Cari Blog Ini

Rabu, 27 April 2016

Gowes Kartini 24 April 2016 (foto-foto)

Untuk pertama kalinya B2W Semarang mengadakan satu event dengan tajuk #GowesKartini, khusus untuk merayakan Hari Kartini yang biasa diperingati tanggal 21 April. Dari 10 pesepeda perempuan yang kita harapkan ikut, kita 'hanya' mampu menjaring 8 perempuan untuk "menjawab tantangan" kita; meski aku yakin sebenarnya banyak perempuan lain yang mampu, namun mungkin belum merasa 'terpanggil' untuk menunjukkan bahwa perempuan pun bisa bersepeda jarak jauh. Atau, telah telanjur memilih ikut event lain di kota lain.

Delapan perempuan itu adalah Nana Podungge (aku sendiri :) ), Ranz yang sekaligus 'bertugas' sebagai fotografer dan videografer, Tami, Dwi, Hesti, Avitt, Lies Remona dan Anis Meilia. Ella mengundurkan diri, sedangkan Farida, karena komunikasi yang tidak jelas, tidak jadi ikut. :)

Selain 8 pesepeda perempuan, ada sekitar 13 pesepeda laki-laki yang ikut menemani kita berlelah-lelah mengayuh pedal.

Alhamdulillah semua berjalan lancar, dari titik start di depan Balaikota Semarang Jalan Pemuda hingga finish di Museum Kartini Jepara. Tentu semua ini tak lepas dari rasa optimisme para peserta bahwa mereka mampu mengayuh pedal sejauh kurang lebih 80 kilometer, dengan trek membosankan, lol, dan panas pantura yang aduhai; dan Semesta yang merestui perjalanan ini. Selain itu juga bantuan sepenuhnya dari Paketu Komselis, Tayux, beserta istri tercinta, Da yang benar-benar menjadi seksi sibuk, menyiapkan ini itu itu ini.

Ada sedikit gangguan dalam perjalanan, yakni ban bocor. Yang pertama menimpa Hesti, ban depan sepedanya mendadak kehabisan angin, tak lama setelah kita meninggalkan pertigaan Trengguli. Yang kedua menimpa om Luqman. Syukurlah ada om Dije di dalam rombongan, dia sangat bisa diandalkan jika terjadi apa-apa terhadap sepeda kita semua. :)

Semua foto yang kuunggah disini hasil jepretan Ranz :)

7 pesepeda utama event ini (Anis belum gabung)
ki-ka : Ranz, Nte Lies, Hesti, Nana, Dwi, Avitt, Tami


bersama para penggembira, baik yang ikut bersepeda sampai Jepara, maupun yang hanya sampai Demak

















Om Dije (kanan) beraksi menambal ban sepeda Hesti







Om Dije membantu om Luqman menambal ban sepedanya


setelah menapaki tanjakan panjang, sebelum masuk kota Jepara, semua tetap tampak cerah :)



suasana di dalam Museum Kartini (1)

Suasana di dalam Museum Kartini (2)

Guide kita yang menjelaskan segala yang ada di museum dengan semangat

Suasana dalam museum (3)

Tayux dan Da, seksi sibuk sekali :)

lovely couple, sang istri pingin turing, sang suami mengiringi :)

narsis itu jangan sampai lupa :D

narsis bersama di dalam museum

kita berdelapan in action bersama guide museum :)

Om Kis nampaknya seorang pemalu ya? :)

no comment, ye? :D

dua sahabat yang mulai kita racuni turing :D

Hesti (kiri), ini merupakan debutnya gowes jauh, antar kota :)

Dimas (kiri) pertama kali turing luar kota juga, Arif (kanan) sih sudah beberapa kali  gabung kita :)

Avitt dan Anis (kedua dan ketiga dari kanan) juga merupakan newbie turing luar kota

rame-rame selalu aduhai :)

di Pantai Kartini, dengan kura-kura raksana sebagai ikon lokasi wisata




suasana loading

sebagian peserta yang turun di Jalan Raden Patah
Sampai jumpa di event Kartini tahun depan. (Who knows kita bakal dapat rejeki melakukan kegiatan serupa. lol.)

IB 11.17 27/04/2016

Senin, 18 April 2016

Gowes Kartini



Dalam rangka ikut memperingati Hari Kartini 21 April 2016, B2W Semarang mengadakan gowes Kartini, yakni bersepeda dari Semarang menuju Jepara, dengan tujuan utama Museum Kartini di kota kelahiran pahlawan emansipasi wanita ini. :)

Ini adalah event #GowesKartini pertama yang diselenggarakan oleh B2W Semarang dengan modal nekad. LOL. Setelah mengumumkan di laman grup B2W Semarang di facebook, hingga poster ini diluncurkan, kita telah mendapatkan 10 nama pesepeda perempuan yang akan mendapatkan 10 kaos gratis untuk mengikuti event ini.

Nama-nama itu adalah :

1. Nana Podungge
2. Ananda Ranranz Pratika
3. Tami Ai
4. Dwi Nur Indah Sari
5. Hesti Dyah Permatasari
6. Avitt Kuntjoro
7. Lies Remona
8. Ella
9. Anis Meiliawati
10. Farida Ruliyanto

Pada dasarnya event terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut, laki-laki maupun perempuan, gratis. Makan dan minum dalam perjalanan biaya sendiri. Yang ingin pulang ikut loading truk, akan dimintai iuran sekitar Rp. 50.000,00 - Rp. 75.000,00 tergantung jumlah peserta yang ikut loading.

