Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Orenj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orenj. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

Aku dan Sepedaku

Aku bukan pehobi sepeda, sebenarnya. :)

Bermula dari secara tak sengaja bergabung dengan sekelompok orang yang hobinya bersepeda, dan bersama mereka mendeklarasikan berdirinya komunitas B2W Semarang pada tanggal 26 Juni 2008, aku pun mulai bersepeda. Bukan karena hobi, melainkan hanya merupakan wujud 'tanggung jawab' ikut serta melahirkan (lebay yo ben ya? :D) komunitas pemerhati lingkungan ini. (Coba baca tulisanku di link ini, kutulis hampir 8 tahun yang lalu)

Beberapa waktu lalu seorang siswa menggodaku bahwa toko sepeda adalah surga bagiku. Aku semula ga paham, mengapa bisa begitu ya? Bagiku toko sepeda biasa-biasa saja, aku sendiri super jarang ke toko sepeda. :) Yang benar surga bagiku adalah toko buku pastinya, I can choose any book I wanna read there, jika bisa nongkrong dan membaca gratis disana. :) Apalagi jika disuguhi secangkir dua cangkir kopi dan sepiring camilan. Mimpi banget. LOL. Apalagi jika ada Abangku menemani dan bilang, "Kamu boleh milih buku yang mana aja Na, dan bawa aja ke kasir. Gue yang bayarin." LOL.


Setelah 'mendeklarasikan' komunitas B2W Semarang, sepeda yang pertama kunaiki untuk bersepeda ke tempat kerja adalah sepeda merk WINNER, sepeda gunung seangkatan dengan sepeda federal yang booming di awal dekade sembilanpuluhan. Itu sepeda pemberian kakakku di tahun 1992. Kemudian Orenj, sepeda gunung, a loving suprise dari teman-teman B2W Semarang angkatan pertama diberikan padaku di akhir bulan November 2008. Waktu itu aku memang sedang kepingin beli sepeda baru, karena sepeda Winner yang ada kurang memadai jika dipakai ngikut cross country teman-teman. Pucuk dicinta ulam tiba, aku diberi sepeda merk wimcycle roadchamp itu. :)

penampilan Orenj, waktu masih gres, tahun 2008 :)

Setelah itu, sudah. Ga kepikiran beli sepeda lain lagi. Orenj adalah anugerah bagiku. Aku bisa bike to work dengan nyaman, juga bisa ikutan ngoffroad, gobar, dll.

Pertengahan tahun 2011, aku mulai 'bereksperimen': mbolang ke luar kota naik sepeda lipat, so pulangnya bisa tinggal kita lipat dan loading naik bus, untuk menghemat waktu. Dan ... ternyata aku merasa tak sanggup untuk menghentikan panggilan jiwa ini. :p lebay lagi ... xixixixi ... Itu sebab di bulan September 2011 aku membeli Austin, sepeda lipat downtube nova. Waktu itu, kebetulan bujetku ya seharga downtube nova, dengan kualitas yang tidak jelek-jelek amat. :) Austin lah sepeda yang pertama kali kubeli, dengan uangku sendiri. (Eh, kakakku nambahin 500 ribu rupiah. Dia ternyata mendukung aku mbolang antar kota antar propinsi dan antar pulau naik sepeda. :) )

Austin

Lengkap sudah sepeda yang kumiliki, satu buah sepeda gunung untuk beraktifitas sehari-hari, dan satu sepeda lipat untuk mbolang.

Aku 'tergerak' untuk upgrade Austin agar lebih supportive di tanjakan di awal tahun 2014, setelah dikompori seorang teman. Sepeda lipat downtube nova memang telah dirancang sedemikian rupa sehingga telah siap untuk diupgrade. :) aku 'termakan' komporannya karena waktu ngikut J150K, aku sempat keteteran, setelah kuganti ban Austin yang asli. :(

Setelah itu?

Tak peduli orang ngomporin beli ini itu, upgrade sepeda itu ini, Orenj dan Austin ya tetaplah sama. Sempat sih kepikiran upgrade Orenj, tapi ya berhenti di batas 'kepikiran'. hohohoho ... karena aku bukan orang yang mudah diprovokasi. Mau dibakar beli sepeda yang begini begitu, aku tetap cuek saja. Eh, pernah juga sih kepikiran untuk beli sepeda gunung dengan kualitas yang lebih ketimbang yang dimiliki Orenj, tapi ya gitu deh, berhenti di batas 'kepikiran'. LOL. Keinginan ini mendadak tertutup rapi di balik lapisan-lapisan keinginan yang lain semenjak Ranz meminjamiku Cleopatra, sejak tahun 2014. Semenjak Ranz menaiki Cleopatra ke Semarang untuk kunaiki di event seleksi calon Srikandi tahun 2014. Ternyata setelah itu sampai tahun ini, Cleopatra masih ngendon di Semarang, belum balik ke Solo. :) In fact, Cleopatra jauh lebih sering digunakan jika berada di Semarang, ketimbang di Solo, mengingat Ranz terlalu sayang jika sering digunakan, Cleopatra bakal mengalami degradasi. LOL.

