Jumat, 30 Oktober 2015

Yuk menanam mangrove

Pada hari Jumat 30 Oktober 2015, komunitas B2W Semarang mendapatkan kesempatan untuk ikut serta melakukan satu kegiatan untuk menghijaukan lingkungan, selain bersepeda, yakni menanam mangrove. Penyelenggara adalah Indonesia Power UPSemarang yang terdomisili di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Kegiatan ini, selain menanam mangrove, sekaligus untuk meresmikan tanggul dan jembatan yang dibangun oleh Indonesia Power UP demi menunjukkan kepedulian pada masyarakat sekitar yang tinggal di kawasan Tambak Mulyo. Jika sebelum tanggul dan jembatan ini dibangun para warga sekitar yang akan berangkat bekerja dimana kantornya berlokasi di kawasan pelabuhan harus naik perahu dan mengeluarkan biaya seribu rupiah per sekali naik perahu, kali ini mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya naik perahu. Sebagai ganti, paling hanya memberi uang sukarela untuk membangun perawatan tanggul dan jembatan ini.

Karena program ini sebenarnya dilaksanakan hanya oleh pihak Indonesia Power UP beserta pihak-pihak yang terkait, yakni warga sekitar, aku tidak woro-woro di grup. Untuk ini Komunitas B2W Semarang diwakili oleh enam orang, yakni aku sendiri, Ranz -- sekaligus sebagai fotografer -- Tami, David, Om Dije dan Om Cipto. Peresmian oleh General Manager Indonesia Power UP dimulai pukul 09.00 aku dkk sudah sampai di lokasi sekitar 40 menit sebelumnya. Kita langsung turun tangan membantu para warga sekitar yang sedang menanam mangrove. Mangrove ditanam di pinggir tanggul agar di kemudian hari tanggul ini tidak panas, namun teduh. :)

kita berkumpul di Taman Pandanaran sebelum bergerak menuju pelabuhan


di warung susu Karang Doro


jembatan yang dibangun Indonesia Power UP


menanam mangrove 





yang berdiri di tengah, tinggi, general manager Indonesia Power UP

paling kiri, Om Boil, yang mengundang kita :)


yang mengenakan kaos lerek-lerek pak RT 08 RW 15 Desa Tambak Mulyo, yang paling kanan pak lurah 

no comment :D 


diakhiri dengan makan sop ayam pecok yang segar dan nyum nyum :D

Segowangi 20

(Late report) :)




Segowangi 20 yang diadakan pada hari Jumat pahing 25 September 2015 adalah segowangi pertama yang tidak dihadiri oleh Ranz karena dia sedang tidak enak badan sehingga tidak bisa memaksa diri untuk datang ke Semarang. Maka, bisa dipahami jika tak banyak foto yang layak tayang di postingan ini, karena foto-foto dijepret oleh seseorang yang tidak biasa memotret, dan dilakukan menggunakan kamera di hape yang tidak mampu meng-capture objek yang sedang bergerak -- bersepeda -- dengan baik, apalagi dilakukan pada malam hari, blurred daaah :)

Meskipun begitu, luamayan lah karena yang hadir kurang lebih ada 50 orang, siap untuk secara kontinyu mempopulerkan kegiatan bersepeda di masyarakat. :) Bahkan juga berdatangan beberapa wajah baru yang berpartisipasi :) David yang sebenarnya juga punya kamera lumayan datang terlambat karena kesibukannya bekerja. Apa boleh buat? Untuk dokumentasi event-event yang kita adakan, kita sangat tergantung pada that personal photographer of mine. Hihihihi ... (sedangkan untuk membuat poster/flyer aku tetap mengandalkan Riu.)





Selasa, 27 Oktober 2015

SERBA SERBI JAMSELINAS


Aku ingat sebelum jamselinas pertama diselenggarakan, para pecinta sepeda lipat yang tergabung dalam komunitas-komunitas seli di banyak kota di Indonesia, mengadakan “pra-jambore” yang juga diberi tajuk “JOGJA ATTACK” pada hari Sabtu-Minggu 5-6 Maret 2011. Aku tertarik untuk ikut waktu itu karena (1) aku sudah punya seli (dibeliin kakakku yang tinggal di Cirebon)jadi aku lebih mobile untuk bergerak ke luar kota (2) Jogja is my second hometown (3) tawaran menu gowes dari bunderan UGM ke Candi Borobudur. Alasan yang ketiga yang jauh lebih menarikku untuk gabung event ini. Ehem …



Setelah event itu, kebetulan aku “nemu” eh mendapatkan (bedanya apa ya?) seorang soul mate sepedaan, Ranz. Di bulan Juni 2011 aku pertama kali mbolang keluar kota bukan karena akan mengikuti event. Aku dolan ke Solo, kemudian Ranz menemaniku gowes ke Jogja, dan keesokan harinya gowes ke Kaliurang. Bulan Juli 2011 ada event “joglosemar” yang pertama kali di Jogja, tapi aku ga bisa ikut karena ada satu kegiatan lain yang tak bisa kutinggalkan.

