Cari Blog Ini

Senin, 21 Maret 2016

The D-Day Night Ride Earth Hour 2016

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba! hari Sabtu 19 Maret 2016  pukul 19.00!

Jelang waktu kumpul yang telah ditentukan, aku dan Ranz sampai di (depan) Balaikota. Sudah ada beberapa sobat pesepeda yang telah berkumpul. Seperti biasa, aku menyalami satu per satu. Terlihat beberapa wajah yang tak biasa hadir di acara Segowangi. Wahhh ... nampaknya usaha melaksanakan gowes malam di hari selain Jumat untuk menyaring partisipan lumayan berhasil nih. :)

Kian malam kian ramai. Jika biasanya kita menunggu rombongan dari Semarang Timur untuk menentukan kita mulai "ritual pertama" sebelum gowes (baca => foto bareng LOL), kali ini kita melihat jam. Pukul 19.20, setelah yang berkumpul hampir sejumlah 50 orang, (rombongan Semarang Timur pada absen kali ini) aku mengajak yang telah hadir untuk berfoto bersama.




Setelah foto bersama, kita menunggu Tayux dan Da (om ketu Komselis dan yayangnya) yang baru datang untuk persiapan. Kebetulan di seberang Balaikota ada serombongan pesepeda lain yang datang, mereka mendekat dan salah satu dari mereka mengatakan ingin bergabung. akhirnya kita berfoto-foto bersama lagi. The more the merrier ... :)




Seperti rencana, dalam perjalanan kita berfoto-ria di Polder Tawang. Ini adalah spot foto pertama. Berhubung yang gabung banyak sekali, lebih dari 70 orang, yang ikutan foto malah sedikit, karena keterbatasan arena, yang lain asyik foto-foto sendiri. :) Dengan komunitas masing-masing atau dengan pasangan masing-masing.

Spot foto kedua adalah Taman Pandanaran. Banyak orang ternyata memilih tempat itu untuk nongkrong malam minggu. Maka teman-teman sepeda pun sibuk foto-foto sendiri. Aku senang jika mereka menganggap ini adalah kesempatan indah untuk diabadikan. Rombongan komunitas KOMPAK yang datang bergabung ternyata juga belum pernah gowes malam, maka mereka menganggap hal ini sangat menyenangkan, apalagi kita mampir di titik-titik yang biasanya dijadikan tujuan wisata untuk foto-foto.



Rencana semula dari Taman Pandanaran memutar ke Jalan Kyai Saleh kemudian lanjut lewat Jalan Dr. Soetomo (Kalisari) tidak jadi kita lakukan karena Tayux bilang di daerah situ terjadi kemacetan parah dikarenakan ada acara-acara tertenu. Akhirnya kita pun langsung menuju Tugumuda, sebagai titik akhir.

Mendekati Tugumuda, terlihat lampu-lampu di kawasan titik bersejarah untuk Semarang ini gelap. Ahhh ... lumayan laahh ... PemKot memadamkan lampu di kawasan ini untuk ikut serta menghayubagya Earth Hour.





Suwun partisipasinya para sobat sepeda Semarang dan sekitarnya. Tahun depan kita adain lagi night ride khusus edisi Earth Hour. Jangan kapok gowes bareng-bareng lagi yaaa. Sila mantengin foto-foto hasil jepretan Ranz. Ga banyak sih yang kucomot untuk blog ini. Dan mari kita tunggu edisi vlog-nya. :)

LG 12.31 21/03/2016













Jumat, 18 Maret 2016

Night Ride Earth Hour 2016

Dua tahun lalu -- pada penyelenggaraan #segowangi yang kedua -- bekerjasama dengan komunitas Earth Hour (Semarang) dan Pemerintah Kota Semarang, B2W Semarang menyelenggarakan night ride.

Setahun yang lalu, aku tidak dihubungi oleh komunitas Earth Hour, maupun PemKot Semarang, kita tidak menyelenggarakan gowes malam khusus Earth Hour. Aku dan Ranz sempat bersepeda di sekitar Tugumuda, Jalan Pemuda dan sekitar situ untuk melihat apakah pihak PemKot menghimbau pemadaman listrik untuk ikut memperingati Earth Hour, namun ternyata tidak ada. Lampu-lampu di jalan raya maupun di beberapa gedung pemerintahan tidak ada pemadaman listrik.


