Jumat, 23 Januari 2015

Gomingpai 18 Januari 2015

Semula aku dan teman-teman merencanakan untuk gowes ke kawasan mangrove Pantai Morosari yang terletak di perbatasan Semarang - Demak, dengan kawalan teman-teman yang menamai diri sebagai #BatasKotaBikers. Akan tetapi hujan yang terus menerus mengguyur kota Semarang sebelum hari H membuat teman-teman BatasKota menyarankan sebaiknya kita menunda gowes ke kawasan mangrove Pantai Morosari. Hingga akhirnya aku menawari teman-teman gowes ke kawasan mangrove Tapak Jrakah. Terakhir aku dan beberapa teman gowes kesini di awal bulan Desember 2013. Check this link out.

Minggu pagi. Cuaca gerimis dan mendung yang menggantung di langit ternyata menciutkan nyali beberapa teman yang semula setuju gabung. Di tikum yang kita tentukan -- depan museum Mandala Bhakti Tugumuda -- hanya berkumpul aku, Ranz dan David di jam yang telah kita sepakati. Hasilnya, kita pun hanya 'bike to culinary' alias gowes hanya untuk sarapan dan ... brunch. :)

Dari Tugumuda kita bertiga menyusuri kawasan CFD Jalan Pemuda, hingga perempatan dimana kalau kita belok kanan kita akan sampai di kawasan Pasar Johar. Kita tidak belok ke arah Jalan Agus Salim melainkan ke arah Masjid Kauman, kemudian menyusuri Jalan Kauman, lanjut ke Jalan Plampitan. Tujuan kita : SOTO BOKORAN yang konon merupakan salah satu soto legenda kota Semarang. Rasa sotonya lumayan, tapi yang istimewa adalah perkedel kentang dan tempe gorengnya yang digoreng garing. Aku suka banget. (Kayaknya Ranz ga motret deh, jadi maaf ga ada foto buat pamer. hohohoho ...) Satu hal yang paling super dari warung soto ini adalah pelanggannya yang banyak, sedangkan lokasi ga begitu luas sehingga sering kita harus ngantri orang-orang yang sedang menghabiskan makanan mereka. LOL.

Dari Jalan Plampitan kita gowes ke Simpanglima, David janjian bertemu dengan Iin dan Yani. Disana kita juga tidak ngapa-ngapain kecuali Ranz jajan tahu gejrot dan kue 'lekker'.







Setelah jam CFD usai (pukul 08.30) kita gowes ke Kelenteng Tay Kak Sie, aku dan Ranz memilih rute dari Simpanglima ke arah Timur, Jalan Ahmad Yani. Sesampai perempatan Bangkong kita belok kiri Jalan MT Haryono, kemudian belok ke Jalan Pedalangan dan kemudian sampailah kita kawasan Gang Lombok tempat Kelenteng Tay Kak Sie terletak.

Kurang lebih satu jam kita 'lingering' di kawasan itu. Oleh pengelola kelenteng, kebetulan kita diperbolehkan masuk dan mengambil gambar. Dari sana, kita balik lagi ke arah Simpanglima, to have brunch di Kampung Nasi Jalan Erlangga.


Dari sana, kita bubar kembali ke kediaman masing-masing.

Ciao!

IB 180 08.58 24/01/2015

Kamis, 15 Januari 2015

Samori Piknik ke Sekatul

Gegara tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian bikepacking bareng-bareng, mood bersepeda jauh masih membuatku sakau. Setelah yakin bahwa Ranz bisa berwiken di Semarang, aku woro-woro di grup B2W Semarang di facebook tentang rencana ini. Alhasil, selain kita berdua, ada lagi David, Om Djoko, dan Om Imam yang ikut gowes. Aku, Om Djoko, dan Om Imam naik mtb, Ranz naik Austin, seli 20" sedangkan David naik BMX.

Berkumpul di Tugumuda sekitar pukul 06.30, foto-foto sejenak, kita berlima langsung berangkat sekitar pukul 06.45. Aku memilih rute yang tidak begitu menantang (baca => Jatibarang) karena ada David yang naik BMX. (Ternyata David sangat perkasa di tanjakan-tanjakan yang kita lewati meski "hanya" naik BMX. :) Dari Tugumuda kita menuju Barat, bunderan Kalibanteng, lurus ke Barat hingga perempatan pasar Jrakah, kita belok kiri.

Tanjakan pertama yang cukup menantang adalah BPI. Ternyata yang kukhawatirkan -- David kesulitan di tanjakan -- sangat tidak beralasan. David melewatinya dengan sangat manis! Wow! Tanjakan berikutnya Esperanza. FYI, aku justru yang paling keteteran. (Padahal sudah cukup lama aku ingin gowes ke Sekatul dengan naik Cleopatra karena aku yakin aku akan melibas semua tanjakan dengan nyaman damai sentosa, LOL. But in fact I was wrong. Hiks ... Kalau boleh aku memberi excuse, pagi itu aku mendadak terserang diare. Mau membatalkan rencana jelas tidak mungkin; Ranz yang akan kuberi sampur melaksanakan rencana ini tentu ngambeg berat. Maka, mau tidak mau aku harus berangkat.)

