Senin, 27 Juni 2016

SEGOWANGI 29

B2W Semarang dibentuk pada tahun 2008 .. bla bla bla :D

Pelaksanaan segowangi yang ke-29 kebetulan bertepatan dengan akhir bulan Juni 2016. Delapan tahun lalu – tepatnya 26 Juni 2008 – sebelas orang berkumpul di rumah Om Budianto (yang juga kita kenal sebagai Om Budenk di sosmed) dan setuju untuk mulai membentuk satu wadah yang merupakan kepanjangan dari B2W Indonesia, untuk ikut serta menyebarkan ‘virus’ bersepeda ke tempat kerja – atau ke tempat beraktifitas lain – di kota Semarang. Inilah sebabnya “SEWINDU B2W SEMARANG” kupilih sebagai tema segowangi bulan ini.


Dwi dan Er Em
Kebetulan yang kedua adalah pelaksanaan segowangi ke-29 jatuh di satu hari bulan Ramadhan. Seperti pelaksanaan segowangi di bulan Ramadhan dua tahun lalu dan setahun lalu, kita pun ber-ngabuburide.

Avitt

om Dije

om Luqman

Aku dan rombongan – plus Ranz, Tami, dan Avitt – sampai di Balaikota sebelum pukul 17.00. Disana Om Dije dan Om Luqman telah tiba. Tak lama kemudian datanglah pasangan suami istri nan kompak, Nte Lies dan Om Kis. Ini adalah kali pertama bagi mereka untuk bergabung ikut segowangi. Berikutnya Dwi dan seorang teman kuliahnya yang meminta dipanggil “Er Em” :D Tak lama, Arif Daeng pun menyusul.

Acara kubuka sekitar pukul 17.20. Aku sedikit bercerita tentang berdirinya B2W Semarang. Setelah adzan maghrib, kita pun mulai makan bersama dengan menu nasi kuning dan kawan-kawannya. :D

nte Lies

om Kis

Tami

Setelah shalat maghrib, sebagian dari yang hadir pamit karena akan mengikuti night ride yang diadakan oleh RL. Sementara itu, datanglah Hariyadi, Edy Wi dan Uakiim yang ternyata tetap memilih bersepeda bersama segowangi.






Arif


alhamdulillaaah ... masakannya enak!

Kita mulai bersepeda pukul 19.30, mengikuti rute yang telah kuumumkan beberapa minggu sebelumnya. Kali ini kita bersepeda sembari berbagi rejeki kepada mereka yang kurang mampu dan beruntung (karena bertemu dengan kita.) Ranz membonceng Asrul yang naik motor karena membawa dos berisi nasi kuning yang kita bagikan. Tami membonceng Uakiim sambil membawa nasi kotak yang kita bagikan.




yang tidak ikut "kenduren" bareng, makannya terlambat ... heheheh ...

Kita telah kembali ke Balaikota sebelum pukul 21.00. Acara diakhiri dengan ngangkring bersama di angkringan Jalan Thamrin.

Sampai bertemu lagi di segowangi bulan Juli. J

LG 13.55 27/06/2016


siap gowes sambil berbagi

heyyy ... aku Tami ... yang mboncengin aku namanya Uak ... :D








Selasa, 21 Juni 2016

S E G O W A N G I

segowangi pertama yang dihadiri oleh Pak Walikota Semarang

Segowangi yang merupakan singkatan dari Semarang Gowes Jemuwah Bengi hadir di kota Semarang sejak bulan Februari 2014 untuk mengisi “kekosongan” kampanye bersepeda yang biasanya secara serentak dilakukan di banyak kota di seluruh dunia pada hari Jumat malam terakhir tiap bulan. SEGOWANGI adalah nama satu event, bukan nama komunitas.

