Sabtu, 29 Agustus 2015

Segowangi 19

Segowangi kesembilanbelas yang jatuh pada hari Jumat Wage tanggal 28 Agustus 2015 kita beri tajuk BIKE TO WORK DAY karena sekaligus ikut merayakan hari ultah B2W Indonesia yang kesepuluh. (Check note di bawah untuk ini.)

Seperti biasa tikum ada di Balaikota Jalan Pemuda Semarang. Kebetulan malam itu di halaman balaikota sedang ada acara perayaan 17 Agustus sehingga untuk foto bersama sebelum berangkat gowes bareng, terpaksa kita geser beberapa meter, tidak bisa tepat di depan pintu gerbang masuk balaikota, karena pada saat itu banyak tamu yang berdatangan masuk ke dalam balaikota. :)

Untuk rute kali ini Balaikota - Tugumuda - Jl. Dr. Soetomo - RSUP Dr. Kariadi - Jl. Veteran - Jl. Pahlawan - Jl. Atmodirono - Jl. Pleburan - Jl. Singosari - Jl. Erlangga - Jl. Kimangunsarkoro - Kampung Kali - Jl. Gajahmada - Jl. Depok - Jl. Pemuda - Balaikota.

Ada wajah baru kali ini, seorang anak SMP kelas 9 yang tinggal di Mranggen!. Waaahhh ... :)




N.B.:

SEJARAH :

logo resmi untuk perayaan 10 tahun B2W Indonesia

Berawal dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah "Komunitas Pekerja Bersepeda" (Bike-to-Work Community) yang kemudian menggagas kampanye pertama penggunaan sepeda ke tempat kerja pada 6 Agustus 2004, yang diikuti oleh 150 pesepeda dengan mengambil titik kumpul Plaza Danamon Jakarta, Seiring dengan berjalannya waktu, peminat alternatif transportasi selain kendaraan bermotor ini semakin berkembang, hingga dirasa perlu untuk dibuat wadah agar gerakan ini dapat semakin tersosialisasi.

Pada 27 Agustus 2005 dilakukan Deklarasi & Pernyataan Bersama Komunitas Bike to Work Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Komunitas B2W-Indonesia. 

N.B (2):
foto-foto yang lain nunggu kiriman dari Ranz :)

Jumat, 28 Agustus 2015

Gowes ke Bukit Cinta

Bukit Cinta nampaknya adalah nama satu lokasi yang bisa berada dimana-mana, juga mungkin jembatan cinta. :) Bukit Cinta yang kita tuju dengan bersepeda ria kali ini terletak di kawasan Sambiroto/Meteseh. Jika kita dari arah Kedungmundu, sesampai pertigaan yang dekat dengan pom bensin, belok kanan. Lurus terus, hingga kita sampai di kawasan yang ternyata sekarang telah berubah menjadi kawasan perumahan elite.

Minggu 23 Agustus aku dan beberapa teman mulai gowes bareng dari RL, satu toko sepeda yang terletak tak jauh dari perempatan Mbangkong. (entah sejarahnya dulu bagaimana sehingga disebut Mbangkong. LOL.) Dari sana kita gowes ke arah Timur, kemudian belok ke arah perumahan Gemah, berputar-putar hingga nembus ke jalan yang ada Unimus. (Ga tahu nama jalannya.)

Ada apa di Bukit Cinta?

Kata teman-teman sih ada satu daerah yang sedang 'happening' buat narsis dan fotonya diunggah di instagram, yakni satu lapangan dimana disana banyak terdapat 'rongsokan' mobil VW, Jelang sampai sana tanjakannya lumayan membuat ngos-ngosan. :)

Usai foto-foto disana, kita turun, kemudian belok ke perumahan Citra Garden, buat ... narsis bareng-bareng juga. Hihihihi ...

Dari Citra Garden kita sarapan di satu warung makan nasi pecel. Setelah sarapan, kita pulang. Di pertigaan Kedungmundu, yang lain belok kanan, kembali masuk ke perumahan Gemah, aku belok kiri, ambil jalan Kedungmundu. Kangen tanjakannya. Hohohoho ... Dari arah Timur sih tanjakannya ga begitu bikin ngos-ngosan jika kita nanjak dari arah Barat.