Turut mengiringi Paketu Komselis, om Tayux yang tentu akan didampingi sang istri tercinta Da Ningrum, Srikandi gowes B2W Indonesia tahun 2012.

Wish us the best luck yaaa :)

Sabtu, 09 April 2016

Berkereta Kedungsepur dan Ngepit ke Bledug Kuwu

Sehari setelah penyelenggaraan segowangi 26, kita berempat -- aku, Ranz, Tami, dan Dwi -- mbolang ke Purwodadi. Keinginan mencoba menaiki kereta api dengan harga murah namun bergerbong mewah lah yang mendasari mbolang kita kali ini. Dari pada hanya sekedar mencoba menaiki KA Kedungsepur kemudian balik lagi ke Semarang, kita pun membawa serta seli agar bisa dolan di Purwodadi, sembari menunggu KA Kedungsepur balik ke Semarang. Bledug Kuwu kita pilih dengan alasan yang sangat "sepele" : kita ga perlu menapaki trek tanjakan. Hihihihi ...

FYI, KA Kedungsepur berangkat dari Stasiun Poncol pukul 06.15, sampai di Stasiun Ngrombo - Purwodadi pukul 07.45. Pulangnya, kita naik KA Kedungsepur yang meninggalkan Stasiun Ngrombo pukul 18.15 dan sampai Stasiun Poncol pukul 19.45. Harga tiket Rp. 10.000,00 per perjalanan.

Sesampai di Stasiun Ngrombo sekitar pukul 08.00 (molor 15 menit dari prakiraan yang tertera di tiket), kita tidak langsung gowes. Setelah foto-foto untuk dokumentasi, kita sarapan pecel di satu warung yang terletak di samping kiri stasiun. Sembari sarapan kita bertanya-tanya arah yang paling dekat menuju Bledug Kuwu.

Sekitar pukul 09.00 kita mulai meninggalkan Stasiun Ngrombo. Keluar stasiun, kita belok kiri. Bersepeda sekitar kurang lebih 2 kilometer, kita akan bertemu traffic light, kita belok kanan. Dari sana gowes saja luruuuusss kurang lebih 28 kilometer, sampai pertigaan. Jika belok kanan kita akan menuju Sragen, jika belok kiri kita akan menuju kota Purwodadi, dimana kita akan melewati Bledug Kuwu.

Jarak sejauh 33 kilometer kita tempuh selama 3 jam, berhubung kita mengayuh pedal dengan santai. Kita masuk ke pelataran parkir Bledug Kuwu pukul 11.55.

Matahari sedang tinggi-tingginya. Bisa dibayangkan panasnya bagaimana. :D

Disini kita hanya mendekati 'induk' bledug, dan tidak ke 'anak-anak' bledug yang lain : panas. :) Setelah foto-foto sekitar setengah jam, kita beristirahat di sebuah 'gazebo' sederhana yang ada di pelataran situ sekaligus menikmati es kelapa muda.

Pukul 13.30 kita meninggalkan lokasi, mengayuh pedal sepeda kembali ke Stasiun Ngrombo, ke arah Barat, dimana matahari mencorongkan sinarnya. Bisa dimaklumi jika hal ini menyebabkan kulit kita belang. LOL.

Perjalanan sedikit tersendat karena Dwi mendadak kram perut. Meskipun begitu, untunglah kita tetap menempuh jarak 33 km selama 3 jam. Jika waktu berangkat kita sempat berhenti di beberapa lokasi untuk foto-foto, dalam perjalanan pulang, kita berhenti untuk mampir ke toilet. LOL.

KA Kedungsepur meninggalkan Stasiun Ngrombo pukul 18.15. Kita sampai stasiun Poncol menjelang pukul 20.00. Dwi yang mengeluh kram perut langsung pulang. Sedangkan aku, Ranz, dan Tami menyempatkan makan malam di satu warung tenda di Jalan Hasanudin.

Sampai juma di kisah mbolang kita berikutnya. :D






















IB 09.40 14/04/2016

Selasa, 05 April 2016

Segowangi 26



Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu para pemenang lomba foto HUT kedua Segowangi pun tiba! Yeayyy!

Sedikit berbeda dengan penyelenggaraan segowangi 25, hujan mendadak turun menjelang pukul 18.30, kali ini hujan deras telah mengguyur bumi Semarang sejak sore hari, sekitar pukul 16.00. Harapan agar hujan berhenti menjelang pukul 18.30, ternyata tinggal harapan, meski ya curah hujan yang turun berkurang. tidak sederas sebelumnya.

Sekitar pukul 18.40 aku dan Ranz sampai Balaikota. Ternyata di halaman balaikota lumayan ramai, dengan musik gamelan Bali. Wahhh ... ada apa ya? Rupanya sekelompok seniman sedang gladibersih buat acara di hari Minggu. (Nyepi kali ya? lupa. heheheh ...) Sudah ada 2 pehobi sepeda lowrider yang ada di lokasi, Om Djoko dan Ardy.




Semakin malam, seperti biasa semakin banyak, meski tidak sebanyak biasanya gegara gerimis yang masih turun. Pukul 19.30 kita meninggalkan balaikota dan mulai bersepeda mengikuti rute yang telah kutulis di flyer/poster.

Dalam perjalanan kita berfoto di taman Banjir Kanal Barat, sekaligus pemberian hadiah buat para pemenang lomba foto. Dari sana kita kembali ke arah Tugumuda. Mengingat stiker yang kita bagikan jumlahnya masih lumayan banyak, Ranz berinisiatif untuk membagikannya ke beberapa pengendara kendaraan bermotor.

Sampai jumpa di segowangi 27! :)

LG 11.28 05/04/2016














stiker yang kita bagikan