Rabu, 01 Februari 2012

Bikepacking Trip to Karimun Jawa (5)

Bikepacking Trip to Karimun Jawa (5)
Day 5, 6 Juli 2011

Hari yang sangat dinanti-nantikan oleh Ranz! Dan juga aku! BIKING TIME. YAY! Acara boat ride sudah selesai. Seharusnya hari ini menurut agenda agen, kita kembali ke Jepara, namun karena tidak ada kapal menyeberang pagi ini, Ranz and I would be much happier to stay to explore Karimun Jawa by bike! YAY!
di depan RM Bu Ester yang kondang itu :)
Ada ‘pesan sponsor’ dari teman untuk bersepeda menuju satu tempat yang disebut Pulau Kemojan. Setelah bertanya pada beberapa orang, aku dan Ranz memutuskan untuk ke arah itu.
Ke Kemojan tujuan kita :)
salah satu pemandangan sepanjang perjalanan
Kita meninggalkan penginapan sekitar pukul 08.00. (males mau bangun pagi. Liburan gitu lho. Hehehehe ...) Kita ke RM Bu Ester dulu untuk beli makan – yang kita bungkus – kemudian memulai perjalanan. Kita menuju arah Barat. Kali ini aku menaiki Pockie sedangkan Ranz naik Snow White yang boncengannya diduduki oleh tas panier berisi bekal dan notebook. 
Ranz lagi ngapain hayooo? :P
iseng mejeng di tengah jalan :P
Nampaknya dengan mudah kita menarik perhatian orang-orang yang kita lewati karena jarang ada wisatawan yang naik sepeda lipat, plus Ranz mencangklong kamera DSLR nya yang membuatnya nampak seperti wartawan yang sibuk mencari berita. Itu sebab dalam perjalanan kita lumayan sering disapa orang.
“Mau kemana mbak?” pertanyaan yang paling sering kudengar.
“Ke Kemojan!” jawabku dengan riang.
“Waaahhh ... jauh sekali! Hati-hati ya?” jawab mereka.

hehijauan dimana-mana, tak hanya pantai

di sebuah jembatan yang kita lewati
deretan mangrove
Ranz di dalam kawasan hutan lindung mangrove
Dikarenakan orang menyebut “Pulau Kemojan” maka aku membayangkan aku dan Ranz akan menyeberang laut, atau selat, atau apapun itu, untuk berpindah dari Pulau Karimun Jawa. Namun ternyata kita tidak menyeberangi apa-apa kecuali sebuah sungai dimana aku dan Ranz menyempatkan diri berfoto-foto ria di atas jembatannya. Stunning view! Meski rute naik turun, nampaknya aku akan sangat senang dan tidak bosan untuk menyusuri jalan-jalan itu dengan naik sepeda setiap hari!
di pintu masuk taman nasional mangrove Karimun Jawa
Kita juga sempat melewati daerah yang di pintu masuk tertulis “Tracking Mangrove Taman Nasional Karimun Jawa”. Aku dan Ranz tidak berani menelusuri lebih kedalam karena khawatir kita akan kemalaman. Kita belum tahu sejauh mana Pulau Kemojan.
memandang laut lepas dari sebuah dangau di pinggir pantai
the view reminded me of Gorontalo, my parents' hometown :)
Sesampai di Bandar Udara yang sudah termasuk terletak di Pulau Kemojan (ternyata tidak jauh, hanya sekitar 25 kilometer dari penginapan) Ranz langsung mencari-cari danau yang juga dipesansponsorkan oleh seorang rekan. We found it! Waktu memilih tempat untuk berfoto-foto ria, ada empat orang naik dua sepeda motor yang melihat kita ‘terdampar’ ke situ, nyamperin, untuk ikut melihat-lihat. Mereka bercerita baru saja ke perkampungan Bugis yang terletak tak jauh dari situ. Dari perkampungan Bugis, kalau dilanjutkan, kita akan sampai di perkampungan Jawa yang merupakan perkampungan nelayan. Karena tertarik dengan cerita mereka, aku mengajak Ranz melanjutkan perjalanan.
di pinggir danau Kemojan
warung tempat kita beli es teh :)
pos tempat kita istirahat
Dengan berat hati (I read it from Ran’z facial expression), Ranz mengikuti keinginanku itu, melanjutkan gowes, dan tidak berfoto-foto lama di daerah danau. Tak jauh dari situ, kita menemukan pertigaan, dimana di ujung sebelah kanan ada sebuah warung sederhana. Di seberang warung, ada sebuah poskamling yang terletak di atas panggung. Waktu membeli es teh di warung, aku bertanya apakah aku bisa beristirahat di pos tersebut. Oleh sang penjual – yang berteriak keheranan waktu mendengar aku gowes dari dermaga Karimun Jawa – kita diperbolehkan membawa dua gelas berisi es teh ke pos.
Beristirahat, minum es teh sambil makan bekal di pos tersebut lumayan nyaman juga. Aku bahkan sempat scribbling sesuatu di notebook sementara Ranz sibuk njepret sana njepret sini. Sekitar setengah jam kemudian, aku menawarkan untuk melanjutkan perjalanan. (It was 11.30). but ternyata Ranz tidak mau (gara-gara pengen segera balik ke penginapan untuk bobo siang. ) Akhirnya ya itulah, poskamling yang terletak di atas panggung itu adalah spot terakhir sepedaan kita.
jalan yang baru saja kita lewati
air danau Kemojan
ada kita di kacamatamu :D
:)
Dari pos, kita balik ke arah kita datang. Dan keinginan Ranz untuk berfoto-foto di danau pun kesampaian.  Setelah meninggalkan danau, praktis kita tidak pernah berhenti lagi untuk berfoto-foto, karena mentari siang itu kian menyengat. Kita hanya berhenti sebentar tiga kali – masing-masing sekitar 5-10 menit – untuk minum dan mengumpulkan nafas.  Well, terutama aku. Bukan Ranz. LOL.
hawa nan sejuk di pinggir danau membuat lelaki ini nyenyak tertidur :)
aku dan trek yang kita lewati, lovely road!
Namun, nampaknya meski siang itu panas sangat menyengat, rasanya perjalanan balik lebih cepat dibanding waktu berangkat. Sekitar pukul 14.30 kita sudah sampai di alun-alun dimana kemudian kita minum es kelapa muda dan ngemil beberapa gorengan.  Kita balik ke penginapan sekitar pukul 15.10.
ada tanjakan juga lho, tapi ga 'killing' kok :)

cuaca panas dimanfaatkan untuk menjemur ikan :)
Malam, seusai Maghrib, aku dan Ranz ke pusat oleh-oleh untuk membeli beberapa t-shirt untuk orang-orang kesayangan di rumah. Setelah itu ke alun-alun untuk makan malam. Untuk malam terakhir ini, kita memilih menu lain: bakso. Hihihihi ...

Sepulang ke penginapan, tumben aku ga langsung ninggalin Ranz tidur, namun aku malah mengetik sesuatu untuk blog dan dia nonton aku ngetik. 

Aku dan Ranz bobo sekitar pukul 23.00 setelah packing.
To be continued ...

2 komentar:

  1. Gilakkkkk haaaa. Sudah nyusuri tempatku jauh sebelum aku kenal sepeda. Ternyata tidak sadar aku baru menapaki jalur yang sama :-D

    Salam gowes :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pingin ngulang lagi bersepeda di Karimun Jawa! :)

      Hapus