Rabu, 25 Maret 2015

Polygon Blog Competitions #2 -Sahabat Alam”: S-E-G-O-W-A-N-G-I


SEGOWANGI

Se-go-wa-ngi? Apaan tuh?

Perkenalkan, segowangi singkatan dari Semarang gowes jemuwah bengi alias event bersepeda di hari Jumat (terakhir tiap bulan) yang diadakan oleh, dari, dan untuk komunitas pesepeda di kota Semarang. Dimotori oleh Komunitas B2W Semarang, mengikuti kota-kota lain yang telah melaksanakan event serupa sejak beberapa tahun silam, Semarang memulai event sepedaan di hari Jumat malam terakhir tiap bulan ini sejak bulan Februari 2014. Sengaja memilih nama yang berbau Bahasa Jawa agar lebih mudah diingat oleh orang-orang Semarang yang mayoritas berdarah Jawa. Well, beberapa tahun lalu pernah juga sih Semarang mengadakan event serupa dengan nama SCMR (Semarang Critical Mass Ride), selama kurang lebih 2 tahun namun kemudian vakum. 

poster undangan segowangi bulan Maret 2015

Apa tujuan diselenggarakannya ‘segowangi’? Yang pertama tentu untuk ajang bersilaturrahmi para pesepeda dari berbagai komunitas sepeda di kota Semarang. Yang kedua, untuk memasyarakatkan gaya hidup sehat dengan bersepeda jika ingin pergi ke tempat beraktifitas. Ketiga, untuk saling belajar mengenai segala pernak pernik sepeda. Ini terutama bagi para newbie yang ingin lebih mengenal sepeda dan segala tetek bengeknya, mereka bisa belajar dari para senior. Selain itu juga untuk lebih mengenal jenis sepeda, mulai dari sepeda gunung, sepeda mini, fixie, fat bike, sepeda lipat, sepedabalap, bmx, low rider, dll karena event segowangi tentu terbuka bagi semua pesepeda dengan berbagai jenis sepeda yang mereka sukai. Keempat, untuk memiliki relasi lebih luas. Lebih banyak teman tentu lebih banyak relasi bukan? Kelima, mengekspresikan hobi narsis bagi yang suka fotografi, eh, difoto oleh temannya yang suka motret. LOL. Yang hobi motret, event segowangi bisa jadi kesempatan bagus buat motret lho. Keenam, eh, siapa tahu ketemu jodoh. Hehehehe ...

usai gowes, kita mengheningkan cipta, berdoa untuk para pahlawan, segowangi bulan November 2014

Lalu, kegiatannya ngapain aja tuh selama ‘segowangi’? Tak jauh berbeda dengan kegiatan serupa yang diadakan di kota-kota lain. Kita berkumpul di satu titik sekitar pukul 19.00, kebetulan saat ini yang dipilih adalah halaman Balaikota Semarang yang terletak di Jalan Pemuda. Setelah sesi dokumentasi alias foto bareng seluruh peserta, kita mulai gowes bareng keliling kota sekitar pukul 19.30. Tiap bulan Komunitas B2W Semarang memilih satu tema yang kadang menentukan rute yang diambil. Misal, bulan Mei adalah bulan ulang tahun kota Semarang. Tahun 2014, kita gowes keliling dengan mampir di beberapa titik tempat wisata kota Semarang, misal, Kelenteng Tay Kak Sie, Gereja Blenduk, Kelenteng Sam Poo Kong, dan terakhir kita rame-rame foto di kitaran Tugumuda dengan latar belakang bangunan Lawangsewu yang melegenda itu. Bulan November 2014, dengan tema “Hari Pahlawan” ketika gowes keliling, kita sempat mampir di Taman Makam Pahlawan Giritunggal, dan diakhiri dengan menyalakan lilin sambil mengirim doa buat para pahlawan yang telah mengorbankan diri demi bangsa dan negara.
Di kedepannya, rencana kita akan mengadakan event menanam mangrove. Untuk ini tentu saja kita tidak akan melaksanakannya di jadual ‘segowangi’ yaitu Jumat malam, melainkan di hari Minggu pagi.

foto bareng sebelum gowes bareng, segowangi Desember 2014

komunitas sepeda lipat Semarang
 
komunitas low rider Semarang
Para pesepeda kota Semarang sangat berharap dengan saling bersilaturrahmi di ajang ‘segowangi’ kita akan semakin solid untuk ikut menjaga bumi, agar semakin terpacu semangatnya menggunakan sepeda saat melakukan aktifitas, hingga kita pun membantu pemerintah untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak.