Bulan September 2011 aku dan Ranz gowes ‘blind adventure’ ke pantai Nampu. Well, meski sebenarnya tidak benar-benar ‘blind’ namun karena info yang kita dapatkan sebelum gowes salah, ya bisa dikatakan kalau bikepacking kali ini termasuk blind adventure. J

Seingatku woro-woro tentang jamboree sepeda lipat nasioinal yang pertama kurang begitu greget sehingga tidak atau belum banyak yang tahu. Dari Komselis sendiri ada beberapa yang berangkat, missal Om Tunggal yang menjabat jadi ketua waktu itu, dan beberapa lain lagi yang ga aku ketahui.


Tahun 2012, hasrat untuk ikut event gowes di luar kota kian menggebu. Di bulan Mei 2012 kebetulan ada event yang diberi tajuk JOGLO ATTACK. Joglo singkatan dari Jogja + Solo. Konon berawal dari kawan-kawan Jakarta yang ingin ngepit ke Jogja dan Solo, kemudian oleh kawan-kawan Jogja (dan Solo) keinginan ini disambut dengan hangat. Secara pribadi aku ingin ikut event ini karena iming-iming menginap di camping ground Candi Prambanan. Wahhh … Seumur hidup belum pernah aku merasakan camping. Kekekeke … bahwasanya seusai acara gowes di Prambanan aku diajak Ranz gowes ke Solo – yang kebetulan kemudian ditemani oleh Tuhu, Holic dan si kecil (waktu itu masih kecil) Dhimas – memang sudah direncanakan oleh Ranz. Acara JOGLO ATTACK ini diakhiri dengan gowes Solo – Semarang, aku naik Cleopatra dan Ranz menaiki Austin. Event ini gratis tisss.

Bulan November 2012 diselenggarakanlah jamboree sepeda lipat nasional kedua di Surabaya. Iming-iming gowes ke pulau Madura sangatlah menggiurkan bagiku dan Ranz maka kita pun menyatakan diri ikut. Eh, ternyata pesepeda tidak diperkenankan lewat jembatan Suramadu. Kita menyeberang naik ferry. Jpada kesempatan ini, aku dan Ranz sekalian dolan ke Trowulan – Mojokerto, sebelum sampe ke Surabaya. (Sengaja kita tidak berangkat bareng rombongan Komselis dari Semarang). Biaya ikut jamselinas kedua ini Rp. 79.000,00. Daya tarik utama ya gowes ke Pulau Madura. J

Tahun 2013, jamselinas ketiga diselenggarakan di Bandung, bulan Mei 2013. Awal tahun sudah ada woro-woro untuk mendaftarkan diri. Lhah, padahal waktu itu rasanya belum bisa move on dari jamselinas kedua, maka aku dan Ranz setuju untuk tidak ikut. Sebagai ganti, kita mbolang sendiri dong, mulai dari menghadiri Waisak Mei 2013, ikut event dagadu raceplorer Juni 2013, kemudian gowes ke PantaiKlayar bulan Agustus 2013.

Oh ya, di tahun 2012 ada event ‘enduro’ untuk selier yang diselenggarakan di Jakarta. Namun mungkin karena pelaksanaannya ga jauh dari jamselinas 2, dari Semarang yang ikut hanya 3 orang, Dany Saputra, Holic, dan satu lagi aku lupa. J‘enduro’ untuk mengetes endurance gowes sejauh 150 km. Nah, di tahun 2013, kebetulan event serupa ini diselenggarakan di Jogja, dengan judul acara J150K yang biasa dibaca ‘jisok’. Aku ikut ini, meski awalnya ogah-ogahan, karena Ranz sudah ndaftar duluan tanpa bilang-bilang ke aku dulu. Hohohohoho …