Meskipun begitu, ketika Ranz menawari kita ke BSB aja, ga usah ke Sekatul (yang jaraknya 3 kali lipat dari pada Pusponjolo - BSB), aku menolaknya. Aku bayangkan 3 teman yang lain pasti kecewa jika kita tidak jadi ke Sekatul. Maka, you can imagine, sepanjang perjalanan aku harus menahan perut kram! :( 

Kita sampai di Sekatul pukul 10.20. Sembari beristirahat kita menikmati makanan sederhana yang kita pesan. Pemandangan di depan mata kita -- kita berada di gazebo Kiai Slamet -- sangat menyenangkan. Kita benar-benar menikmati kebersamaan ini. 

Sayangnya perutku terasa semakin membuatku tidak nyaman. 

Perjalanan pulang yang seharusnya sangat menyenangkan -- karena didominasi turunan -- tidak bisa kunikmati sepenuhnya. Hiks ... Aku akhirnya menyerah tidak melanjutkan perjalanan sesampai BSB. Usai foto-foto di patung kuda, aku terpaksa menerima tawaran teman-teman untuk naik taksi. Perutku benar-benar ga mau berkompromi lagi. Untunglah Ranz naik Austin yang bisa dilipat dan ditaruh di bagasi taksi. Sebagai ganti Ranz naik Cleopatra.

Anyway, aku masih penasaran gowes ke Sekatul lagi dengan naik Cleopatra. Hohohohoho ... 

GG 09.00 16/01/2015






























Senin, 12 Januari 2015

Bikepacking Rame2 (Day 3)

Pagi ketiga kita agak malas bangun pagi. J Banyak yang harus dibenahi sebelum kita bisa meninggalkan Jogja menuju Solo. Pertama, karena Dwi tidak yakin kita bisa cepat nyampe Solo dengan gowes, padahal Dwi dan Tami harus segera balik ke Semarang karena keesokan harinya mereka akan harus menghadapi ujian di kampus sehingga mereka butuh istirahat cukup, dan Dwi kurang pede dengan dirinya sendiri bisa menempuh jarak 60 kilometer dengan bersepeda, kita rembugan terlebih dahulu enaknya bagaimana. Kedua, ban Pockie harus dibenahi. Ketiga, packing. J (Satu hal yang kurang kunikmati, untungnya Ranz sangat menikmatinya. Heheheh ...)

Radit datang menjemput kita sekitar pukul 09.00. Kita tidak langsung menuju Selokan Mataram (rute pilihan pagi ini adalah susur Selokan Mataram menuju arah Timur), kita ke arah Malioboro dulu semata-mata untuk kepentingan dokumentasi, alias ngeksis narsis. LOL. Untunglah Radit dengan suka cita mengantar dan menemani kita.

Usai bernarsis ria di kawasan Malioboro (juga di “ruang tunggu sepeda”), Radit langsung membawa kita ke arah Babarsari untuk memulai gowes susur selokan. Kita sempat mampir ke Candi Sambisari untuk ngeksis di ... papan nama candi. (Kita ga masuk ke dalam, demi mengirit waktu.) Mengirit waktu? Oh no ... ternyata kawan-kawan lebih memilih ngangkring mengisi perut ketimbang menjelajah candi. Ups ... Dari arah Candi Sambisari, Radit terus membawa kita ke arah Timur. Candi Sari adalah tempat kita ngeksis berikutnya. Setelah meninggalkan Candi Sari, baru kita ngebut gowes ke arah Klaten. Sitsit, kawan sepeda kita yang tinggal di Klaten telah menunggu kedatangan kita dengan mobil pickup yang akan kita sewa, yang mengantar kita sampai Kartasura (demi mengirit waktu.)  Disini rombongan terbagi menjadi 2, Denny mengiringi Ranz, Tami, Dwi, dan Om Micky ke Solo; sedangkan Arwin menemani Om Djoko yang langsung belok gowes ke arah Semarang.

Dalam perjalanan yang diberkahi hujan lebat itu, Om Micky harus merasakan kehujanan karena duduk di bak belakang pickup, sementara Ranz, Tami dan Dwi terlindung dari hujan karena duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja. J
Mobil pickup mengantar sampai Kartasura. Disana kita dijemput ayah Ranz yang datang dengan mobilnya untuk membawa tiga sepeda lipat. Om Micky memilih gowes ke arah Kerten. Dwi dan Tami menunggu bus ke Semarang di Kerten dengan ditemani Denny dan ... Om Micky yang ternyata lumayan ngebut gowesnya. Sementara itu Ranz langsung balik ke rumah karena tidak enak jika ayahnya harus menunggu lama di Kerten.

Begitulah. Semenarik, semenyenangkan, semelelahkan apa pun sebuah perjalanan, akhirnya harus usai. Namun ikatan persahabatan yang terjalin akan tetap menyatukan kita. Semoga.


Sampai jumpa di kisah bikepacking kita (KITA? ... mungkiiiiin) selanjutnya. Ciao!

GG 12.42 13/01/2015



yang centiiiiiiiiiiilllll