Senin, 07 April 2014

B2W = Bike to Wedding (Cipluk dan Wawa)

Setelah rencana mengunjungi Cipluk balik beberapa kali gagal tereksekusi, akhirnya aku dan Ranz pun berhasil mewujudkannya pada hari Sabtu 5 April 2014 - Minggu 6 April 2014. Kebetulan karena ada event yang super penting: Cipluk menikah! Yay!

Sabtu 5 April 2014

Kita berdua meninggalkan kos Ranz sekitar pukul 07.30. Ketika lewat Jalan Imam Bonjol kita mampir ke sebuah gerai mini market untuk membeli bekal : dua botol air mineral dan beberapa potong roti untuk pengganjal perut. (Prakteknya roti tidak termakan sampai kita pulang. :) ) Pagi ini Semarang tertutup mendung. Bahkan ketika menjelang Kaligawe kita sempat merasakan titik-titik gerimis. Namun untung gerimis tak lantas berubah menjadi hujan. :)

Jika kita diganggu rasa kantuk waktu gowes ke Demak tanggal 9 Maret 2014, kali ini kita segar bugar. (Padahal aku sudah siap-siap 'bertarung' melawan kantuk.) Perjalanan lancar sampai di sebuah jembatan besi di kawasan Karangtengah karena Uncle Duck ingin bertemu untuk ... memberi kita handuk imut dan lucu dengan motif klub sepak bola dunia. (Duh, baiknya 'paman' kita satu iniii.) Kebetulan beliau ada di kantornya yang terletak tak jauh dari tempat kita bertemu.
jelang perbatasan Semarang - Demak


masjid agung Demak

monumen dekat alun-alun Simpang 7 Kudus

Pit stop pertama kita adalah Masjid Agung Demak yang terletak di alun-alun, tak jauh dari kantor Bupati Demak. Setelah beberapa jepret foto, kita lanjutkan perjalanan. Mendung telah pergi entah kemana; berganti terik mentari yang lumayan menyengat.

Kita sarapan di sebuah rumah makan yang menu andalannya ayam goreng + ayam bakar yang terletak di daerah Trengguli. Sayangnya tak kita temukan ayam bakar, hanya ada beberapa potong ayam goreng. Hal ini menyurutkan niat Ranz untuk makan. (Dia bukan pehobi ayam goreng.) Walhasil, kita hanya 'share' satu piring berdua. Namun, untuk minum kita pesan EMPAT gelas es teh. Nikmaaattt. :)

Ketika akan membayar, terjadilah percakapan berikut.

Penjual : "Makannya satu aja ya Mbak?"
Aku : "Iya."
Penjual : "Ayamnya juga cuma satu?"
Aku : "Iya."
Penjual : "Minumnya apa?"
Aku : "Es teh."
Penjual : "Dua gelas?"
Aku : "Empat gelas."
Penjual (terheran-heran), "Hah? Empat gelas?"
Aku : "Iya, empat gelas." (sambil meringis lebar)
Penjual (sambil memandang sepeda yang kita parkir di luar) : "Emang dari mana to Mbak?"
Aku : "Semarang."
Penjual : "Semarangnya mana?"
Aku : "Semarang barat. Ga jauh dari Kalibanteng,"
Penjual : "Wah jauh juga ya? Mau kemana sih?"
Aku : "Kudus."
Penjual (sambil manggut-manggut) : "Akan ada fun bike ya di Kudus?"
Aku : "Engga. Mau kondangan, ada teman yang akan menikah."
Penjual (sambil kembali memandang sepeda yang kita parkir di luar), "Hah? Mau kondangan? Kok naik sepeda?"
Aku : "Ya gapapa kan? Kebetulan teman yang akan menikah juga hobi bersepeda kok Mbak,"
Penjual : "Ooo ... Hati-hati ya Mbak?"
Aku : "Pastinyah. Suwun."

Kembali kita melanjutkan perjalanan. Permukaan jalan yang sempat berlubang-lubang parah karena musim hujan di bulan Desember - Januari telah mulus sehingga perjalanan kita lancar.

Kita masuk kota Kudus sekitar pukul 11.30. Namun kita tidak langsung ke rumah (calon) mempelai karena kita ingin menikmati es kelapa muda. Untuk ini, Ranz mengajakku ke seorang penjual yang terletak tak jauh dari Museum Kretek, tempat kita mampir waktu Gowes Ceria to Kudus di bulan April 2011 lalu.

Kita sampai rumah Cipluk pukul 12.45. Disana sudah ada Evie, sobat sepeda yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Sore, Sarah -- alias Simbok -- pun datang bersama rombongan mempelai pria dari Sidoarjo. :) Dan ... malam itu kita berempat pun menemani Cipluk berpesta 'bujang'. LOL. Apa yang terjadi di malam itu, biarlah hanya kita berlima yang tahu. LOL.