Jamboreesepeda lipat nasional keempat diselenggarakan di Jogja. Jogja will always be the main interest for me. Plus di tahun sebelumnya kita – aku dan Ranz sudah absen dari jamboree sepeda lipat nasional ketiga – maka tanpa ba bi bu tentu kita berpartisipasi. Well, Jogja adalah kota ketiga – setelah Semarang dan Solo – yang sering kita kunjungi untuk gowes, but we will never feel bored of it. JJams4linas diselenggarakan pada akhir bulan September 2014. Oh ya, di tahun 2014 ada satu event lain yang cakupannya lumayan menasional, joglosemar, yang diselenggarakan di Semarang dengan Komselis sebagai host. Untuk biaya, kita mengeluarkan uang Rp. 125.000,00 per orang untuk Jams4linas, sedangkan untuk joglosemar kita hanya membayar Rp. 50.000,00.

Tahun 2015, saatnya jamboree sepeda lipat nasional kelima, diselenggarakan di kota kelahiran Ranz, Solo. Meski di kota sendiri, kita berdua terancam hamper saja tidak bisa bergabung karena sesuatu. Untunglah di satu minggu terakhir sebelum pelaksanaan, kita bisa memastikan diri bahwa kita ikut. Hihihihi … Biaya ikut jam5elinas kali ini lumayan mahal dibanding event-event sebelumnya, yaitu Rp. 250.000,00 per orang. Sebagai 'imbasnya' di hari kedua hidangan yang disajikan gila-gilaan banyaknya. :) 

Tahun 2016, jamboree sepeda lipat nasional keenam bakal diselenggarakan di kota Muntok Bangka. Oh well, antara bakal ikut atau tidak nih. Jauh je, harus merogoh kocek jauh lebih dalam lagi untuk transportasi dan tetek bengeknya. Bakal bisa ikut ga ya? you know what? Ada satu pernyataan rada lebay diucapkan oleh beberapa lipaters : jamboree sepeda lipat nasional itu serasa seperti event naik hajinya kaum lipaters. Hohohohoho …  Dikarenakan kurang pede bakal bisa menyeberang ke Sumatera untuk berpartisipasi jamselinas tahun depan, ada harapan bahwa ada kota lain – jika kawan-kawan Jogja merasa sudah cukup sering menjadi host event nasional – yang bakal mengadakan event endure, sejenis J150K. ada sih event audax, tapiiiiiii … MAHAL!!!

Udah, segini aja dulu coretan tentang jamselinasnya. Ciao.


LG 16.56 27/10/2015

JAM5ELINAS SOLO 2015 hari kedua

GOWES SERU JAM5ELINAS 2015

Jauh sebelum penyelenggaraan JAM5ELINAS tanggal 16 – 18 Oktober 2015 pihak panitia sudah woro-woro rundown acara, disebar lewat social media agar para peserta bisa memperkirakan jam datang ke lokasi acara, agar tahu serunya kira-kira seperti apa, dan lain-lain.

Acara hari Sabtu 17 Oktober 2015 pagi adalah pembukaan acara secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan gowes seru. Malam harinya diselenggarakan farewell dinner plus acara lain-lain. Semua dipusatkan di Taman Balekambang.

Pagi itu, rombongan dari arah Laweyan – aku, Ranz, Tami, Andra + suami dan Om Dije + temannya berangkat sekitar pukul 06.15. kita mampir dulu ke hotel d’Wangsa HAP untuk menjemput Om Luqman + Arwin dan Om Chips + Denny. Kemudian kita beriring-iringan ke Taman Balekambang.




Sesampe Balekambang suasana sudah cukup rame. Yang pertama kita lakukan adalah membaca pengumuman panitia tentang penggrupan peserta. Kita – ternyata – dibagi dalam grup-grup yang berbeda, berdasarkan nama komunitas yang kita pakai ketika mendaftar. Namun aku bilang ke yang lain, “Udah, kita jadi satu kelompok aja. Yuk, pilih kelompok yang mana? Nanti kita ngumpul jadi satu.” Pilihan jatuh ke grup nomor 14, dimana kebanyakan isinya adalah teman-teman yang tergabung dalam Komselis. Kita kumpul dengan sesame lipaters dari Semarang ajah, yang sudah saling familiar. (Lha njuk kapan nduwe kenalan saka komunitas kota liyane ya? Hihihi …)







