk mampir dan jajan. Namun, kami tidak jadi karena si pedagang langsung ngomel-ngomel melihat kami datang dengan menuntun sepeda. Well, jika kami lewat trek sebelah sini saat berangkat menuju Honai, tentunya si pedagang melihat kami datang kan ya? Tentu dia sudah melarang kami lewat situ. Dengan santai aku menjelaskan bahwa kami dari Honai, oleh petugas Honai, kami ditunjukkan trek penghubung Honai dengan jembatan kayu ini, itu sebab kami lewat situ.

Ya wis lah. yang penting, aku dan Ranz sudah melewati jembatan kayu ini dengan menuntun sepeda. 😁 

Setelah balik ke rumah Ranz, jarak yang kami tempuh hari ini: 34 kilometer.

PT56 13.46 08 August 2026 

otw ke arah Barat waduk Cengklik

 

terima kasih bapak petugas yang memotretkan kami
menggeser eceng gondok
hanya acting loh ini 😁