
Terakhir aku
dan Ranz sepedaan bareng ke luar kota itu di bulan Juli 2023, kami bersepeda ke
Jogja, satu rute 'biasa' kami tapaki, semenjak pandemi covid 19. Setelah itu,
setiap kami dolan ke luar kota, kami mengajak Angie dan Deven, yang berarti
kami tidak bersepeda.
Bulan
Agustus lalu mendadak Ranz bilang, "kalau kamu mau ke Solo pas long
weekend 15 - 16 September, aku mau menemanimu bersepeda ke Waduk
Gajahmungkur." weh! Tumben! Padahal aku ga memintanya loh, biasanya dulu
itu aku harus memohon-mohon dulu, lol, baru Ranz mau. Kali ini malah dia
nawarin. WAW.
Meski ga
begitu yakin Ranz beneran mau menemaniku bersepeda ke Wonogiri, hoho, di hari
Sabtu 14 September 2024 waktu berangkat ke Solo setelah selesai mengajar, aku
membawa helm, tapi aku tidak mengajak Austin. Gear Austin ga bisa bergerak,
bakal susah buatku karena trek Wonogiri itu rolling je, naik turun melulu. Ranz
menawariku naik Hezel, tapi aku bilang, aku memilih naik Astro, polygon urbano
yang dia beli di tahun 2016. kok ga kubawa ke bengkel? Iya, masih males ke
bengkel, lol.
Minggu 15 September 2024
Ranz bangun
sekitar pukul 04.30 dan memulai melakukan ritual paginya. Ini berarti dia
beneran mau mengajakku ke Wonogiri nih. Yuhuuuu.
Sekitar
pukul 05.45 kami sudah sampai di Stasiun Purwosari. Seminggu sebelumnya aku
bilang ke Ranz aku mau saja diajak ngepit pp, atau berangkat naik KA Batara
Kresna baru pulangnya gowes. Untuk itu, Ranz harus hunting tiket KA Batara
Kresna seminggu sebelum 15 September via KAI Access. (FYI, sekarang tiket KA
Batara Kresna bisa dibeli di KAI Access seminggu sebelum hari H.)
Terakhir
kami naik KA Batara Kresna membawa sepeda itu di awal Oktober 2022. Nampaknya
waktu itu KA Batara Kresna belum begitu menjadi pilihan masyarakat untuk
berangkat ke Wonogiri, masih relatif kosong. Di sekitar tahun 2023, (aku lupa
mencatatnya, jadi lupa tepatnya kapan), Ranz mengajakku dan Deven naik KA
Batara Kresna, dengan membeli tiket 'go show' on the D day. Ternyata, kami
kehabisan tiket! Kami hanya bisa membeli tiket sampai di Stasiun Solo Kota.
Waktu itu, Ranz mendapat info dari petugas di stasiun bahwa mulai saat itu,
masyarakat bisa membeli tiket via KAI Access, minimal jam 00.00 on the D day.
Naaah, di
tanggal 15 September 2024 itu, kami hanya mendapatkan 1 seat kosong, hanya aku
yang bisa duduk, sementara Ranz harus berdiri. Kebetulan waktu itu, ada
rombongan -- ada sekitar 40 orang -- yang mau 'piknik' ke Waduk Gajahmungkur.
Pasti mereka inilah yang menyebabkan tempat duduk penuh! Ho ho … Ranz baru mendapatkan tempat duduk di Stasiun
Nguter.
Oh yaaa, aku
jadi naik Astro, sementara Ranz naik Hezel.
Beda dengan
2 tahun lalu, aku mengajak Ranz sarapan dulu di satu warung di luar stasiun
Wonogiri, kali ini aku langsung mengajak bersepeda ke arah Waduk Gajahmungkur.
Aku bersyukur ternyata menapaki trek rolling menuju waduk, kondisi kakiku
baik-baik saja, setelah lumayan lama aku ga berani menjajal tanjakan, demi
'ngeman' kaki.
Kirain Ranz
mau langsung berhenti di RM Bu Trie, langganan kami makan siang saat dolan ke
Waduk Gajahmungkur, ternyata Ranz tetap mengajak ke pintu masuk waduk, untuk
foto-foto. Ya wis, aku manut. Dari sana, baru kami ke RM Bu Trie.
Karena sejak
pagi kami belum sarapan, kami habiskan satu porsi ikan nila bakar yang kami
pesan (ada 2 ikan dengan ukuran cukup besar untuk kami berdua), plus 2 gelas es
teh dan es kelapa muda. Yang tidak kami makan hanya 2 bungkus bothok ikan.
Menjelang
pukul 12.00, kami kembali mengayuh pedal sepeda yang kami naiki, kembali menuju
kota Wonogiri. Aku sempat berpikir kira-kira Ranz beneran mau mengajak gowes
balik sampai Solo, atau mau mengajak naik Trans Jateng. Meski tentu aku
pengennya gowes full balik ke Solo, aku manut Ranz saja. Dan … ternyata kami
benar-benar bersepeda kembali ke Solo! Waw, aku senang sekali! Oh ya, di tengah
jalan, kami tukeran sepeda, karena aku sempat tertinggal di belakang sampai
sekitar 100 meter. Namun, setelah aku naik Hezel, perjalanan kami lancar, aku
malah sering harus mengerem Hezel agar aku selalu berada di belakang Ranz.
Sesampai
Solo Baru, aku sempat mengajak mampir di satu gerai fastfood, tapi ga jadi
karena Ranz tidak bawa gembok. Akhirnya kami mampir ke Saudagar Laweyan.
Awalnya kami mau beli gelato, tapi ternyata gelatonya tutup, ya sudah, aku
pesan es kopi cendol, as usual. Ranz pesan apa, aku lupa. Hahaha …
Pulang dari
Saudagar Laweyan, Ranz langsung balik ke rumah, aku masih merasa perlu lanjut
bersepeda sebentar, untuk 'crushing' es kopi cendolnya. Hahahaha …
Thanks a
billion dear Ranz. Kapan-kapan kita gowes AKAP lagi yuuuk.
PT56 15.05
18/09/2024
 |
I love this gate!
|