Mengapa namanya SEGOWANGI? Dan tidak menggunakan istilah “LAST FRIDAY RIDE” agar tidak jauh beda dengan beberapa kota lain yang memiliki kegiatan yang sama? Ide ini diusulkan oleh Om Poetoet dari B2W Pusat agar menggunakan istilah yang lebih ‘membumi’. Karena kota Semarang berada di Pulau Jawa, bahasa Jawa pun menjadi pilihan.

segowangi ketiga, April 2014

Mengapa B2W Semarang yang menginisiasi? Ya karena saya dan beberapa teman lain yang tergabung dalam ‘komunitas’ B2W Semarang yang memulai kembali, apa yang telah ‘mati suri’ selama mungkin hampir 3 tahun. Pasti masih ada yang ingat bahwa Semarang pernah memiliki event serupa ini di tahun 2010 – 2011 dengan menggunakan judul event “Semarang Critical Mass Ride” yang disingkat SCMR. Nama ini mungkin diadopsi dari nama event “Indonesia Critical Mass” yang diadakan di Jakarta sejak tahaun 2010 dan masih eksis sampai sekarang.

segowangi ketujuh, Agustus 2014

Jika B2W Semarang yang menginisiasi kegiatan SEGOWANGI mengapa di tiap poster tidak ada logo B2W Semarang? Karena di awal penyelenggaraannya, saya dan beberapa teman berpikir bahwa B2W Semarang hanya menginisiasi saja. Kita berharap bahwa di bulan-bulan berikutnya, penyelenggara SEGOWANGI akan bergiliran ke komunitas-komunitas maupun klub klub sepeda yang ada di kota Semarang. Mungkin karena kurang komunikasi dengan teman-teman sepeda, hingga sampai sekarang SEGOWANGI tetap dikomandoi oleh B2W Semarang. SEGOWANGI adalah satu event yang diselenggarakan oleh dan untuk para pesepeda kota Semarang dan sekitarnya.

segowangi ke-11, Desember 2014
Mengapa dimulai di bulan Februari 2014? Saya bertemu om Poetoet – dan beberapa pandega B2W Pusat lain seperti Om Toto, Om Kartono, Nte Ria, dll – di bulan Desember 2013, pada penyelenggaraan JLFR (Jogja Last Friday Ride) yang kesekian.  Kawan-kawan pesepeda Jogja waktu itu sedang dibuat resah oleh sang walikota yang ingin menghapus “Sego Segawe”. Kenyataan bahwa banyak hotel baru dibangun di Jogja tanpa menyediakan lahan parkir yang layak membuat kota ini semakin dipenuhi kemacetan dimana-mana. Oleh karena itu, B2W Pusat menggandeng para pengurus B2W di kota-kota lain ikut meramaikan JLFR bulan Desember itu sekaligus mengadakan “informal gathering”.

Harusnya SEGOWANGI dilaksanakan di bulan Januari 2014 dong? Lha itu, masalahnya saya dan Ranz yang akan menjadi “pelaksana utama” sedang ingin mbolang, mumpung ada satu tanggal merah tambahan di akhir bulan Januari itu. :D maka pelaksanaannya baru kita mulai di bulan Februari 2014.

Di awal penyelenggaraan SEGOWANGI banyak kawan sepeda yang ingin event ini diselenggarakan tiap Jumat, bukan hanya di hari Jumat terakhir tiap bulan. Sayangnya permintaan ini tidak bisa saya kabulkan karena tiap hari Jumat malam itu saya selalu ada kegiatan di rumah.

segowangi ke-8, September 2014

Frankly speaking, jadual event SEGOWANGI terkadang mengganggu rencana-rencana mbolang saya dan Ranz. :D Sejauh ini, kita (terpaksa) mencoba mengatur lagi rencana-rencana mbolang itu. Namun terkadang kita justru mengubah hari pelaksanaannya. Sudah dua kali kita mengubah jadual pelaksanaannya, yakni maju ke hari Jumat ketiga; yang pertama di bulan September 2014, karena pada hari Jumat terakhir tanggal 26 September itu saya dan Ranz bersepeda ke Jogja untuk menghadiri Jamselinas keempat; yang kedua di bulan Juni 2015, karena di hari Jumat terakhir kita sedang bikepacking menjelajah Bali & Lombok.

Inti penyelenggaraan SEGOWANGI adalah kampanye bersepeda, menggunakan sepeda untuk kegiatan sehari-hari, dan bukan hanya menganggap sepeda sebagai alat untuk berolahraga. B2W Pusat ingin ada event kampanye bersepeda di Semarang, yang dilaksanakan di malam hari, karena event FUN BIKE biasanya diselenggarakan di pagi hari plus bersepeda di pagi hari itu sudah terlalu mainstream. J

Segowangi ke-10, Nopember 2014

Sehatkah bersepeda di malam hari? Ya, asal kita melengkapi diri dan sepeda dengan pakaian dan alat-alat yang kita butuhkan. Misal, mengenakan jaket/vest untuk menahan hembusan angin malam. Kenakan baju yang warnanya mencolok agar terlihat pengguna jalan lain. Jika perlu kenakan pakaian yang ada scotchlite-nya. Lengkapi sepeda dengan lampu yang memadai. Plus, helm jangan lupa.