Cleopatra

Btw, busway, Ranz malah jauh lebih gila sepeda, meski dia bilang sepedaan bukanlah hobinya. Berapa buah sepeda yang ada di rumahnya? Jean Grey, sepeda mini, adalah sepeda yang dia pakai sehari-hari untuk beraktifitas. Pockie dan Shaun, dua sepeda lipat yang dia naiki gantian ketika kita mbolang. Pockie jika kita mbolang jauh, Shaun, jika kita mbolang hanya di kitaran Jawa Tengah + DIY. Selain tiga sepeda itu, dia masih punya sepeda fixie yang dia namai Karen. Kemudian juga ada sepeda federal yang aku lupa namanya. LOL. Satu bmx yang biasa dia naiki, Haro, berada di Semarang.  2 sepeda lain sudah berpindah tangan. :) udah gitu, kadang dia masih sok merengek ke aku pingin beli sepeda minivelo, dan sepeda-sepeda jenis lain lagi. yang aku sering ga paham, buat apa? :D


Well, berapa sepeda yang kau miliki kawans? :)

LG 14.08 07/03/2016

Kamis, 14 November 2013

ORENJ, MY (FIRST) LOVELY MOUNTAIN BIKE

ORENJ, MY (FIRST) LOVELY MOUNTAIN BIKE

Orenj, foto dijepret tanggal 23 November 2008, menjelang gowes ke Maron

22 November lima tahun yang lalu beberapa teman terkasih yang tergabung dalam Komunitas B2W Semarang memberiku loving surprise: sebuah sepeda gunung berwarna oranye, out of the blue! (Yah, namanya juga surprise ya? Heheheheh) Sesuai dengan warnanya, maka sepeda ini kuberi nama ‘Orange’ yang berarti oranye dalam English. (Dalam perjalanan selanjutnya namanya kuganti ‘Orenj’ seperti cara membaca ‘Orange’ karena kadang orang salah membaca ‘Orange’ dikira adalah bahasa campuran Bahasa Indonesia dan Boso Jowo. J

on the way XC Banyumeneng pertama 2009

Debut gowes Orenj dimulai dari tanggal 23 November 2008, memenuhi ajakan teman-teman untuk gowes ke Pantai Maron. (Btw, sebelum ‘mendapatkan’ Orenj, untuk b2w maupun sepedaan di hari Minggu aku naik sepeda gunung merk Winner, ‘lungsuran’ kakakku yang dia beli di awal tahun 1990-an, saat pertama kali sepeda federal booming.) Gowes luar kota pertama Orenj adalah ke Jogja bersama 13 teman lain (Boil + istri, Erwin + istri, Jekpit alias Zacky, Ipoet, Maia, Eka, Mastung, Yudi, Yoni, Rashid, dan Lila adikku.) Kita TIDAK gowes Semarang – Jogja sih, tapi sepeda diloading dulu sampai Jogja pada hari Sabtu 29 November. Malam itu kita NR ditemani teman-teman B2W Jogja. Paginya kita berempatbelas gowes ke Tamansari + Malioboro. Pulang ke Semarang loading lagi. J

pertama kali mejeng di tulisan UNIVERSITAS GADJAH MADA bersama sepeda (Orenj) :)

Debut Orenj untuk bermain lumpur adalah ke Pantai Maron Desember 2008. Sedangkan debut Orenj untuk ber-XC ria adalah ke Banyumeneng bulan Januari 200. Pertama kali aku belajar menggunakan shifter untuk memindah gear untuk menapaki tanjakan. (There will always be the first time in everything, won’t there? J) Di XC ini, Orenj tidak hanya kuajak main lumpur namun juga nyebrang sungai yang airnya mengalir cukup deras dikarenakan sedang musim hujan.

XC di Banyumeneng 2011

Debut Orenj menapaki tanjakan onroad bulan Januari 2009 juga, yakni tanjakan Siranda dan Gombel. Aku masih butuh didorong teman. Selepas tanjakan Siranda, aku perlu istirahat sekitar 15 menit di Taman di ujung atas Siranda (padahal didorong! Heheheheh ...) Mungkin untuk melewati tanjakan Gombel aja aku butuh 1 jam! Ahhh ... thanks to those joining this ‘uphill biking’ yang sangat sabar menungguku. You were all awesome! J

otw gowes ke Kudus 15 April 2011
otw gowes ke Pantai Bandengan 29 Mei 2013
otw gowes ke Pantai Cahaya Weleri Maret 2012

Orenj kuajak keluar kota lagi waktu B2W Semarang ngadain GCtK alias gowes ceria to Kudus yang diikuti oleh lebih dari 50 orang tanggal 15 April 2011. Rekor yang hingga sekarang belum tertandingi. J Berikutnya gowes piknik ke Pantai Bandengan di Jepara tanggal 29 Mei 2011. Peserta sekitar 26 orang.
Waktu gowes ke Pantai Cahaya Weleri bulan Mei 2012 aku juga mengajak Orenj, meski waktu itu aku sudah punya Austin, sepeda lipat 20” downtube nova untuk menemani Tami yang juga naik mtb.

in action ber-b2w
mejeng di gedung (baru) sekolah saat kupakai b2w

Hari Minggu 3 November 2013 kemarin velg Orenj kuganti karena memang sudah saatnya diganti. Pedal Orenj kuganti sekitar awal tahun 2013. Selain itu, spare parts Orenj yang lain masih asli.

Aku pernah begitu mencintai berenang, sebelum mulai bergabung Komunitas B2W Semarang. Sekarang aku jauh lebih sering bersepeda ketimbang berenang. Tanpa Orenj, well, mungkin aku ga akan pernah berbagi kisah bersepeda merambah kota-kota lain, meski ketika bikepacking, yang kuajak menemani adalah sepeda lipatku – baik Snow White maupun Austin – dengan alasan kepraktisan ketika akan kembali ke Semarang, karena seli jelas mudah dilipat untuk dimasukkan ke bagasi bus, demi menghemat waktu. J


PT56 06.22 05 November 2013