Minggu, 29 Januari 2012

The Amazing Four-Day Bikepacking Trip (3)

Kucopy-paste dari sini



Day 3, 21 Juni 2011

Seperti sehari sebelumnya, aku terbangun sekitar pukul 04.30 dikarenakan adzan Subuh dari masjid terdekat yang sangat keras. Maka aku pun buru-buru packing, mandi, dan mempersiapkan diri untuk perjalanan berikutnya: gowes Solo – Jogja.
mejeng di pusat beli oleh-oleh dekat rumah Ranz sebelum berangkat


beli jajanan buat bekal di jalan
mulai gowes


trek yang kita lewati
Kita meninggalkan rumah Ranz sekitar pukul 06.15. Sempat mampir beli jajan di sebuah tempat yang disebut Ranz sebagai ‘hik’. Penjual ‘hik’ menerima titipan segala jenis makanan – mulai dari jajan pasar seperti senthiling, kueku, risoles, onde-onde, sampai jenis roti-roti – untuk dijual kembali. Si penjual menempatkan makanannya di sebuah kotak yang lumayan lebar untuk menampung segala jenis makanan.

Kita gowes dengan ‘fun’ alias tidak buru-buru. Menikmati liburan tanpa diburu apa pun juga memang sangat nikmat. Ranz sendiri yang memiliki niat untuk menaiki Snow White dengan barang bawaanku yang berkilo-kilogram beratnya di bagian boncengan agar aku tidak berat ketika gowes pedal. Hihihihi ... tentu saja aku naik Pockie.

Kita sempat mampir ke sebuah toko kelontong untuk membeli air mineral dan Ranz bertanya arah ke daerah Pakis.

Sang penjual bertanya, “Mau kemana mbak?” yang dijawab oleh Ranz, “Mau ke Jogja Pak.”

“Naik sepeda?” tanyanya lagi, tak percaya.

“Iya Pak,” jawabku.

“Oh, mau ngecilin badan ya?” tuduhnya.

Waks! Kalo aku mungkin saja iya. Lha Ranz kan sudah kecil badannya? Sebelah mananya lagi yang bisa dikecilin? Xixixixixi ...
mejeng di pematang sawah yang kita lewati :D


Pockie dengan tas plastik bergantungan :D



Kita melewati daerah dimana sebelah kiri dan kanan ada sawah membentang luas. Setelah itu kita sempat mampir lagi ke sebuah mini market untuk membeli masker. Selain untuk melindungi pernapasan, masker juga berfungsi untuk melindungi wajah dari sinar matahari yang lumayan terik. Bagiku sendiri, fungsi kedua ini yang lebih penting. Hihihi ...

Hanya sekali kita mampir ke sebuah SPBU, untuk nunut buang air kecil. Aku pakai kesempatan itu untuk ngemil jajanan yang dibeli tadi pagi dan minum.
di perbatasan masuk Klaten



aku motret Ranz, eh, dia motret aku :P

Meski kita gowes santai, aku merasa begitu cepat sampai di daerah Prambanan, sekitar pukul 10.40. dengan sengaja aku mengajak Ranz mampir ke rumah makan tempat aku juga makan siang bulan Mei lalu waktu field trip dengan anak-anak. Rumah makan ini terletak di pinggir jalan raya. Sangat luas, dan hanya kita berdua yang mampir makan. Ranz bilang, “Seperti kita telah melakukan reservasi ya? Hingga hanya kita berdua yang makan di sini.” Hihihi ... mungkin karena waktu yang tidak jelas menunjukkan saat makan pagi atau makan siang. Aku sendiri menyebutnya brunch.
lewat pabrik gula Gondang


our yummy brunch 


no comment yak? :D


RM Jatayu tempat kita having brunch
Kita makan dan beristirahat sekitar 45 menit. Tujuan berikutnya: candi Prambanan! Ingin berfoto ria dengan candi Prambanan bersama dengan sepeda! Namun, ternyata kita ditolak membawa masuk sepeda. Sepeda harus diparkir di tempat parkir. Yah ... ga jadi lah kita masuk. Lagi pula toh baru bulan Mei kemarin aku masuk ke candi Prambanan.
Snow White dan Pockie saling menjajaki diri, dalam bikepacking pertama, xixixixi


Aku berdua Ranz di candi Kalasan


aku mejeng di Candi Kalasan


mejeng mejeng :D
Untuk mengobati kekecewaan, maka kita pun bergegas mencari lokasi candi Kalasan. Kebetulan candi Kalasan terletak tak jauh dari candi Prambanan. Di sini tentu saja kita diizinkan membawa masuk sepeda. Sang penjaga candi pun terheran-heran melihat dua perempuan datang naik sepeda, dengan membawa barang bawaan di boncengan. Hihihi ...