Mengacu ke paragraf keempat di atas, penyelenggara SEGOWANGI untuk berkampanye sepeda bisa siapa pun. Tidak harus B2W Semarang. Jika ada komunitas atau klub atau apapun juga yang berniat mengadakan kampanye sepeda ini di hari Jumat terakhir, silakan lho. Saya dan Ranz akan kembali fokus ke rencana-rencana mbolang kami selanjutnya. :D Mau ganti namanya juga boleh kok, ga harus SEGOWANGI. Intinya adalah kampanye bersepeda.

segowangi ke-9, Oktober 2014
SHARE THE ROAD? Karena ‘share the road’ adalah motto yang selalu dipakai oleh ‘komunitas’ B2W dimana pun berada, SEGOWANGI tentu saja menggunakan motto ini. Namun jika motto ini dianggap tidak penting, ya abaikan saja. J mau diganti dengan “penuhi jalan dengan sepeda” atau kembali menggunakan motto SCMR “rebut ruang kota’ ya silakan saja. Saya pribadi akan minggir. J saya yakin, Indonesia masih sangat jauh jika bermimpi bahwa jalan raya hanya akan dipenuhi hanya sepeda. Berapa persen rakyat Indonesia (yang bersepeda) telah mampu meninggalkan kendaraan bermotor dalam kegiatan mereka sehari-hari?

Mari tetap bersepeda untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor.


LG 10.15 22/06/2016

Segowangi 29



Shhhttt ...

Ada yang istimewa pada penyelenggaraan segowangi yang ke-29 nanti.


  • Sewindu B2W Semarang. Ya! Tanggal 26 Juni 2016 nanti, Bike to Work Semarang berusia 8 tahun! Jadi ingat 8 tahun lalu, 11 orang berkumpul di rumah Om Budianto (alias Om Budenk) di kawasan Puspowarno, dan kita setuju untuk membentuk 'komunitas' Bike to Work Semarang, yang merupakan "perpanjangan tangan" dari Bike to Work Indonesia (Jakarta). 
  • Ngabuburide. Berhubung penyelenggaraan segowangi ke-29 bertepatan pada bulan Ramadhan, kita mengadakan acara buka bersama. Oleh karena itu, kita undang teman-teman untuk datang lebih awal di Balaikota, yaitu, pukul 17.00 untuk buka bersama, dan kemudian akan dilanjutkan dengan shalat maghrib bersama di masjid Balaikota.
  • Bagi-bagi rejeki. Mumpung di bulan nan penuh berkah, saat bersepeda, kita akan sekalian membagikan rejeki yang kita punya kepada para fakir miskin yang kita temui di jalanan.


Oh ya, karena kebetulan toko sepeda RL juga mengadakan night ride di malam yang sama, dan kita tahu lah teman-teman tentu mengejar untuk mendapatkan door prize yang mungkin akan dibagi-bagi oleh RL, kita persilakan teman-teman sepeda untuk bergabung dengan RL. Biarlah yang nanti berbagi rejeki hanya aku dan beberapa kawan yang tidak ngiler mengejar door prize yang dibagikan RL. A friend in need is a friend indeed. Begitu kata pepatah. :)

So? Sampai ketemu hari Jumat 24 Juni 2016 yaaa?

IB 20.50 21/06/2016

Jumat, 17 Juni 2016

Snow White

SNOW WHITE adalah nama sepeda lipat yang pertama kali kupakai mbolang ke luar kota. Check this link. Snow White dibelikan kakakku yang baik hati dan tidak sombong plus rajin menabung di bulan Desember 2010, Alasannya simpel, dia ingin adik-adiknya di Semarang pun bisa menikmati rasa naik sepeda lipat, setelah dia sendiri beli satu sepeda lipat untuk di rumahnya di Cirebon.

Karena telah ada sepeda lipat inilah, aku mengiyakan ajakan Cipluk untuk menghadiri gathering B2W korwil Jateng DIY di bulan Januari 2011. Ini adalah debut Snow White mbolang ke luar kota.