Berikut foto-foto yang dijepret oleh David, berhubung soul mate-ku Ranz ga ikut. Check these photos out. :)













Sabtu, 22 Agustus 2015

Gowes Blusukan ke Pantai Tirang

Kontur kota Semarang yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah memang tiada duanya. Trek jenis apa pun yang anda cari, di Semarang ADA! Mulai dari trek datar dalam kota dengan permukaan jalan yang halus, tanjakan turunan yang tersebar baik di dalam kota maupun di kawasan pinggiran, hingga offroad ringan maupun berat. Maka jangan heran berlatih bersepeda di Semarang merupakan salah satu hal yang wajib dicoba bagi para pesepeda.

Selain kaya atas jenis trek, di Semarang kita juga bakal dengan mudah jika ingin bersepeda ke kawasan gunung (misal ke Gunung Pati, ke Ungaran) atau ke pantai. Tak perlu puluhan kilometer yang kita lalui, terutama jika anda tingal di bagian 'downtown' Semarang, seperti aku. LOL. Bersepeda ke Sekatul - Boja yang terletak di ketinggian kurang lebih 450 mdpl, kita hanya perlu menempuh 27 kilometer dari Tugumuda, jantung kota. Goa Kreo - Gunung Pati, yang terletak di ketinggian sekitar 350 mdpl, jaraknya hanya 12 kilometer dari Tugumuda. Ke pantai? Ahhh ... ini jauh lebih dekat.

Pantai Tirang merupakan salah satu pantai yang terletak di pesisir utara kota Semarang. Letaknya berseberangan dengan pantai Maron yang mungkin lebih dikenal di Semarang, berjarak sebuah sungai. Sayangnya pantai Tirang tidak bisa ditempuh dari pantai Maron karena tidak ada jembatan yang menghubungkan keduanya. (Ada jembatan sebenarnya, namun entah mengapa jembatan ini tertutup sehingga tidak bisa dilewati.) Pantai Maron terletak di belakang bandar udara Ahmad Yani. Untuk menuju pantai Tirang, kita harus lewat perumahan Graha Padma, yang terletak di kawasan perumnas Hanoman - Krapyak. Setelah melewati bunderan Kalibanteng, terus saja ke arah Barat. Di traffic light pertama, kita belok ke arah kanan. Sekitar 300 meter, kita akan menemukan tulisan GRAHA PADMA, belok kanan. Ikuti jalan terus, hingga bunderan pertama, lurus, di bunderan kedua kita belok kiri. Sesampai jembatan, belok kanan, susuri pinggir pantai, hingga mentok. Di ujung (ada jalan setapak belok kiri), kita akan menemukan tulisan "KE PANTAI", belok kanan. Anda akan melewati jembatan kayu yang kondisinya hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki, pesepeda, atau mereka yang naik sepeda motor. Setelah melewati jembatan yang menghubungkan kawasan perumahan Graha Padma dengan akses menuju pantai, kita belok kiri. Disini, trek berupa jalan tanah yang bakal sangat berdebu di musim kemarau, dan becek di musim hujan.

Jumat pagi 21 Agustus 2015 aku dan Ranz gowes kesini. Ranz yang sedang getol-getolnya latihan menggunakan kameranya untuk membuat video tentu menyibukkan diri dengan kaito, kamera barunya pengganti shane.

Sila nikmati foto-foto yang dijepret Ranz di bawah ini. :)

IB180 14.34 22082015



jembatan yang menghubungkan perumahan Graha Padma dengan akses jalan menuju pantai Tirang
trek menuju pantai Tirang, setelah lewat jembatan













yang unjuk narsis ga cuma orangnya, sepedanya juga :D

abaikan senyumku pandang siluet Ranz di kacamata yang kukenakan :D







Selasa, 18 Agustus 2015

GOWES NARSIS KE KALIPANCUR



GOWES NARSIS KE KALIPANCUR

Setelah sekian lama aku dan Ranz tidak gowes bareng teman-teman di hari Minggu pagi, akhirnya hari Minggu tanggal 16 Agustus 2015 kita memiliki kesempatan untuk ber-migoreng, alias minggu (pagi) gowes bareng. :)
 
Awalnya aku ngajakin Ranz gowses ke Kudus pp, hanya berdua, karena (1) kangen bikepacking (2)  gak yakin bakal dapat ngajakin yang lain yang mau gowes Semarang – Kudus pp jika kita woro-woronya mepet waktunya. :) Tapi setelah Ranz sampai Semarang hari Sabtu 15 Agustus, kita berubah pikiran: pingin gowes ke Curug Lawe. Sudah lama juga kita pingin kesini tapi selalu terkendala waktu. Namun setelah bertemu beberapa teman, yang memberi review buruk tentang berkunjung ke Curug Lawe di hari libur รจ pengunjung terlalu banyak sehingga ga bisa mendapatkan foto yang maksimal, kita berubah pikiran lagi. Jadinya: berburu pesawat terbang yang nangkring di dekat sungai di kawasan Desa Kalipancur.