Tahun ini, tergerak ketika melihat poster night ride edisi Earth Hour yang diselenggarakan oleh B2W Surabaya, Ranz mendukungku untuk mengadakan night ride. Well ... mungkin ada pesepeda Semarang yang ingin ikut segowangi namun karena diselenggarakan pada hari Jumat dan tidak bisa, mengapa tidak diberi kesempatan mengikuti night ride pada malam Minggu? Well, not a bad idea, huh? :D

So ... mari hadiri night ride Earth Hour pada hari Sabtu 19 Maret 2016! Tapiiiii ... ga janji deh ya apakah bakal ada acara pemadaman listrik di jalan-jalan protokol maupun gedung-gedung pemerintahan. :) Apalagi kudapan dari pemkot yaaa? hihihihihi ...

See ya there!

IB180 15.48 18/03/2016

Selasa, 15 Maret 2016

Segowangi 25, HUT kedua :)

Bulan Februari 2016 lalu, kita menyelenggarakan event Segowangi yang ke-25. Hal ini juga berarti saatnya ulang tahun Segowangi yang kedua! Yippeee ... :)

poster rancangan Riu :)

Berbeda dengan perayaan ulang tahun Segowangi yang pertama setahun lalu, kali ini kita ga ramai-ramai dengan membagi-bagikan door prize atau pun merchandise sebagai tanda kasih kepada mereka yang tidak pernah absen bergabung di segowangi selama setahun, juga ga ada wall of fame tempat para pesepeda bisa narsis. Kali ini kita "hanya" mengadakan lomba foto yang dijepret waktu pelaksanaan event segowangi. 




Seperti biasa, aku dan Ranz sang fotografer sampai di tikum pukul 18.45. Cuaca sedikit muram karena turun gerimis. Tahun lalu Semarang diguyur hujan di siang hingga sore hari, sekitar pukul 13.00 - 16.00. Sembari menunggu kehadiran para sobat sepeda yang lain, kita kali ini bahkan perlu berteduh karena gerimis menderas. Waaahhh ...



Di tengah guyuran gerimis, satu per satu pesepeda datang. Dan aku terharu. Lebay ya? :-D Beberapa kawan menyempatkan diri bertanya dulu lewat sosmed apakah segowangi tetap dilaksanakan mengingat turun hujan gerimis, kujawab aku telah berada di lokasi. Maka mereka pun menjawab akan segera menyusul. :)

Jika biasanya kita mulai melaksanakan ritual pertama -- foto bersama -- sebelum gowes jelang pukul 19.30, kali ini kita agak molor, yakni pukul 19.45. :) Berkumpullah sekitar 16 pesepeda.

Ketika mulai gowes, gerimis telah reda. Syukurlah, akan tetapi angin tetap terasa dingin. :)








Dalam perjalanan, ternyata sobat-sobat sepeda ada yang menunggu di beberapa ruas jalan yang kita lewati dan langsung bergabung. Saat kita sampai di Jalan MT Haryono, tak kita lihat bekas titik-titik hujan. Oh, ternyata di kawasan ini, gerimis tidak mampir. :D




Di Gereja Blendoek kita berhenti sebentar untuk foto-foto. Disini, lumayan banyak sobat sepeda yang menunggu untuk bergabung.







Sekembali ke titik mula, Balaikota, jumlah pesepeda ternyata meningkat dua kali lipat dibandingkan saat berangkat. Alhamdulillahhh ... semoga segowangi tetap menjadi salah satu ajang silaturrahmi sobat sepeda di kota Semarang dan sekitarnya yang ditunggu-tunggu pelaksanaannya tiap bulan.

Kamu, kapan ikutan? :D

IB180 20.44 15/03/2016

P.S. : foto-foto lain nyusul :)

Kamis, 10 Maret 2016

Cleopatra

Cleopatra, nama sepeda produk polygon yang diproduksi khusus untuk dinaiki kaum perempuan, sesuai dengan slogan yang menempel di sepeda, "know what women want", ini diambil dari seri "cleo". Mungkin karena khusus diperuntukkan kaum perempuan, cleo, biasanya diproduksi dalam warna yang lembut dan feminin, misal pink dan ungu. Cleopatra, sepeda yang diperoleh Ranz dari event srikandi gowes Jepara - Bandung  ini bulan April tahun 2012, berwarna pink.

