Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label challenges. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label challenges. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2020

Healthy Life Challenge

 

Seperti yang pernah kutulis di link ini, akhir tahun 2019 aku dengan sepenuh excitement mengikuti challenges yang ada di strava, salah satunya adalah challenge untuk bersepeda sejauh 1250 km per bulan. Bulan Desember 2019 itu, aku ternyata tetap gagal untuk bersepeda sampai 1250 km. hihihi … Ternyata, begitu masuk tahun 2020, excitement-ku menghilang begitu saja. Aku tak lagi merasa tertantang untuk ngecek 'club leaderboard' di beberapa grup yang kuikuti.


 

Apalagi setelah pandemi, aku sempat ga berani bersepeda. Sebagai ganti sepedaan, aku berjalan kaki di pagi hari, di sekitaran rumah, sekitar 4 - 5 kilometer setiap pagi. Ini berlaku dari pertengahan bulan Maret 2020 sampai Mei 2020. Awal Juni, saat mulai diberlakukan 'new normal', aku mulai bersepeda lagi, masih tetap ga berani lama-lama, paling sekitar 20 kilometer saja, ini pun maksimal.


Snow White otw ke Demak

 


Tapi menjelang akhir Juni, aku mulai berani agak jauh, Semarang - Demak pp, sekitar 60 kilometer. Kemudian dilanjut Semarang - Kudus pp, sekitar 100 kilometer. Tetap sendiri, dan terus berusaha menghindari kerumunan. Ini tentu saja didasari pada rasa sakaw yang melandaku: sakaw ngepit antar kota.


Austin di trotoar yang lebar di Jl. Slamet Riyadi Solo

 


Dan, mendadak seorang kawan di grup alumni -- Kagama -- di bulan September menawarkan 'challenge' berupa berolahraga setiap hari minimal 30 menit, selama 4 bulan, dimulai dari tanggal 1 Oktober 2020 sampai 31 Januari 2021. WAW! Kesempatan aku menantang diri sendiri! FYI, seingatku, sejak awal tahun 2020 sampai sekarang, belum pernah sekalipun aku 'absen' tidak sempat menyalakan strava. Bahkan jika ketika seharian aku ga dapat mood untuk olahraga, dan habis maghrib hujan, aku tetap memaksa diri keluar untuk berjalan kaki, sejauh 2 - 3 kilometer dengan membawa payung. :D pokoknya sehari aku harus menyalakan strava meski hanya sekitar 20 - 30 menit.


 

Aku memang strava addict, apa boleh buat? Lol. Seperti yang pernah kutulis di blog, bulan Januari lalu waktu gadgetku hilang ketika bersepeda ke Ungaran, sehingga catatan bersepeda dari rumah sampai Ungaran hilang, aku minta Ranz yang bersepeda bersamaku, untuk download strava di playstore di gadgetnya, dan menyalakan strava dengan akunku, agar tercatat jarak bersepeda balik dari Ungaran ke rumah. Hohoho … aku tetap terobsesi by the end of the year 2020, saat menerima raport dari strava, aku akan melihat di raportku bahwa selama setahun ini, aku tidak pernah bolos sama sekali. :D


 

PT56 13.51 09/10/2020

 

Sabtu, 14 Desember 2019

S t r a v a

Strava bukan aplikasi pertama yang kudonlod untuk kupakai merekam kegiatan bersepeda/berjalan. kalau tidak salah aku mulai menggunakan aplikasi sportstracker tahun 2012, satu tahun setelah aku menggunakan hape android tahun 2011. Aku 'ketularan' Ranz menggunakan aplikasi ini. 😜 ketika beberapa teman mulai menggunakan aplikasi endomondo, aku ikutan nyoba. tapi, ternyata aku ga begitu cocok, aku pun kembali menggunakan sportstracker.

Ganti hape tahun 2014, kemudian ganti lagi awal tahun 2017, aku tetap mengunduh sportstracker untuk mengetahui seberapa jauh jarak aku bersepeda.