Pertama kali Ranz melihat penampakan pesawat ini saat kita gowes ke Goa Kreo bertiga dengan Tami, setelah aku tahu jalan pintas dari Sampangan ke perumahan Grand Grenwood. Kita penasaran namun belum ada keinginan kuat untuk mencari lokasi yang tepat dimana. :) Sampai aku melihat postingan instagram @Pemkot_Semarang tentang pesawat ini. NAH!

Minggu 16 agustus 2015

Kita bersembilan berkumpul di depan Museum Mandala Bhakti – Tugumuda sekitar pukul 06.30. Setelah yakin tidak ada lagi yang akan menyusul, kita bersembilan (aku, Ranz, Andra dan suami, David, Tami, Haryadi, Om Imam dan Om Dije) pun berangkat. Kita menyusuri Jalan Cokrokembang, Penaton, Suyudono, Bendungan, Kelud, terus hingga Sampangan. Setelah melewati “Kretek Wesi” alias “Jembatan Besi”, sebelum nanjak ke arah Unnes Sekaran, kita belok kanan, Jalan Dewi Sartika. Itulah jalan tembus dari Sampangan ke arah Kalipancur.

Dalam perjalanan, Ranz yang mengaku salah satu hobinya adalah mendokumentasikan satu kegiatan/perjalanan/kesempatan, menyibukkan diri merekam perjalanan kita dengan kameranya baik dalam bentuk foto maupun video. Terkadang kita diminta mengulang-ulang saat bersepeda di satu lokasi yang dianggap Nampak eksotis di foto/video. Dan … dengan suka cita kita berdelapan mendengarkan instruksinya. LOL.

Setelah melewati jalan pintas itu, sampailah kita di jalan raya yang menghubungkan Manyaran dan jalan menuju Gunung Pati (arah ke Goa Kreo). Di pertigaan itu, kita belok kanan. Setelah melewati jembatan, di sisi kanan ada bangunan dimana di depannya ada baliho bertuliskan “Desa Wisata Lembah Kalipancur”. Masuklah. Badan pesawat terbang yang kita cari ada di bagian belakang. :)

Sebenarnya badan pesawat terbang ini bukan satu-satunya spot yang menarik untuk dikunjungi.  Di Desa Wisata Lembah Kalipancur pengunjung juga bisa menemukan kandang beberapa jenis binatang dimana anak-anak bisa belajar mengenal jenis binatang. Disini juga ada rumah makan dimana para pengunjung bisa memesan makanan sambil menikmati hawa segar dan pemandangan hehijauan yang ada. Ada juga “venue” yang bisa disewa orang untuk mengadakan perhelatan, misal perkawinan. Waktu kita disana, di venue yang terletak di depan sudah penuh dekorasi untuk perkawinan. 

Karena sejak awal kita bersembilan memiliki “misi” menemukan bangkai pesawat terbang yang kita lihat di balik rimbun pepohonan dari jalan pintas Sampangan – Kalipancur, sesampai di lokasi kita langsung menuju ke tempat dimana pesawat terbang itu mejeng. Dan … menyibukkan diri bernarsis-ria disana, baik di dalam kabin, di sayap pesawat, maupun di tangga pesawat. LOL. Ndeso pol wis ta. LOL. 

Pukul Sembilan pagi kita meninggalkan lokasi. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, kita sarapan dulu di warung “burjo” yang terletak di daerah Sampangan. 

LG 14.24 18/08/2015

David dan Tami akting :D














bagian dalam kabin pesawat

abaikan si tukang narsis :D

suami istri yang kompak

tumben Ranz unjuk narsis kali ini :)

ini kupilihkan gaya Ranz yang (rada) kalem :)


 
beneran narsis kan Ranz kali ini? :D



David mau terjun dari sayap pesawat dengan naik bmx :D




di warung burjo