Kesempatan kedua mbolang bersama Snow White, kita kembali ke Jogja dua bulan kemudian, Maret 2011. Kali ini aku bergabung bersama KomseliS (komunitas sepeda lipat Semarang) untuk menghadiri satu event yang diberi tajuk JOGJA ATTACK yang konon merupakan embrio event jambore untuk sepeda lipat se Indonesia. Jika di event yang pertama dipicu oleh rasa kangen Jogja (plus komporan Cipluk) yang kedua ada menu yang super menggoda : bersepeda dari bunderan UGM menuju Candi Borobudur.


Kesempatan ketiga, aku memenuhi undangan Ranz untuk berkunjung ke kotanya, Solo. Setelah itu, kita melanjutkan perjalanan dengan gowes ke Jogja lagi! hohohoho ... Dan ternyata oh ternyata ... mbolang ke Solo + Jogja ini menjadi embrio kisah bikepacking kita selanjutnya. Yuhuuu ... :) Ini kita lakukan di bulan Juni 2011.

Mbolang kali keempat bersama Snow White adalah dolan ke Karimun Jawa. Tertarik dengan rencana adikku dolan ke KJ bersama teman-temannya, tapi aku ga mau dolan bareng mereka, aku mengajak Ranz ke KJ. Ranz yang mengaku phobia air, namun godaan dolan KJ lebih menggiurkan, dia pun menerima ajakanku ke KJ. Bahkan dia pun mengajak bawa sepeda. Nah! Saatnya Snow White beraksi lagi. :) Awal Juli 2011 kita pun mbolang ke KJ.

gowes di Karimun Jawa

Ternyata bikepacking alias mbolang naik sepeda memang benar-benar bikin ketagihan. :D Usai mbolang ke KJ, kita pun merencanakan perjalanan selanjutnya.

Di bulan September 2011 kita kembali beraksi. Uhuk :D Karena aku suka pantai, Ranz pun mengajakku ke pantai lagi. Usai berlebaran di awal September itu, kita kembali mengayuh pedal sepeda lipat kita ke arah Wonogiri. Pantai Nampu menjadi tujuan kita. Bikepacking ke Pantai Nampu ini akan tetap menjadi sangat memorable gegara kurang informasi, kita terpaksa menginap di lobi satu hotel di kota kecamatan Pracimantoro. Hohohoho ...

Di masa libur akhir tahun 2011, kita kembali mbolang. Akhir ini kita tidak ke pantai, melainkan ke ... gunung. LOL. Gegara tertarik satu artikel di satu media nasional tentang Candi Cetho, aku pun mengajak Ranz kesana. Karena ketidaktahuan Ranz bahwa kita bisa langsung gowes ke Candi Cetho, kita gowes dulu ke Tawangmangu. Lha malah muter jauh lah kita. hihihihi .. Tapi malah di bulan Desember 2011 itu kita mengunjungi 3 lokasi, Grojogan Sewu di Tawangmangu, beserta Candi Cetho plus Candi Sukuh.

Snow White dan Pockie di pelataran camping ground Tawangmngu
Awal tahun 2012, mendadak kita mbolang ke Wonosobo + Dieng. Ini tanpa rencana. Setelah mendapatkan undangan pernikahan dari seorang rekan kerja yang aslinya Wonosobo di bulan Januari 2012, aku mengajak Ranz untuk ikut menghadiri pesta pernikahan ini. Kebetulan ada tambahan satu hari libur di hari Senin, kita pun melanjutkan perjalanan ke Dieng. Ini kali pertama kita mbolang bersama Angie, dan kita hanya membawa 2 sepeda lipat, hingga kita tidak bisa bebas bergerak. But it was okay. :)

Juni 2012 aku kembali mengajak Snow White dolan, kali ini untuk menghadiri gathering korwil B2W Jateng dan DIY yang diselenggarakan di Jepara. Jika di bulan Januari 2011 aku dikompori Cipluk, kali aku tidak ada yang mengomporiku. LOL. Ranz yang baru saja mengikuti event gowes Srikandi 2 mewakili kota Jepara (meski asli Solo) diundang langsung oleh om Andang, salah satu panitia. Dan ... tentu saja Ranz mengajakku. :)