LG 13.57 23/03/2015

KATA KUNCI: SEPEDA, SEPEDA GUNUNG, SEPEDA LIPAT, TOKO SEPEDA, HARGA SEPEDA dan JUAL SEPEDA” 

Sabtu, 28 Februari 2015

Segowangi edisi HUT pertama

Tak terasa ... (bener ga ya ga terasa? :p) segowangi event kesayangan para pehobi gowes malam telah mencapai usia satu tahun. Pertama kali kita menyelenggarakan gowes malam dengan nama SEGOWANGI bulan Februari 2014, maka penyelenggaraan segowangi bulan Februari 2015 adalah ultah yang pertama. :)

Pelaksanaan segowangi yang ketigabelas jatuh pada tanggal 27 Februari 2015. Demi memberikan kesan berbeda dengan pelaksanaan segowangi yang lain, kita pun memberi satu agenda tambahan: pembagian door prize! Door prize utama kita berikan kepada dua pesepeda yang sama sekali tidak pernah absen dari segowangi satu hingga dua belas, Miko dan Arif. Yang lain-lain itu tambahan karena kebaikhatian Ranz dan sponsor dari Om Aryo Wikantomo Jogja.

Rute kita kali ini dari Balaikota belok kanan Jalan Pemuda kemudian Jalan Thamrin belok ke Kampung Kali, lanjut sampai belok ke Jalan MT Haryono, lurus sampai Bubakan, Kota Lama, foto-foto sejenak di Gereja Blenduk, kembali ke Jalan Pemuda dan Balaikota.

Peserta segowangi kali sangat banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya, entah karena promosi yang gencar -- meski hanya lewat media sosial saja -- atau karena ada embel-embel door prize yak? hohohohoho ...

Silakan nikmati foto-foto yang ada, hasil jepretan kamera Ananda Ranz.







































Minggu, 22 Februari 2015

Tweed Ride Semarang #2, Yang Bersepeda Yang Bergaya

Akhirnya, kita mengadakan Tweed Ride lagiiiii. Yeaaayyy.

Setelah absen di penyelenggaraan Tweed Ride bulan Desember, karena kesibukan ini itu, itu ini (halah! ngeles! LOL) akhirnya tanggal 21 Februari kite mengadakannya lagi. Meski beberapa wajah yang nongol di Tweed Ride pertama, bulan Oktober 2014, kali ini banyak juga muncul wajah-wajah baru yang juga tidak segan-segan dandan abis. Kewreen!

Pelaksanaan kali ini lebih awal ketimbang yang pertama dengan alasan yang sangat simpel: sang fotografer, Ranz, bisa nyampe Semarang lebih awal. Hahahaha ... Jika yang pertama dulu jam kumpul pukul 16.30 -- dengan pertimbangan mereka yang masih masuk kerja di hari Sabtu dan pulang jam 16.00, masih bisa menuju tikum -- Balaikota -- dan ikut serta gowes narsis. Kali ini kita tentukan jam kumpul pukul 15.30 dengan harapan kita bisa gowes narsis dengan rute yang lebih jauh, untuk lebih menarik perhatian orang. Meski untuk ini, tentu terpaksa mereka yang baru pulang kerja jam 16.00 tidak bisa ikut.

Seperti biasa kita berkumpul di Balaikota tercinta, di Jalan Pemuda. Sejenak saling bersilaturahmi, menyapa satu sama lain, foto-foto bersama, dan akhirnya kita pun berangkat. Rute kali ini dari Balaikota kita menuju Tugumuda, belok ke Jalan Pandanaran untuk kemudian unjuk narsis di Taman Pandanaran yang hitungannya masih lumayan baru di ibukota Propinsi Jawa Tengah ini. Foto-foto disini sekaligus menunggu mereka yang masih otw untuk bergabung bersama rombongan.

Dari Taman Pandanaran kita belok ke arah Taman KB, bukan untuk foto, cuma lewat, lanjut ke Jalan Pahlawan, muter Simpanglima, kemudian belok ke Jalan Ahmad Yani. Di perempatan Bangkong, kita belok ke arah kiri, Jalan MT Haryono. Lurus terus hingga sampai bunderan Bubakan, kita masuk ke kawasan Kota Lama. Seperti Tweed Ride yang pertama, kali ini gowes narsis juga kita akhiri di salah satu ikon kota Semarang, Gereja Blenduk.

Sampai ketemu lagi di event Tweed Ride selanjutnya. Ciao.

Photos credit to Ananda Ranz as usual. :) thanks a lot my dear












Taman Pandanaran, dengan warak sebagai ikonnya














aku bersama Nurul Lita, penyiar UP RADIO