Minggu 6 April 2014

Acara dimulai dengan ijab pada pukul 08.00. Ijab berjalan lancar, tanpa ada grogi. (Sudah pengalaman atau karena latihan yak? LOL.) FYI, Cipluk maupun Wawa (dua-duanya bukan nama sebenarnya (LOL) adalah pehobi sepeda. Jika semula waktu aku mengenal Cipluk dia naik seli, setelah kenal Wawa, Cipluk pun ketularan, pindah ke lain hati, federal. :) Jika aku dan Ranz masih setia 'nyeli' dan ikut menghadiri event-event para selier (misal : jamselinas), Cipluk pun ikutnya hadir ke acara-acara para federalis. :)

Acara ijab dilanjutkan dengan resepsi pukul 10.00. Para tamu pun semakin banyak yang hadir, termasuk teman-teman B2W Semarang maupun Komselis. Juga ada beberapa teman dari FedJo (federal Jogja) dan beberapa kota lain.

reuni 4 member Srikandi #2 (Evie, Da Ningrum, Sarah, Ranz)

ijab saaahhh :)

Kedua mempelai menunggui tamu-tamu yang berdatangan hingga pukul 13.00. Sarah alias Simbok telah pulang ke Sidoarjo bareng rombongan keluarga mempelai pria sekitar pukul 12.30. Aku dan Ranz meninggalkan kediaman Cipluk pukul 13.30. Di tengah gerimis tipis kita mampir ke Masjid Menara Kudus terlebih dahulu.


Evie berdua dengan sang pengantin :)

Simbok Sarah tampil bedaaa :*

JUST MARRIED! :)

bersama Om Hamid dan Om Andang
bersama teman-teman Komselis dan B2W Semarang

Pukul 14.00 kita meninggalkan Masjid Menara Kudus. Kita beruntung (lagi) karena gerimis tak menderas hingga menjadi hujan. Perjalanan lancar hingga jelang sampai alun-alun Demak, jalan ditutup karena ada satu pertunjukan. Terpaksa kita memutar sebentar. Kita istirahat sejenak di sebuah gerai mini market, tak jauh dari alun-alun Demak

Kita sampai di Jalan Pemuda pukul 18.00 dimana Ranz mampir untuk membeli tiket travel. Untunglah masih ada tempat duduk. :) Setelah shuttle bus yang dinaiki Ranz meninggalkan kantor travel tersebut pukul 19.40; aku pun pulang ke rumah. :)

Sampai jumpa di kisah gowes Nana dan Ranz selanjutnya. :)

GG 14.28 07/04/2014

mumpung di Kudus, mampir Menara Kudus

foto sendiri-sendiri :D

mulai meninggalkan Kudus

jelang alun-alun Demak

perbatasan Semarang - Demak

no comment :D

sudah kembali ke Semarang :)

Senin, 31 Maret 2014

JOGLOSEMAR 2 : KOMSELIS ROCKS!

Event Joglosemar -- Jogja Solo Semarang -- pertama kali diselenggarakan di Jogja di bulan Juli 2011. Setelah vakum selama dua tahun, akhirnya pengurus baru Komselis yang terpilih di bulan Oktober 2013 mampu menyelenggarakannya pada hari Sabtu - Minggu tanggal 29-30 Maret 2014. Alasan dipilihnya tanggal ini sangat simpel: ada satu hari ekstra libur yang jatuh pada hari Senin 31 Maret 2014.

Event ini awal mula diluncurkan dengan maksud event akan digawangi oleh ketiga kota bersama-sama. Peserta tentu boleh dari kota mana pun, tidak hanya para cyclists dari kota Jogja Solo maupun Semarang. Namun (konon) karena kesibukan dua kota tetangga ini, untuk penyelenggaran Joglosemar 2, Komselis bersibuk-sibuk sendiri. Untunglah banyak anggota Komselis yang bisa 'disambati' dan diajak rembugan bersama. :)

Acara pertama yaitu NITE RIDE, hari Sabtu 29 Maret 2014. Tikum di gedung Telkom Jalan Pahlawan. Peserta berdatangan dari kota Jogja, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bogor, dan Bandung. (Aku dan Ranz tidak mengikuti acara nite ride ini karena sibuk di acara Segowangi edisi Earth Hour.) Untung hujan yang sempat turun di Sabtu sore itu tidak berkepanjangan sehingga acara bersepeda di malam hari ini tetap bisa terlaksana seperti yang direncanakan.  