Kehebohan menunggu kita bakal dikawal oleh siapa sebagai road captain kita, dan kira-kira kapan kita akan diberangkatkan membuat kita lupa bahwa ada satu acara yang penting pagi itu: pembukaan acara oleh menteri Lingkungan Hidup Ibu Siti Nurbaya disambung dengan penobatan siswa Lingkungan Hidup. Pada saat yang sama Om Toto Sugito – ketua umum B2W Indonesia – menghibahkan sepeda kepada siswa yang terpilih. Karena panitia tidak ‘mengarahkan’ para peserta untuk berkumpul di sekitar panggung utama pagi itu, acara pembukaan itu pun terlewat. L

Kita mulai gowes meninggalkan Taman Balekambang sekitar pukul 08.00. karena aku tidak familiar dengan nama-nama daerah di kota Solo, aku tidak bisa menulis dengan lengkap rute yang kita lewati disini. J Yang pasti jarak yang kita tempuh kurang lebih 45 kilometer, dengan tujuan akhir balik ke Balekambang. JDalam perjalanan ada 2 pit stop tempat kita berhenti untuk beristirahat, minum dan ngemil jajanan yang disediakan panitia. Yang pertama, panitia menyediakan air mineral plus es teh untuk minuman, sementara serabi notosuman untuk cemilan. Yang kedua di waduk Cengklik, panitia menyediakan air kelapa muda plus gorengan, juga ada pisang rebus.









FYI, selama perjalanan, Ranz tidak banyak mengambil gambar karena tiba-tiba kameranya error, harus menggunakan cara yang manual untuk memotret. Hanya ketika berhenti di pitstop dia bisa mengabadikan moment dengan kameranya.

Pukul 12 siang aku dan rombongan telah kembali ke Taman Balekambang. Jarak yang hanya 45 kilometer terasa lumayan bikin ngos-ngosan karena siang itu cuaca sangatlah panas. Sesampai di Balekambang … kita disambut dengan berbagai macam makanan khas Solo! Mulai dari selat Solo, timlo Solo, gudeg ceker, ayam penyet, tengkleng, sega liwet, dll. Ada juga es dawet dan es teh. Jika kita mengeluarkan sebanyak, misalnya, 25ribu calorie saat bersepeda sejauh 45 km, hidangan makan siang yang ada, jika kita tidak menahan diri, akan mengembalikan semuanya. LOL.










Pukul 15.00 kita meninggalkan Balekambang ke tempat penginapan masing-masing. Jsaat istirahat, mandi, atau jalan-jalan bagi yang pingin.


FAREWELL DINNER

Pukul 19.00 kita kembali mengayuh pedal sepeda kea rah Taman Balekambang lagi, saat menghadiri farewell dinner. Seperti di saat makan siang, mala mini pun panitia menyediakan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan-makanan khas yang kita temukan di angkringan, nasi goreng, mie goreng, roti bakar, tempe dan tahu bacem, dll. Untuk minuman aku kembali memilih es teh karena gerah. Yang lain memilih susu segar,  minuman rempah, dll.

Hiburan yang menemani kita makan malam lumayan menarik dan menghibur. Sayangnya tak satu pun dari kelompokku yang mendapatkan door prize. LOL. Pada kesempatan yang baik ini, om Mada Mubina, ketua IDFB (induk komunitas sepeda lipat seluruh Indonesia) secara resmi mengumumkan bahwa tahun depan, tahun 2016, penyelenggaraan Jamselinas keenam menjadi tanggung jawab komunitas sepeda Pulau Bangka. Sedangkan di tahun 2017, Komselis mendapatkan kesempatan untuk menjadi host perhelatan akbar tingkat nasional ini. Yuhuuu …








Pukul 22.00 acara jam5elinas ditutup secara resmi. Aku dan rombongan meninggalkan lokasi bersama Om Toto Sugito ketua B2W Indonesia bersama rombongannya, ada Om Poetoet, Om Ve Wee, Om Tekad, Nte Ria dan Nte (Bunda) Upik dari JFB. Kita mampir dulu ke satu warung tenda di pinggir jalan di kawasan Kota Barat, menikmati hidangan belut penyet. Aku nonton aja. Perutku rasanya sudah akan meledak saking kenyangnya. LOL.

Kita sampai rumah Ranz lebih dari pukul 23.00. Malam ini om Dije dan temannya menginap di tempat lain, gantian Haryadi menginap bersama kita.


To be continued.

P.S.:
Sebagian foto-foto waktu gowes seru kuambil dari grup JAMSELINAS V di facebook ... thanks Om Rizal Hasyim :)