Eh, jangan-jangan, gegara warnanya "perempuan" banget ini Ranz kurang begitu nyaman menaikinya ya? :D


petunjuk ini sudah hilang :)

Aku pertama kali berkenalan dengan Cleopatra bulan Mei 2012, setelah usai event Joglo Attack. Hari Minggu 20 Mei 2012, Ranz -- yang sedang 'hangat-hangatnya' mentas dari event srikandi -- berlagak ala trainer menemaniku gowes Solo - Semarang. Galaknya minta ampun. LOL. Ranz yang tidak hobi 'ngicik' ketika gowes, sering digalaki trainer yang memaksanya 'ngicik' selama perjalanan gowes Jepara - Bandung. Hasilnya, dia gantian galak padaku. LOL. (N. B. : Sampai sekarang, Ranz tetap tidak suka ngicik. LOL.)

Kali kedua aku berkesempatan naik Cleopatra adalah ketika kita berkunjung ke Candi Cetho, kali kedua, bulan Januari 2013. Perbandingan dua sepeda yang kita naiki kali ini, seperti bumi dan langit: aku naik Cleopatra, mtb 26" dengan gear 24, Ranz naik Shaun, sepeda lipat dahon da bike 16" single speed. Dan ... keperkasaan Ranz ditambah dengan adanya tas pannier yang tetap nangkring di rak boncengan Shaun. LOL. Bersepeda di tanjakan yang elevasinya mencapai 1400 mdpl menaiki Cleopatra sangatlah nyaman! Yuhuuu ... (Eh, apalagi jika wheelsetnya melebihi ya?)

di perkebunan teh Kemuning


Kali ketiga aku kembali berasyikmasyuk dengan Cleopatra adalah ketika kita nyambangin Candi Sukuh, terletak kurang lebih 5 kilometer dari Candi Cetho, dengan elevasi 1200 mdpl. Dan kita tetap menyandingkan Cleopatra dengan Shaun. Perjalanan kita adakan di bulan November 2013, berteman gerimis ketika menjelang sampai.

Can you find me riding Cleopatra here? :D

gantian menaiki Cleopatra otw ke Sukuh, Shaun kita dorong sama2 :D

Di bulan Maret 2014, Ranz memutuskan untuk membawa Cleopatra ke Semarang, untuk kunaiki ketika seleksi srikandi tahun 2014. Kali pertama Ranz menaiki Cleopatra dalam perjalanan Solo - Semarang, sendiri, karena biasanya dia naik Pockie atau Shaun. :) Rencana 'menginapkan' Cleopatra di Semarang hanya beberapa hari saat itu, dan segera Ranz dan aku akan gowes Semarang - Solo untuk membawa kembali Cleopatra, ternyata hanya tinggal rencana. LOL. Sampai tahun 2016 ini, Cleopatra tetap bersamaku.

otw ke Jepara

otw ke Kedungjati

di tanjakan menuju Unnes


Semenjak itu, Cleopatra telah kuajak kemana saja ya? Ga jauh-jauh sih, mengingat jika kita mbolang jauh dengan naik sepeda gunung, pulangnya bakal tidak praktis karena Ranz harus melepas ban Cleopatra agar bisa loading naik bus/kereta. Kalau harus gowes pp, we will take a much longer time. So far, aku baru mengajak Cleopatra ke luar kota dua kali, pertama waktu gowes piknik ke pantai Bandengan bulan November 2014, dan gowes nostalgia ke Stasiun Kedungjati bulan Desember 2015. Weleh, jarang juga yak? :D Ini aku ga ngitung gowes ke Ungaran dan Demak ya? :)

Aku masih menyimpan banyak keinginan dengan naik Cleopatra!

(1) Mengulang bersepeda ke Umbul Sidomukti
(2) Bersepeda ke Gedong Songo
(3) Bersepeda 'membentuk segitiga' : Semarang - Jogja - Solo - Semarang

So far, yang sudah diiyakan oleh Ranz adalah keinginan ketiga, tinggal tunggu waktu luang kita berdua. Yang kedua, hmmm ... karena sesuatu dan lain hal, Ranz sangat enggan ke Gedong Songo, LOL, meski aku ingat, satu kali dia sudah mengiyakan. Yang pertama, hmmm ... nampaknya Ranz sudah lupa dengan keinginan satu ini. LOL.

Sampai ketemu di event gowes bersama Cleopatra! :D

LG 11.44 10/03/2016