![]() |
| Astro dan Shaun |
Waktu bersepeda ke Cenklik Coffee tanggal 30 Agustus, aku bilang ke Ranz bahwa aku tidak akan keberatan jika diajak dolan ke situ lagi 😀 tempatnya nyaman, banyak instagramable spots, jenis makanan yang ditawarkan lumayan enak dengan harga terjangkau, plus tidak perlu nanjak-nanjak seperti saat kami bersepeda ke Honak 😂
Maka, ketika aku dolan ke Solo lagi, dengan tegas aku bilang ke Ranz, "Ke Cenklik Coffee lagi saja yuk?"
Minggu 13 September 2026 kami berdua kembali menyusuri jalan menuju Waduk Cengklik. Kali ini, aku tetap naik Astro sedangkan Ranz naik Shaun. Saat kami melewati Jl. Adi Sucipto menuju area Colomadu, ada yang mengherankan: event car free day di sini 'libur'. 😅
"Apa-apaan nih, CFD kok libur?" komplain Ranz, lol.
![]() |
| jalan ini biasanya full orang lalu lalang |
Namun karena tidak ada CFD, perjalanan kami lancar, tidak tersendat seperti biasanya. CFD di area Colomadu ini dipenuhi dengan orang-orang yang berjualan beraneka ragam makanan, minuman, maupun barang-barang lain. Waktu kami bersepeda ke Honai, di area CFD ini Ranz beli sosis 'bedug' asli Boyolali. Waktu bersepeda ke Cenklik, Ranz beli susu. Kali ini, ternyata Ranz berencana akan beli 'manset' karena manset punyanya aku pakai (aku lupa bawa manset waktu berangkat ke Solo) di area CFD ini. eh, ternyata, libur 😀
![]() |
![]() |
![]() |
Perjalanan lancar sampai di Cenklik Coffee. Sesampai sana, ternyata baru ada event lari. (Kami sampai di sana sekitar pukul 08.30, event sudah selesai.) Masih terlihat banyak peserta lari yang sedang duduk-duduk menikmati suasana. Sayangnya, banyak dari mereka yang merokok 😕 dengan bercanda aku bilang ke Ranz, "mereka (olahraga) lari agar mereka tetap bisa bebas merokok kali ya?" lol. Well, seperti seorang rekan kerja yang bilang, dia rajin olahraga ke fitness center demi bisa bebas makan apa pun yang dia inginkan, lol.
Kami ngobrol sampai menjelang pukul 12.00. Ranz ternyata agak enggan pulang karena membayangkan tangannya bakal terbakar sinar matahari yang terik sekali hari itu. (Well, duluuuu Ranz tidak pernah peduli hal seperti ini loh! lol.) Dan ... saat kami memutuskan untuk pulang, Ranz baru ngeh kalau ban belakang Shaun bocor! Aku bertanya ke pada tukang parkir di mana ada tukang tambal ban. Lalu aku bilang ke Ranz, "Hadeeeh, kok terdengar jauh sekali!" katanya, lol.
So? Akhirnya kami pulang naik taksi online!
*****
Sorenya Ranz mengajak ke luar naik sepeda lagi. (Asyiiik.) Ranz naik Petir, aku naik Jean Grey, sepeda mini milik Ranz. Kami makan sore di bakmi Penumping. Pulangnya Ranz sempat mengajak memutar sebentar, sampai lewat area Pura Mangkunegaran.
PT56 14.54 16 September 2026



