Acara utama yakni bersepeda ke Sekatul, satu tempat wisata yang berupa pemancingan, outbound, berenang, dll di hari Minggu 30 Maret 2014. Sekatul terletak kurang lebih 28 kilometer dari Balaikota -- titik kumpul di pagi nan mnedung itu. Orang-orang Semarang tentu tahu trek ke arah Sekatul yang cukup menantang adrenalin, selain tanjakan, juga sempitnya badan jalan selepas BSB menuju arah Mijen - Cangkiran hingga Sekatul. Ternyata rekan-rekan selier dari luar kota sudah hafal topografi kota Semarang yang naik turun, maka banyak dari mereka yang tidak kaget dengan menu tanjakan yang disediakan oleh panitia. Syukurlah. :) Meski tentu pihak panitia menyediakan mobil evak yang cukup bagi mereka yang tidak terbiasa gowes jauh + nanjak, atau yang sepedanya terkena gangguan.









pit stop satu


ki-ka : Iin, Motik, aku, Bunga, Da, di belakang ada Om Irwan dan Holic

Jarak 28 kilometer ini dibagi menjadi 4 etape. (Sangat 'ramah' bagi seliertanjakan  pemula sebenarnya. ) Etape pertama dari Balaikota menuju [\pit stop pertama di pom bensin di daerah Ngaliyan setelah tanjakan pertama yang lumayan bikin ngos-ngosan : tanjakan BPI setelah belok kiri dari arah Pasar Jrakah. Etapi kedua dari pom bensin Ngaliyan ini menuju pit stop kedua di pom bensin BSB, tidak jauh dari pit stop pertama sebenarnya, namun karena tanjakan Silaur (atau aku lebih suka menyebutnya tanjakan Esperanza karena melewati perumahan Esperanza) lumayan tinggi dan panjang maka pihak panitia pun memilih pom bensin ini sebagai pit stop kedua.)



Laras kecil (kanan) yang nanjak Esperanza naik sepeda mini!

nanjak Esperanza :)


di pit stop kedua, pom bensin BSB


Om Bagus, yang gowes dari Jogja ke Semarang


promosi keysha snack, yummy lhooo :)

di pitstop ketiga




Etape ketiga dari kawasan BSB menuju pit stop ketiga di terminal Cangkiran. Tidak ada tanjakan yang berarti di etape ketiga ini. Panitia memberikan kesempatan untuk beristirahat disini untuk mengembalikan stamina peserta sebelum kemudian dihadapkan tanjakan panjang menuju pertigaan Sekatul. 

Permukaan jalan bagus berupa aspal halus hanya sampai di BSB. Rute selanjutnya tidak hanya badan jalan yang sempit -- dan traffic-nya lumayan padat -- namun banyak lobang di permukaan jalan itu. Tentu akibat musim hujan yang lumayan panjang. Akibatnya kita harus benar-benar hati-hati. le









Rombongan sampai di lokasi yang dituju -- Kampung Djowo Sekatoel -- kurang lebih pukul 10.30, 30 menit lebih awal dari yang diperkirakan panitia. 

Aku dan Ranz tidak sempat explore kawasan ini karena langsung menuju gazebo yang telah dipesan oleh panitia untuk menyelenggarakan acara. 

Rangkaian acara usai jelang pukul 13.00. Sebagian peserta telah pulang sebelum acara usai; yang dari Semarang -- misalnya Om Irwan dkk -- mungkin karena memiliki acara lain yang telah menunggu. Sedangkan rombongan lain -- misal IDFB -- karena buru-buru harus check out dari hotel tempat mereka menginap. Aku memilih gowes pulang -- ga akan kulewatkan 'pembalasdendaman' menikmati turunan -- setelah sebelumnya kutapaki tanjakan nan bertubi-tubi. Tentu Ranz dengan baik hati menemaniku. :) Uncle Duck -- panggilan kesayangan salah satu rekan Komselis -- menemani kita berdua gowes hingga terminal Cangkiran, untuk selanjutnya loading BRT. 





sang juara kostum waktu NR


rombongan FedJo yang gowes ke Semarang, sesekali naik lipetan 20" :)

Setelah Jogja dan Semarang menjadi tuan rumah event Joglosemar, Solo adalah kota selanjutnya yang bakal ketiban sampur menjadi tuan rumah. :)

NOTE :
Ranz berhasil membuat para peserta lain ternganga karena dialah satu-satunya peserta yang naik seli 16" single speed tanpa loading. (Sekatul terletak di ketinggian 550 m dpl dari 60 m dpl.) Bahkan dia masih sempat ngebut di beberapa tanjakan untuk mengabadikan moment menggunakan kameranya. H-e-b-h-a-t!!! (Well, aku sudah lama tahu dia hebat. :) )

Sampai jumpa di gomingpai selanjutnya. :) 

PT56 16.16 31/03/2014