Desember 2017 ketika aku dan Ranz berada di Sidoarjo untuk memulai perjalanan bikepacking ke Gunung Bromo, dia mengunduh strava di gadget yang kupakai. Ternyata dia tertarik untuk mengaplikasikan app relive yang waktu itu bisa diakses via strava. Aku pun mulai menggunakan strava saat meninggalkan Sidoarjo menuju Probolinggo, kemudian lanjut ke Cemara Lawang keesokan hari.

Sejak saat itu, aku meninggalkan sportstracker. hihihi ... terutama ketika di akhir tahun 2017 aku tahu ada catatan tahunan yang bisa kita dapatkan dari strava: berapa hari dalam satu tahun kita berolahraga (sambil menyalakan strava tentu). Wah, asyik nih. Kita bisa tahu berapa hari dalam satu tahun kita sama sekali tidak melakukan olahraga. Juga berapa ratus/ribu kilometer yang telah kita tempuh dalam satu tahun itu.

Agustus 2018 aku ikut klub '13 tahun b2w' karena ada lomba bagi mereka yang rajin bike to work dan menyalakan strava. peserta wajib bergabung dengan klub ini di strava.

Aku lupa mulai kapan gabung klub 'Kagama Kita Gowes Bersama'. Aku ikut klub, tapi ga pernah ngecek ada apa saja di dua klub yang kuikuti itu. hihihi ... Sampai akhirnya beberapa bulan lalu (di tahun 2019) ada screenshot urutan 'leaderboard' di grup Kagama Virtual Cycling. Aku heran karena namaku tercantum di daftar 10 besar, padahal aku merasa bersepedaku seadanya saja, hanya bike to work dan bike to home. Kadang-kadang saja bersepeda di weekend, terutama ketika ada event, misal menghadiri ultah satu komunitas sepeda lipat.

Ternyata hal ini membuatku kian tertarik pada strava, dan mulai mencoba mengenali lebih jauh. Jika di sportstracker dulu aku sangat 'soliter' tidak memiliki network ('teman' baik yang aku follow maupun follow aku), di strava aku mulai lebih ramah. hihihi .. Aku follow beberapa orang, dan beberapa orang follow aku. Aku kadang online di strava untuk melihat-lihat aktifitas orang lain di hari itu, Kadang menulis komen, setelah tahu bahwa kita pun bisa menulis komen disana. hihihi ...

Selain ikut dua klub itu, aku cari-cari klub lain yang mungkin cocok kuikuti. Setelah nemu 'WCC Nusantara' aku bergabung. Kupikir aku cocok di klub ini, kan semua anggotanya perempuan, meski well, kubayangkan orang2 WCC pasti orang2 yang suka ngebut karena kebanyakan naik RB atau minimal MTB lah, sedangkan aku lebih sering naik Austin (yang seli) atau Larung (yang balap jadul tapi dengan grupset ala kadarnya lol).

Gegara memperhatikan akun orang-orang disana, aku mulai lihat ternyata ada challenges yang menarik disana, mulai dari gowes 10000 kilometer satu tahun, gowes 1250 kilometer sebulan, 100 kilometer satu hari, dll. Waaah ... asyik niiih. Dan ... gegara mulai ngikut challenge itu, aku semakin terpacu untuk gowes lebih sering dan lama, ga hanya saat bike to work maupun bike to home.

Aku mulai ikut challenge gowes 1250 kilometer bulan Oktober 2019. Bulan itu aku bersepeda 'hanya' sejauh 1000 kilometer. Bulan November 2019, malah 'hanya' 950 kilometer sebulan. Entah deh bulan Desember ini. By the end of the year, kira-kira bakal tercapai ga ya jarak gowes 1250 kilometer sebulan? Hmmm ... Wish me luck yaaa. (masih sering mager soalnya! hihihi ...)