Selasa, 26 April 2016

Gowes Kartini 24 April 2016 (kisah)

Aku dan Ranz sampai di Balaikota pukul 05.25, 5 menit sebelum waktu kumpul yang kita tentukan. Tak lama kemudian Tami muncul. Armando yang ingin bergabung mengabariku di menit 05.28, bahwa dia baru akan meninggalkan kawasan Unnes. Kemudian Avitt yang tinggal di kawasan Pasadena bergabung.

Sementara itu, di halaman balaikota nampak ada kesibukan. Ternyata sedang ada event juga di dalam. Ada rombongan naik sepeda mahal (ga kusebut mereknya ya? hihihihi ...) pun datang menyambangi kita. Waduh, bakal mereka kalau nggenjot sepeda pasti wush ... wush ... wush ... Mana mungkin mereka bakal sabar nungguin kita ya? hihihihi ... (Ternyata mereka memang berniat untuk mengantar kita sampai Demak.)




Pukul 06.00 sudah ada 6 perempuan, pesepeda utama event #GowesKartini ini; aku, Ranz, Tami, Avitt, Dwi, dan Hesti. Nte Lies baru nyampe balaikota dan berganti kaos 'seragam'. Pukul 06.20 kita baru mulai ritual pertama -- foto bareng -- disusul berdoa bersama. Aku meminta Om Dije dan Om Doni untuk menjadi road captain, berada di depan, terutama untuk 'menghadang' angin pantura yang ganas. LOL.

Anis baru bergabung dengan rombongan di traffic light Bangetayu.

Syukurlah kita sampai di pitstop pertama -- tempat kita sarapan di Demak -- tepat pada pukul 08.15, seperti yang kuperkirakan semula, meski kita berangkatnya molor 30 menit dari yang kuharapkan. Pukul 09.00 kita meninggalkan rumah makan soto itu, menuju alun-alun Demak, untuk mengukir kenangan : foto-foto. :) Satu hal ini sangat penting buat Avitt, Hesti dan Anis yang baru kali pertama menjejakkan kaki di masjid agung Demak dengan bersepeda :D



Oh ya lupa, Om Doni yang senantiasa di depan, mengatur kecepatan yang sangat 'friendly' buat pesepeda perempuan, yakni tak lebih dari 20 km per jam. Terkadang sampai 25 km per jam, namun ga lama. Dia akan segera mengurangi kecepatan, hingga maksimal 20 km per jam.

Kurang lebih 3 kilometer kita meninggalkan pertigaan Trengguli, kita mendapatkan kesempatan untuk beristirahat lagi, karena ban depan sepeda Hesti bocor. :) Untunglah ada Om Dije yang sering menjadi tumpuan kita sebagai mekanik kala kita gowes bareng. :D Yang lain istirahat, Om Dije -- dibantu dengan Om Doni -- menambal ban sepeda Hesti.



Kita istirahat lagi setelah nyampe Welahan. Sebuah minimarket dipilih oleh Om Doni tempat kita istirahat. Sebagian masuk ke minimarket untuk membeli sesuatu, namun kita tak perlu repot-repot membeli air mineral karena Tayux dan Da menyiapkan air mineral satu galon untuk kita semua. Alhamdulillah ...


10 kilometer dari minimarket ini kita beristirahat lagi, kebetulan telah masuk waktu shalat Dzuhur, dan Om Doni memilih lokasi istirahat di sebuah musholla. Siang ini panas sekali hingga rasanya kita tak bakal menolak jika tiap 10 kilometer kita diajak beristirahat. Hihihihi ... Kebetulan juga disini ban sepeda om Luqman bocor lagi untuk yang kedua kali.



Selepas minimarket, trek mulai rolling, naik turun. Kebetulan juga cuaca pun berganti panas, mendung, gerimis, panas lagi, mendung lagi. :)

Seperti biasa kita berfoto ria di gerbang perbatasan masuk kota Jepara, selepas melewati tanjakan yang meski tidak curam namun cukup panjang.



Setelah gerbang ini, kita tak lagi beristirahat. Kita langsung mengayuh pedal hingga museum Kartini. Kebetulan karena sedang ada karnaval memperingati Hari Kartini, di banyak ruas jalan kita mendapati kemacetan. Kita harus berputar-putar mencari jalan untuk sampai di museum.

Sekitar pukul 14.00 kita sampai lokasi dengan selamat dan sukacita. Alhamdulillah ...

Karena kebutuhan perut, kita memilih makan siang dulu, baru menjelajah museum. Syukurlah Tayux dan Da telah berinisiatif untuk memesankan kita makan siang yang lezat hingga kita tak perlu repot-repot memilih mau makan dimana. Usai makan, kita baru masuk ke museum dan menikmati benda-benda peninggalan Ibu Kartini dan kakaknya Sosrokartono yang sama-sama mengagumkan kehebatannya.


Pukul empat sore kita meninggalkan museum, menuju Pantai Kartini. Ada pameran yang berkenaan dengan perayaan Hari Kartini yang diadakan di satu bangunan tak jauh dari Pantai Kartini. Sayangnya pameran telah tutup, hingga kita tidak jadi masuk. Ternyata anak-anak begitu gembira ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk 'bermain' di halaman dalam Pantai Kartini. Foto-foto tentu tak ketinggalan. :D




Menjelang maghrib kita meninggalkan lokasi, kembali ke Semarang.