“Dari mana nih mbak? Sudah berapa hari perjalanan?” tanya salah satu dari mereka.

“Oh, kita dari Semarang Pak. Kita berangkat menuju Solo hari Minggu. Menginap dua malam di Solo. Baru tadi pagi kita berangkat ke Jogja.”

Si Bapak pun manggut-manggut sambil tetap terheran-heran. Hihihi ...

Setelah puas jepret-jepret, kita pun pamitan.

Matahari semakin tinggi. Panas pun semakin menjadi. Setelah melalui candi Kalasan, aku pikir inilah masa yang sangat berat. Apalagi setelah kita belok ke ring road. Sinar mentari yang terik mencorong dari arah depan. Perempatan Kentungan yang terletak di jalan Kaliurang kilometer enam pun rasanya jauuuuuuuhhhh sekali. Dari masuk ring road sebelah Timur sampai Kentungan mungkin sekitar 10-15 kilometer yak?
maafkan kenarsisanku yak? lol
Itulah sebabnya setelah melihat perempatan Gejayan, dengan toko buku TM di sebelah kiri, aku seperti melihat oase. Sebentar lagi sampe di Kentungan! Sebentar lagi sampe ke rumah Detta yang berlokasi di Jalan Kaliurang kilometer 8!

Setelah belok ke arah kanan/utara, beberapa meter kemudian, tas panier di boncengan Snow White jatuh! (Pelajaran berharga! Aku harus mencari cara untuk mengikatnya dengan erat agar tidak terjatuh lagi di kemudian hari.) Ranz yang mungkin juga telah kelelahan diterpa sinar matahari (dia ga pake topi maupun helm) nan terik tidak merasa! Untunglah, ada orang yang baik hati berteriak, “Mbak, barangnya ada yang jatuh!” kita pun kembali. Tas panier ku itu untung juga telah dipinggirkan oleh seorang pedagang yang jualan di pinggir jalan itu.

Kita sampai di rumah Detta sekitar pukul 13.30. tak ada speedo meter tak ada GPS, ga tahu deh berapa puluh kilometer yang kita tempuh hari itu dari rumah Ranz di Solo ke rumah Detta di Jogja. Detta yang telah mengharapkan kedatanganku langsung membuka pintu begitu mendengar ada suara di balik pintu pagar. Rupanya dia mengikuti update FB-ku, terutama foto waktu aku masuk ke pintu gerbang kotamadya Klaten dan foto ‘my brunch’. Ngobrol sekitar setengah jam di ruang tamu, Detta kemudian mempersilakan kita naik. Kamar tidur untuk tamu terletak di lantai 2.

Mandi! Adalah hal pertama yang ingin kulakukan.
ya ampyuunnn ... lesung pipitku manis yak? hahahaha


di kawasan kampus UGM


Di Balaiirung UGM
Usai mandi, aku dan Ranz beristirahat. Sekitar pukul 16.15 kita keluar. Tujuan utama: kampus UGM untuk berfoto-foto di dalamnya. Namun karena kita keluar terlalu sore, kita hanya sempat berfoto-foto di daerah Gedung Pusat dan Gedung Lengkung tempat administrasi Program Pasca Sarjana dipusatkan.
di Balairung UGM 2


di Balairung UGM <3 td="">


di Gedung Lengkung (Pasca Sarjana UGM)


:)
Makan sore di rumah makan tempat aku dulu sering makan, waktu ngekos di daerah jalan Kaliurang kilometer 4,8.
Usai makan dan shalat maghrib, kita lanjut gowes ke Malioboro, mampir ke benteng Vredeburg. Untung sepeda boleh dibawa masuk sehingga bisa sekaligus dipakai untuk bergaya-gaya. Hihihi ... Ah ya, kebetulan ada acara di dalamnya sehingga banyak pengunjung.
di benteng Vredeburg


ujung Maliboro di malam hari


guess what Ranz wrote above me :)

Dari benteng Vredeburg, kita berfoto-foto di ujung jalan Malioboro. Kemudian berlanjut ke alun-alun kidul. Pulang sampai rumah Detta sekitar pukul 22.15. Acara selanjutnya, bersih-bersih wajah, sikat gigi, dan tidur!

2 komentar: