Jumat, 22 Januari 2016

B2W Semarang Goes to Tour de Pangandaran 7 #Tdp7 Jilid 3

Minggu 18 Januari 2016

Hari ketiga perjalananku ke Jawa Barat bersama Ranz.

Mumpung menginap di dekat pantai, aku pun memaksa Ranz untuk berburu pemandangan matahari terbit. :) Dengan malas-malasan -- dengan alasan kebelet *** di toilet, plus masih ngantuk -- Ranz menemaniku berjalan kaki ke pantai. Namun berhubung tempat kita menginap adalah pantai Barat, kita kembali lagi ke hotel untuk mengambil sepeda.

Menyusuri jalan di pinggir pantai, kita menuju arah Selatan. Setelah mengayuh pedal sepeda beberapa puluh meter, kita pun menemukan petunjuk "pantai Timur". Haseeeekkk ... kita pun mengikuti petunjuk itu.

Benar-benar tidak kita sangka jika suasana pantai Pangandaran sudah sangat ramai, meski waktu belum menunjukkan pukul enam. Wuiiiihhh ... Di pantai Timur, kita melihat sudah banyak pengunjung yang sudah berfoto-foto. Sayangnya, it was not really our lucky morning, langit pantai timur Pangandaran dilapisi mendung. Jadi ingat pagi pertama kita berburu pemandangan matahari terbit di pantai Sanur. :)

Kita sempat bertemu dengan seseorang yang menawarkan beberapa lokasi yang bisa kita kunjungi, mulai dari pantai pasir putih dan cagar alam dengan goa-goanya yang bisa kita jelajahi. Sayangnya kita tidak bisa berlama-lama disini karena kita harus segera packing, sepeda kita akan diloading balik ke Tasikmalaya.

Sekitar pukul 07.00 kita kembali ke penginapan, di hotel Allamanda. Mandi, packing, dan aku masih sempat menikmati secangkir kopi hitam panas yang disediakan oleh hotel di halaman lantai satu.

Oh ya, sebelum berangkat ke pantai timur, kita sempat membangunkan nte Ria yang katanya ingin ikut kita berjalan-jalan pagi. Kebetulan pintu kamarnya tidak terkunci. Namun ternyata nte Ria benar-benar lethargic, sehingga ketika kita bangunkan, dia duduk sebentar, mengusap-usap mata, sambil bertanya, "Kita dimana ini? Kita ada dimana?" LOL. Kemudian dia balik membaringkan tubuh lagi. LOL.

Dan karena itu aku lupa membangunkan om Sugeng yang sebenarnya ingin ikut kita jalan-jalan. LOL.

Kita dan rombongan -- tujuh orang, aku, Ranz, nte Ria, om Sugeng, om Tekad, om Ibey, dan Anjar -- meninggalkan lokasi sekitar pukul 10.00. Kita sampai di Plasa Telkom pukul 12.30. :)

Usai makan siang, Anjar kembali ke Batang, nte Ria, om Sugeng dan om Tekad kembali ke Jakarta, Ibey kembali ke Purwakarta, aku dan Ranz gowes balik ke alun-alun Tasikmalaya untuk bernarsis ria, sekaligus menunggu keberangkatan bus kita.

Pukul 18.00 bus yang kita tumpangi meninggalkan pool. Bye bye Tasikmalaya ... See ya next time :))

Kita sampai Solo pukul 02.30, lebih cepat ketimbang saat pemberangkatan. :) Aku meninggalkan kota Solo pukul 05.15 kembali ke Semarang naik KA Kalijaga.

See ya till our next adventure!

IB180 15.55 23/01/2016


sunrise di Pantai Timur Pangandaran












bersama rombongan Picnikers :)









petunjuk sepanjang rute TdP7 yang lucu menggemaskan :D








di pool Bus Budiman

Rabu, 20 Januari 2016

B2W Semarang Goes to Tour de Pangandaran 7 #TdP7 jlid 2

Event Utama, Tour de Pangandaran ketujuh, Sabtu 16 Januari 2016

Pukul enam pagi, para peserta TdP7 yang menginap di City Hotel berbondong-bondong turun ke lantai 1, untuk sarapan. Aku beruntung pagi ini karena tidak bermasalah dengan perut. :) Sebelum sarapan, aku sudah sempat buang hajat. Usai sarapan, buang hajat lagi. Perutku pun terasa sangat nyaman. :) Oh ya, untuk mengantisipasi ngantuk di jalan, aku sengaja memilih minum kopi hitam saat sarapan, ketimbang teh panas manis.




Sekitar pukul 07.00 kita berangkat ke Plasa Telkom. You can imagine betapa penuh sesak jalanan di depan Plasa Telkom. Nte Ria bercerita bahwa panitia telah membuat jersey sebanyak 1500 buah, masih kurang. Panitia membuat lagi 500 buah, habis juga. Walhasil, untuk para wakil korwil, panitia buru-buru membuatkan jersey yang baru jadi hari Jumat malam. Gila! Bisa dipastikan peserta TdP kali ini lebih dari 2000 orang, belum termasuk para ROMLI alias rombongan liar. :)







Acara dibuka oleh Om Toto. ketua B2W Indonesia. Om Eka Prasetia, sebagai ketua panitia menyatakan bahwa event ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi pehobi sepeda sekaligus pehobi turing sepeda di seluruh Indonesia. Karena sifatnya turing, bukan balapan, tidak ada target waktu harus sampai di garis finish jam berapa. (Bandingkan dengan penyelenggaraan Tour de Borobudur yang ada target waktu.) Semua pesepeda bisa menikmati kayuhan sepeda mereka masing-masing. Jika mereka ingin mampir foto-foto narsis maupun mampir ngopi di warung-warung yang dilewati, silakan saja. Yang penting happy. :)

Secara resmi peserta diberangkatkan pukul 08.00, meski tentu ada peserta yang berangkat terlebih dahulu, misal pukul 07.00 karena tidak mau kepanasan di jalan. :)





Dengan sifat event 'turing', aku dan Ranz pun mengayuh pedal sepeda kita dengan santai. Oh ya, seperti biasa, aku naik Austin, sepeda lipat downtube nova 20" yang telah menemaniku mbolang sejak awal tahun 2013. Ranz naik Pockie, sepeda lipat pocket rocket 20". Seperti biasa juga, di rak boncengan Pockie nangkring tas pannier andalan kita berdua jika mbolang jauh. Di dalamnya ada sleeping bag yang ternyata tak jadi kita pakai. :)

Merupakan satu surprise yang menyenangkan ketika kita tahu bahwa trek awal dipenuhi dengan turunan yang asoy geboy. :) Ini sangat mengirit tenaga kita. Di kilometer-kilometer awal ada tanjakan, namun tetaplah menyenangkan buatku karena tanjakannya ga panjang. LOL. Paling-paling baru "sak nyuk" eh ... udah turun lagi. Hihihihi ...



Aku dan Ranz sampai di titik istirahat pertama jelang pukul 11.00, di satu lokasi yang kulihat ada gedung bertuliskan nama SAMUDRA (what kinda place is that? aku ga perhatiin, LOL, tapi yang pasti di dekat situ ada kolam renang yang, sorry to say, kondisinya mengenaskan. :( airnya kotor banget!!! Namun aku sempat nunut buang air kecil di toiletnya. hahahaha ...) Kita dapat makan siang disini, menunya ayam goreng dengan sambal timbel. Ranz yang kurang suka dengan nasinya yang tidak lembek, tidak memakannya sedikit pun. :( Dia hanya membeli es kelapa muda.

Saat terdengar adzan Dzuhur dari masjid terdekat, aku dan Ranz melanjutkan perjalanan. Kulihat sudah banyak peserta yang loading, mungkin kaki mereka kram karena terlalu ngoyo, atau mungkin karena sepeda mereka bermasalah, atau apalah apalah. Aku dan Ranz tetap memilih gowes santai saja. Untuk masalah pick up untuk loading, peserta tidak perlu khawatir, banyak mobil-mobil untuk loading bersliweran.

Aku sempat bercanda dengan Ranz bahwa treknya tak lebih menantang ketimbang trek Semarang - Magelang, hingga mungkin tahun depan jika kita ngikut lagi, dia bisa naik Shaun, sepeda lipat dahon da bike-nya yang single speed. Atau bahkan dia bisa mengajak Haro, karena terlihat banyak juga anak-anak tanggung yang mengikuti event ini dengan naik bmx. (Ntar aku yang repot karena bakal ketiban bawa pannier di rak boncengan Austin. kekekekeke ..)

Hingga akhirnya kita pun sampai di tanjakan Emplak, trek yang kutunggu-tunggu. Rasanya kurang afdol jika turing tanpa melewati tanjakan. kekekekeke ... Horreeeee ...  Dengan suka cita aku mengayuh pedal Austin. Namun entah mengapa Ranz tidak berniat memotret, walhasil ga ada fotoku waktu nanjak. :( Dan ... di foto-foto panitia yang bertebaran di facebook, aku juga tidak menemukan fotoku waktu nanjak. :(

Yang menurutku lucu adalah ketika kita melewati sekelompok peserta yang sedang leyeh-leyeh di bawah pohon, sebagian sedang menaikkan sepedanya ke atas mobil evak. Mereka mengatakan, "Sudah lah Nte ... loading aja, entar cape. Ni tanjakannya masih panjang." LOL.

Sekitar pukul 15.00, aku yakin kita sudah hampir sampai pantai Pangandaran, ketika melewati sebuah mini market, Holic memanggil-manggil kita. Akhirnya kita pun mmpir ke mini market itu. Ranz membeli cemilan yang rasanya ga karuan, LOL, aku beli teh kotak. Kita pun ngobrol-ngobrol. Holic menunggu Om Aryo dan Om Moko dari Jogja yang gowes pelan di belakang, karena kaki Om Moko kram.

20 menit kemudian kita melanjutkan perjalanan. Kita sampai di garis finish sekitar pukul 15.35. Yay!


Sportstracker di hapeku menunjukkan waktu tempuh enam jam 54 menit. :)

Malamnya ada acara hiburan, potong tumpeng, oleh Om Toto yang diberikan kepada Om Tekad sebagai pendiri utama B2W Indonesia. Yuhuuuuu ...

Aku dan Ranz gagal camping di pinggir pantai. Kita menginap di hotel Allamanda, yang tidak jauh dari titik finish. :)






CN 10.33 21/01/2016

B2W Semarang Goes to Tour de Pangandaran 7 #TdP7 jilid 1

Intro :

Ini adalah kali pertama aku -- tidak hanya mewakili diri sendiri namun membawa nama B2W Semarang -- mengikuti event nasional yang konon telah ditawari oleh pihak MURI untuk mendapatkan gelar event touring terbesar di Indonesia mengingat pesertanya yang lebih dari 1500 peserta.

Kisah bermula dari beberapa bulan lalu saat Om Toto Sugito ketua B2W Indonesia membuat grup whatsapp untuk memudahkan komunikasi pengurus B2W di banyak korwil di Indonesia. Beberapa rekan bertanya kapan akan diadakan gathering nasional, yang kemudian dijawab oleh Om Poetoet -- mendagri-nya B2W Indonesia :) -- di event Tour de Pangandaran ketujuh, kita akan mengadakan gathering nasional. Kumpul-kumpul untuk merayakan ulang tahun B2W Indonesia yang kesepuluh (Bulan Agustus 2015), silaturahmi, sekaligus mengikuti event TdP7, bersepeda sejauh 107 km dari alun-alun Tasikmalaya hingga pantai Pangandaran.

Ini sebab di libur akhir tahun aku dan Ranz tidak mbolang jauh, hanya sempat bersepeda ke Museum Sangiran.