Terima kasih partisipasi semua yang terlibat hingga pelaksanaan #GowesKartini berjalan dengan lancar tak kurang suatu apa, plus menyenangkan untuk kita semua. I am personally indebted to Tayux and Da yang benar-benar menyiapkan segala yang bahkan tak sempat kupikirkan, mulai dari mengiringi kita naik mobil pickup, menyediakan air minum, cemilan berupa coklat, menyediakan sepeda ekstra, in case sepeda yang dinaiki peserta ada yang trouble, menyediakan makan siang gratis yang nikmat, hingga memesankan truck untuk 'pasukan' yang loading kembali ke Semarang.

Ada 5 orang yang memilih gowes pp: Om Dije, Om Doni, Aulia, Adil dan Wachid. Ketiga nama terakhir ini adalah pesepeda dari Demak yang memang berniat bergabung bersama kita semua.

3 peserta yang newbie (Avitt, Hesti, dan Anis) benar-benar membuatku surprised karena mereka sama sekali tidak terlihat kesulitan dengan trek yang harus kita lewati, padahal ini adalah debut mereka turing luar kota. Ternyata mereka telah mempersiapkan mental dan fisik dengan baik.

Sampai jumpa di event kita selanjutnya yaaa :)

IB 12.23 27/04/2016

Gowes Kartini 24 April 2016 (foto-foto)

Untuk pertama kalinya B2W Semarang mengadakan satu event dengan tajuk #GowesKartini, khusus untuk merayakan Hari Kartini yang biasa diperingati tanggal 21 April. Dari 10 pesepeda perempuan yang kita harapkan ikut, kita 'hanya' mampu menjaring 8 perempuan untuk "menjawab tantangan" kita; meski aku yakin sebenarnya banyak perempuan lain yang mampu, namun mungkin belum merasa 'terpanggil' untuk menunjukkan bahwa perempuan pun bisa bersepeda jarak jauh. Atau, telah telanjur memilih ikut event lain di kota lain.

Delapan perempuan itu adalah Nana Podungge (aku sendiri :) ), Ranz yang sekaligus 'bertugas' sebagai fotografer dan videografer, Tami, Dwi, Hesti, Avitt, Lies Remona dan Anis Meilia. Ella mengundurkan diri, sedangkan Farida, karena komunikasi yang tidak jelas, tidak jadi ikut. :)

Selain 8 pesepeda perempuan, ada sekitar 13 pesepeda laki-laki yang ikut menemani kita berlelah-lelah mengayuh pedal.

Alhamdulillah semua berjalan lancar, dari titik start di depan Balaikota Semarang Jalan Pemuda hingga finish di Museum Kartini Jepara. Tentu semua ini tak lepas dari rasa optimisme para peserta bahwa mereka mampu mengayuh pedal sejauh kurang lebih 80 kilometer, dengan trek membosankan, lol, dan panas pantura yang aduhai; dan Semesta yang merestui perjalanan ini. Selain itu juga bantuan sepenuhnya dari Paketu Komselis, Tayux, beserta istri tercinta, Da yang benar-benar menjadi seksi sibuk, menyiapkan ini itu itu ini.

Ada sedikit gangguan dalam perjalanan, yakni ban bocor. Yang pertama menimpa Hesti, ban depan sepedanya mendadak kehabisan angin, tak lama setelah kita meninggalkan pertigaan Trengguli. Yang kedua menimpa om Luqman. Syukurlah ada om Dije di dalam rombongan, dia sangat bisa diandalkan jika terjadi apa-apa terhadap sepeda kita semua. :)

Semua foto yang kuunggah disini hasil jepretan Ranz :)

7 pesepeda utama event ini (Anis belum gabung)
ki-ka : Ranz, Nte Lies, Hesti, Nana, Dwi, Avitt, Tami


bersama para penggembira, baik yang ikut bersepeda sampai Jepara, maupun yang hanya sampai Demak

















Om Dije (kanan) beraksi menambal ban sepeda Hesti







Om Dije membantu om Luqman menambal ban sepedanya


setelah menapaki tanjakan panjang, sebelum masuk kota Jepara, semua tetap tampak cerah :)



suasana di dalam Museum Kartini (1)

Suasana di dalam Museum Kartini (2)

Guide kita yang menjelaskan segala yang ada di museum dengan semangat

Suasana dalam museum (3)

Tayux dan Da, seksi sibuk sekali :)

lovely couple, sang istri pingin turing, sang suami mengiringi :)

narsis itu jangan sampai lupa :D

narsis bersama di dalam museum

kita berdelapan in action bersama guide museum :)

Om Kis nampaknya seorang pemalu ya? :)

no comment, ye? :D

dua sahabat yang mulai kita racuni turing :D

Hesti (kiri), ini merupakan debutnya gowes jauh, antar kota :)

Dimas (kiri) pertama kali turing luar kota juga, Arif (kanan) sih sudah beberapa kali  gabung kita :)

Avitt dan Anis (kedua dan ketiga dari kanan) juga merupakan newbie turing luar kota

rame-rame selalu aduhai :)

di Pantai Kartini, dengan kura-kura raksana sebagai ikon lokasi wisata




suasana loading

sebagian peserta yang turun di Jalan Raden Patah
Sampai jumpa di event Kartini tahun depan. (Who knows kita bakal dapat rejeki melakukan kegiatan serupa. lol.)

IB 11.17 27/04/2016