Selasa, 30 Mei 2017

Gowes Bareng Ngecek Aspal

Pada hari Kamis 25 Mei 2017, kita ngecek apakah tanjakan selepas perumahan Grand Greenwood - Kalipancur sudah lebih ramah pada pengayuh pedal sepeda atau tidak. :) Terakhir kali kita kesini di bulan Oktober 2016, dimana sebagian ruas jalan sedang diperbaiki sehingga pengguna jalan harus gantian menggunakan jalan. Cek link ini ya.

Di tengah jalan, kita bertemu seorang pesepeda, yang mengaku bernama Erwin. Dia rumahnya di Sampangan, waktu bertemu, dia sudah selesai memutar nanjak Sekarang, ke Gunung Pati, kemudian turun Sadeng. Namun, waktu kutawari apakah dia mau ikut, ternyata dia setuju. :)

Di bawah ini foto-foto hasil jepretan Ranz menggunakan kamera Yi-nya. FYI, waduk Jatibarang sudah kian bersolek lhooo ... lumayan buat 'weekend getaway' ketimbang hanya nongkrong di rumah. :)






















Senin, 29 Mei 2017

Segowangi 40

Alhamdulillah ... di bulan Mei 2017, pelaksanaan segowangi alias Semarang Gowes Jemuwah Bengi telah mencapai angka 40. Satu usaha yang ternyata bisa dibilang mudah tak mudah. :) menjaga rutinitas dengan sepenuh dedikasi untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda dalam beraktifitas sekaligus sebagai ajang silaturahmi para pesepeda kota Semarang bisa dibilang cukup menyenangkan, meski banyak kendala.

Dikarenakan hari Jumat terakhir bulan Mei adalah malam pertama penyelenggaraan shalat tarawih, dan biasanya di hari pertama orang-orang sedang full energi dan antusiasme untuk shalat tarawih, kita ajukan penyelenggaraan segowangi ke-40 satu hari sebelumnya, hari Kamis tanggal 25 Mei 2017, yang kebetulan jatuh pada hari libur nasional -- Kenaikan Isa Almasih. Entah karena kebetulan pas hari libur nasional, atau seperti biasa jika diselenggarakan di hari lain, banyak wajah-wajah baru yang muncul. :)

Sebagian 'wajah-wajah baru' itu mungkin masih malu-malu kucing difoto, jadi ya maaf jika ga kefoto. Sebagian dari mereka juga ternyata kalau bersepeda ngebut menyusuri rute yang kupilih, (mereka ternyata mantengin rute yang terpampang di poster buatan Avitt), jadi mereka juga tidak terjepret kamera yang dibawa Ranz selama perjalanan.

Sila dipantengin foto-foto jepretan Ranz di bawah ini.






















Alya, yang tinggal mbonceng pakde-nya :D 





Senin, 22 Mei 2017

Viking Biking : the event!

VIKING BIKING perdana di kota SEMARANG

The D-day

Aku dan Ranz sampai di gubernuran sekitar pukul 04.45. nte Ria, om Bravo, om Poetoet, dan om Nuge sudah sampai disana, mengawasi sepeda-sepeda diset. Sepeda-sepeda ini adalah produk UNITED yang akan digunakan tamu-tamu VIP yang tidak membawa sepeda.

Christiania bikes :)

Sekitar pukul 05.30 mbak Ary mencariku, untuk menyerahkan jersey viking biking, hasil ‘kesaktian’ bu Lia dari Bappeda meminta Bank Jateng untuk mensponsori membuat jersey, untuk diberikan kepada para pesepeda yang datang dengan membawa nama ‘bike to work Semarang’. Berhubung jumlahnya sangat terbatas, kita tidak bisa memberi semua orang. Pada hari itu sendiri, aku mengenakan jersey viking biking hadiah B2W Pusat, jersey yang sama dengan yang dikenakan pak Casper, dubes Denmark. J


sebagian sepeda sponsor United

Sekitar pukul 06.00, pasukan bersepeda diberangkatkan oleh pak gubernur dengan ditandai lambaian bendera. Di baris terdepan ada pak Casper, pak Ganjar, pak Hendi, om Poetoet, dll. Banyak pesepeda yang rebutan ingin sejajar dengan pak Casper dan pak Ganjar, mungkin agar selalu masuk frame jika difoto. LOL.

Rute yang kupilih – setelah pak Ian ESP3 mengatakan pak duber ingin mengunjungi Gereja Blenduk dan Lawangsewu – adalah dari gubernuran kita menuju Simpanglima Jl. Ahmad Yani – Jl. MT Haryono – Bubakan – Kota Lama – Jl. Pemuda – Lawangsewu – Jl. Pandanaran – Taman Pandanaran – Jl. Trilomba Juang – Taman KB – gubernuran.

Meski pak dubes kurang berkenan jika ada voejrider, namun demi kenyamanan tamu negara selama perjalanan, pihak Bappeda tetap bekerjasama dengan polantas, selain dengan dishub dan satpol pp. Voejrider dari polantas yang membuka jalan, ‘pasukan dishub’ dan satpol pp yang sebagian mengenakan jersey VB senantiasa berada di kitaran pak dubes dan pak gubernur.

Barangkali rombongan peserta VB yang jumlahnya ratusan orang itu sedikit mengganggu lalu lintas para orangtua yang sedang mengantar anak-anak berangkat sekolah (sekitar jam 06.00 – 07.00) semoga tidak ada yang nggerundel ya jika para pesepeda ‘hampir’ memenuhi seluruh badan jalan, saat lewat di Jl. MT Haryono.

Sesampai Kota Lama, kita berhenti di Gereja Blenduk; selain berfoto bersama dengan latar belakang Gereja yang kondang ini, pak gubernur juga mengajak pak dubes untuk masuk ke gereja sebentar.

Setelah dirasa cukup, kita melanjutkan perjalanan, tujuan selanjutnya adalah polder Tawang, Kedubes Denmark memang tertarik untuk membantu pengelolaan sampah yang ada di Semarang, selain penanggulangan banjir.

Meninggalkan kawasan Kota Lama, jam menunjukkan lewat dari pukul 07.00. traffic yang biasanya penuh di kawasan Jl. Pemuda karena anak-anak sekolah telah berlalu. Rombongan pesepeda lancar melewati Jl. Pemuda, hingga sampai Lawangsewu. Pihak pengelola Lawangsewu telah mendapatkan kabar bahwa pak gubernur akan mampir membawa tamu negara, maka pagi itu, kita bisa masuk ke halaman depan gedung peninggalan Belanda. Disini, selain berfoto-foto, banyak insan pers yang menggunakan kesempatan ini untuk mewawancarai pak gubernur dan pak dubes.

Dari Lawangsewu, kita belok ke arah Jl. Pandanaran. Rombongan masuk gerbang belakang gubernuran menjelang pukul 07.30, tepat seperti prakiraanku. Sebagian peserta ada yang langsung cabut untuk berangkat ke kantor masing-masing, ada yang tetap stay untuk menikmati kudapan yang disediakan oleh pihak umum pemprov.

Dan pihak-pihak yang sibuk mempersiapkan ini itu pun lega karena acara telah terselenggara dengan lancar dan sukses. Alhamdulillah.

Siap-siap saja jika pak Casper ingin mengulang kesuksesan VB di Semarang tahun depan. J


LG 11.11 23052017