Snow White kembali beraksi di bulan Agustus 2012, saat kita bikepacking Semarang - Rembang - Lasem - Tuban. Pertama kali aku benar-benar menaiki Snow White dalam perjalanan karena sebelum ini aku biasanya menaiki Pockie. Snow White yang memiliki rak boncengan biasanya dibebani tas pannier tempat kita menaruh segala peralatan yang kita butuhkan dalam perjalanan. Oleh karena beban ini, yang menaiki Snow White pun Ranz. hihihihi ... Kali ini Ranz telah memasang rak boncengan di Pockie untuk dibebani tas pannier. Oh ya, ini juga kali pertama kita mbolang nyebrang propinsi, ke Jawa Timur :)

Di bulan November 2012 kita kembali menyeberangi batas propinsi, ke Jawa Timur lagi. :) Tatkala kita ke Tuban, beberapa teman facebook-ku memamerkan Trowulan yang penuh dengan peninggalan kerajaan Majapahit. Mereka mengompori untuk melanjutkan perjalan dari Tuban ke Trowulan. Akhirnya di bulan November 2012 kita memiliki kesempatan untuk mengunjungi candi-candi di Trowulan, sekaligus mengikuti jambore sepeda lipat nasional yang kedua. Jadi setelah mbolang di Mojokerto, kita melanjutkan perjalanan sampai Surabaya. :)

Dan ... mbolang ke Surabaya ini adalah mbolang Snow White terakhir keluar kota. Mulai tahun 2013 aku mbolang keluar kota dengan menaiki Austin. :)

Snow White kujepret di seberang Lawang Sewu, waktu bike to home

Kadang aku masih menaiki Snow White, untuk berangkat kerja ke kantor, kadang bersepeda di hari Minggu pagi, dll. Setelah Austin ku-upgrade di bulan Januari 2014, dengkulku kian manja :D hihihi ... padahal harus tetap kuakui, jika di jalan datar, dan kecepetan tertentu telah kucapai, Snow White larinya jauh lebih stabil ketimbang Austin. Namun, setelah lamaaaa Snow White tidak terlipat, jangan-jangan lipatannya kian berat ya? Dan malah menjadi ga bisa dilipat? Wew ... Btw, aku bermimpi satu kali nanti mengajak Angie mencoba mbolang dengan bawa sepeda lipat, misalnya ke Trowulan - Mojokerto, atau susur selokan Mataram - Jogja.

IB180 13.13 18/06/2016

Selasa, 07 Juni 2016

Segowangi 28

Segowangi alias "Semarang Gowes Jemuwah Bengi" saat silaturahmi pehobi gowes malam di bulan Mei 2016 telah sampai ke angka 28! Long life Segowangi! Yuhuuuu :)

Jika biasanya di bulan Mei, aku mengambil tema yang berhubungan dengan HUT kota Semarang, kali ini aku "hanya" memilih tema "bersepeda membuat hati riang" karena di awal bulan, kita telah mengikuti event "GOWES SEJARAH" yang diinisiasi oleh KomseliS. Gowes Sejarah ini diselenggarakan untuk ikut menghayubagya HUT kota lumpia ini. :)

Berhubung Riu yang biasanya kumintai tolong membuat poster sedang super sibuk dua bulan terakhir ini, ga ada poster yang bisa dipajang. :) Aku mengundang / mengumumkan penyelenggaraan segowangi hanya di dinding grup BIKE 2 WORK SEMARANG di facebook.

Untuk rute bulan Mei 2016, aku memilih Balaikota - Jalan Pemuda - Jalan Imam Bonjol - Jalan Hasanudin - Jalan Kokrosono - nyebrang jembatan Banjirkanal Barat - Jalan Basudewa - Jalan Simongan - Gedung Batu Sam Poo Kong (photo session) - Jalan Kaligarang - Jalan Dr. Sutomo - Tugumuda. Untuk penyelenggaraan segowangi bulan ini, kita berhenti di Tugumuda, untuk memberi kesempatan Uak -- rekan sepeda dari grup KOMPAL Gunung Pati -- untuk berfoto ria dengan latar belakang Lawangsewu. Shhhhtttt ... dia mengaku belum pernah foto di kawasan Tugumuda. Hihihihi ... Kena deh kali ini dia kita kerjain. :D

Here are photos taken by Ranz. :)