Cari Blog Ini

Rabu, 02 September 2026

Biking to Cenklik Coffee, Cengklik

menapaki 'tanjakan' flyover di Purwosari

 

Hari Minggu 30 Agustus 2026, aku dan Ranz kembali bersepeda ke arah Waduk Cengklik. Jika 4 minggu sebelumnya Ranz mengajak ke Honai, kali ini aku mengusulkan ke Cenklik Coffee: aku sudah melihat reels orang tentang Cenklik Coffee ini sejak beberapa minggu yang lalu. Kirain Ranz sudah tahu, ternyata belum, dia malah melihat reel Honai terlebih dahulu. 

Jika Honai terletak di arah Barat Laut dari waduk, Cenklik Coffee terletak satu deret dengan Omah Prahu, yakni di sebelah Timur waduk.  Lebih dekat ketimbang jika kami bersepeda ke arah Honai, plus tidak perlu melewati 2 tanjakan yang aku tulis di kisah sebelum ini 😁 kami hanya perlu melewati 'tanjakan' yang berupa flyover; flyover pertama di stasiun Purwosari, flyover yang kedua kami sudah dekat area lapangan udara Adi Sumarmo, flyover di atas jalan tol. 

Kami berangkat dari rumah Ranz sekitar pukul 07.00. Seperti kisah sebelumnya, aku naik Astro, Ranz naik Petir. Sesampai de Tjolomadoe, kami pun berhenti untuk foto-foto sejenak. kami sampai Cenklik sekitar pukul 08.30. Sampai sana, ternyata Cenklik sudah lumayan ramai pengunjung. Bahkan di tempat parkir, aku melihat 3 sepeda yang diparkir di tempat parkir khusus sepeda. 

flyover di atas jalan tol, Boyolali
sebelah 'sana' itu Waduk Cengklik

 

Cenklik Coffee ini bukan satu-satunya cafe/resto yang ada di daerah 'itu'. Di sebelah kiri dan kanan masih ada tempat nongkrong lain. Tapi, sebagian dari resto/cafe itu bukanya setelah jam 3 sore karena mereka mengusung tema 'sunset' yang indah sebagai tajuk untuk mengundang orang datang. 

Kami sepedaan hanya sekitar 26 kilometer hari ini. 

Sorenya, kami dolan ke Lokananta Bloc, naik taksi online, Ranz ogah kuajak naik sepeda lagi 😂 aku ingin melihat kedai buku Mata Patjar yang ada di sana. Harapanku ini seperti Lana Singgah atau cafe Slari yang menyediakan lumayan banyak buku untuk dibaca di tempat. Ternyata, tidak sebanyak yang ada di Lana Singgah maupun di Slari. Plus, variasi makanan/minuman di Mata Patjar ini tidak sebanyak yang ada di Lana maupun Slari. Tapi, jika anda tipe orang yang suka menjelajah cafe yang menyediakan buku untuk dibaca di tempat, it is worth visiting dan foto-foto 😀 

PT56 11.23 02 September 2026