On the way ke Tasikmalaya

Aku dan Ranz berangkat ke Tasikmalaya dari terminal Tirtonadi Solo hari Kamis pukul 16.30 dengan mengendarai bus AKAP Budiman. Pengalaman pertama yang menyenangkan karena peraturan di bus menyebutkan bahwa seberapa pun banyaknya bagasi yang kita bawa, kita tidak perlu membayar uang kelebihan bagasi. :)



Perjalanan cukup lancar. Pak sopir yang sedang bekerja nampak menyetir busnya dengan santun (baca => tidak ngebut :) ) Walhasil kita sampai di pool bus Budiman Tasikmalaya pukul 02.30 Jumat dinihari. Tasikmalaya tidak nampak menyeramkan meski di dinihari seperti itu, meski ini adalah pengalaman pertama kita di kota ini.

Lantas kita ngapain dong?

Karena kita termasuk bike traveler yang manja, LOL, kita pun mencari hotel untuk beristirahat. (Shhhttt ... rencana semula kita akan camping di pinggir pantai Pangandaran, namun ternyata .. tenda yang telah disiapkan oleh Ranz tertinggal di mobil yang mengantar kita ke terminal. Hadeeehhh ...)

Pengalaman pertama selalu menarik kan ya? Kita terbengong-bengong saat beberapa kali menemukan hotel yang TUTUP di dinihari itu. Lhah ... di Semarang mana ada hotel tutup meski itu dinihari? Beberapa kali ketemu dengan hotel yang tutup pintu gerbangnya, dan lampu terasnya pun tidak nyala, aku yang bermata belor bilang ke Ranz, "Udah deh Ranz kita nyari pom bensin aja, istirahat di mushollanya udah lumayan." Ranz menjawab, "Lho kamu ga lihat tadi toh, bahkan pom bensin juga tutup? Kita ga bisa masuk karena ada tali yang dipasang di jalan masuknya?" GUBRAKKK.

Namun keberuntungan masih berada di pihak kita. Ada sebuah penginapan yang bernama NAMIRA yang terlihat buka, meski sunyi. Kita pun masuk, si penjaga nampak tertidur di sofa, berselimut sarung. Mungkin dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, dia menerima kita, kemudian menunjukkan kita kamar yang bisa kita inapi. Guess what? Di belakang gedung utama, berjajar kamar-kamar yang berbentuk cottage, nampak seperti sebuah kampung. :)

Syukurlah dinihari itu kita bisa beristirahat.

Sekitar pukul 09.30 kita meninggalkan penginapan mencari sarapan. Tidak kulihat penampakan warteg satu pun di jalan-jalan yang kita lewati. Baru tahu ternyata orang-orang Tegal tidak merasa tertantang untuk membuka bisnis di Tasikmalaya. LOL. Adanya beberapa warung yang memasang nama "Warnas", pasti singkatan dari warung nasi. :)

Kita pun mampir di satu warung nasi. Modelnya di warung ini 'diner' alias orang yang makan mengambil sendiri makanannya, jadi bukan seperti model warteg yang pelayannya melayani 'diner'. Karena kebiasaan minum teh panas manis di pagi hari, kutolak teh tawar yang diberikan si empunya warung, aku minta teh panas manis. Aku kecewa ketika aku disuguhi teh celup sa**w**** :( Aku langsung kangen Jawa Tengah saat itu juga. #lebay ... xixixixixi ...

Setelah sarapan, kita menuju pusat kota. Dengan bantuan gps, tanpa kesulitan kita menemukan Plasa Telkom, tempat gathering korwil B2W akan diselenggarakan.

Austin mejeng di wall of fame TdP7

mini market yang tutup di jam shalat Jumat :D


bersama Om Sugeng dan Om Tekad saat maksi bareng

Sesampai sana, kita bertemu dengan Om Candra yang barusan datang, dia bersepeda dari .. entah Bekasi atau Tangerang ya? lupa. LOL. Kebetulan juga Om Eka Prasetia -- ketua B2W Tasikmalaya yang juga ketua panitia event -- di depan kantor Telkom. Kita pun langsung berfoto bersama di depan wall of fame Tour de Pangandaran yang berwarna sangat manis -- pink. :)

Aku memperkenalkan diri kepada Om Eka, "Saya Nana Podungge dari B2W Korwil Semarang." Om Eka pun langsung mengatakan bahwa aku bisa langsung menuju City Hotel tempat para wakil korwil disediakan penginapan. City Hotel -- satu hotel baru di Tasikmalaya -- merupakan salah satu sponsor utama Tour de Pangandaran, pemiliknya pehobi sepeda katanya.

Sekitar pukul 12.00 aku dan Ranz menuju City Hotel. Kita mendapatkan kamar nomor 315. Kamar ini akan kita tempati bertiga, bersama Nte Ria -- tangan kanannya Om Toto. Saat itu Nte Ria sedang sibuk mengurus ini itu itu ini. (Seksi super sibuk dia mah. LOL.)

Setelah check in, kita keluar. Yang pertama kulakukan adalah membeli jus melon, kebetulan ada yang jual di sebarang City Hotel. Kemudian kita berputar-putar, melihat-lihat suasana pusat kota Tasikmalaya.

Kebetulan sekali kita bertemu dengan Om Sugeng dan Om Tekad dari B2W Pusat on the way. Waktu itu mereka sedang akan makan di satu warung penyet. Bergabunglah kita. :)

Usai makan siang, kita berbondong-bondong ke City Hotel.

Sekitar pukul 18.30 kita menuju Plasa Telkom.

Gathering

Panitia menyiapkan beberapa hidangan khas Tasikmalaya, seperti nasi tutug oncom. Sayangnya sebelum ke Plasa Telkom, aku dan Ranz mampir di satu warung roti bakar dan pisang bakar. Ranz memesan roti bakar yang ditaburi keju full, aku memesan pisang bakar.

Malam itu pertama kali kita mengadakan acara silaturahmi dengan para wakil korwil dari berbagai kota di beberapa pulau. :) Dari Jawa Tengah ada aku dan Ranz. Dari Jawa Timur ada Nte Tia dan Om Hasan dari B2W Surabaya; juga ada Om Purwo dari B2W Paiton yang datang bersama istri tercinta. Agak malam, datanglah Om Purnama dari B2W Klaten. (Kisahnya Om Pur didapuk mengurus B2W Klaten bermula dari pertemuannya dengan Om Poetoet di Jamselinas 5 Solo bulan Oktober lalu. ) Lebih malam lagi datanglah Anjar yang mewakili B2W Batang. Dia datang dengan naik sepeda motor, dimana selinya dia boncengkan di belakang. Wuiiihhh ...




Dari Jawa Barat banyaklah, dari Karawang, Purwakarta, Bandung, Tangerang, Bekasi, dll. Dari Sumatra ada perwakilan B2W Batam Om Haryoto, B2W Lampung Om Aryo, juga ada Om Tio dari B2W Bangka. Ada juga dari Tarakan, Sintang, Singkawang dari pulau Kalimantan. Sedangkan dari Lombok ada dua orang, Nte Tenny dan Nte Siti.

Banyak yang disampaikan oleh Om Toto berkenaan dengan program-progam B2W pusat, yang tidak hanya berhenti di mengajak orang bersepeda. Sudah banyak orang-orang yang bersepeda di tahun-tahun belakang ini, meski kebanyakan dari mereka adalah "weekend warrior" alias bersepeda hanya di akhir pekan saja, dan bukan untuk "bersepeda ke tempat beraktifitas".

Peer kita masih banyak. :)

Acara usai sekitar pukul 22.30. Setelah foto-foto bersama, kita kembali ke hotel.

Nte Ria yang super sibuk, baru mausk kamar untuk beristirahat pukul 02.30 Sabtu dinihari. Duh Nteee ... sibuknyaaaa ... :)

To be continued. :)

CN 09.45 21/01/2016