Selasa, 03 Juni 2014

Segowangi #4

Saat menyelenggarakan Segowangi alias SEmarang GOwes JemuWAh WeNGI yang keempat akhirnya tiba! Merupakan satu kebahagiaan tersendiri bagiku saat beberapa (belum berani bilang 'banyak') orang berkata betapa menunggu penyelenggaraan 'segowangi' selama satu bulan itu sangat lah lama. :)

"Bagaimana kalau 'segowangi' diselenggarakan seminggu sekali?" tanya seseorang yang disampaikan kepada Yani, dan Yani menceritakannya kepadaku.

(Bakalan kegiatan dolanku bersama Ranz keter dahhh. Hahahahaha ...)

Seperti biasa, Jumat 30 Mei 2014 aku dan Ranz sampai di Balaikota --tikum yang kupilih untuk 'segowangi' -- pukul 18.30, jam mulai kumpul yang kuterakan di 'flyer'. Di luar gerbang masuk Balaikota telah ada dua sepeda yang nongkrong. Ada dua perempuan yang duduk dekat sepeda itu, bersama satu anak perempuan, mungkin berusia sekitar 5 tahun. Di salah satu sepeda, ada bantalan yang ditaruh di boncengan belakang, tentu agar si anak duduknya lumayan nyaman. Eh, baru kali ini lho ada seorang perempuan yang mengajak anaknya serta untuk ikut 'segowangi'. :) Dan, di antara para pesepeda yang hadir ada yang istimewa: Pak Bambang, yang khusus datang dari Kudus, menggowes sepeda gunungya demi ikut meramaikan 'segowangi'. Suwun sanget Pak. :)

Setelah terkumpul kurang lebih 60 pesepeda -- dengan berbagai varian sepeda, mulai dari lowrider, city bike, fixie, seli, mtb, dan balap -- 'pasukan' segowangi kuberangkatkan sekitar pukul 19.30. Karena 'segowangi' #4 diselenggarakan bulan Mei -- HUT Kota Semarang -- maka temanya pun kusamakan, "ikut memperingati HUT Kota Semarang".

Menuruti permintaan beberapa peminat 'segowangi' di bulan sebelumnya, rute kali ini kupilih lebih panjang dari pada biasanya; plus ada sesi foto-foto di empat landmark kota Semarang. (Sebagai warga kota Semarang, harusnya bangga dong dengan landmark yang ada.) Untuk memimpin di depan, aku memilih Arief Daeng -- mahasiswa UNDIP semester 6. Keluar dari Balaikota, kita belok kanan hingga traffic light dekat Paragon Mall, kemudian kita belok kanan ke arah Jalan Thamrin. Dari Jalan Thamrin kita belok ke arah Kampung Kali, belok kiri ke Jalan MT Haryono. Sebelum sampai bundaran Bubakan, kita belok ke Jalan Petudungan, yang merupakan jalan tembus ke arah Gang Lombok. Kelenteng Tay Kak Sie yang terletak di Gang Lombok merupakan landmark pertama tempat kita bernarsis ria.

Lokasi kedua untuk foto-foto adalah Gereja Blenduk (alias G.P.I.B Immanuel) yang menjadi primadona di kawasan Kota Lama.

Selesai foto-fiti di Gereja Blenduk, kita lanjut ke arah Jalan Pemuda. Di perempatan depan Hotel Metro, kita belok kanan, menuju Jalan Imam Bonjol. Sesampai di pertigaan pom bensin selepas Stasiun Poncol, kita belok kanan ke arah Jalan Hasanudin. Gowes beberapa ratus meter di Jalan Hasanudin, kita belok kiri menuju Jalan Brotojoyo. Setelah tembus di Jalan Kokrosono, di ujung jalan kita menyeberang kemudian memutar ke arah Barat, untuk kemudian melanjutkan perjalanan di pinggir sungai Banjirkanal Barat. Tujuan berikutnya adalah Gedung Batu Sam Po Kong. :)

Karena sudah malam, tentu kita hanya foto-foto di luar pagar GB SPK, Kita tidak menghabiskan waktu lama karena waktu sudah menunjukkan pukul 21. 20. Kita lanjutkan gowes ke Jalan Kaligarang, kemudian belok kiri ke Jalan Dr. Sutomo. Spot pemberhentian terakhir untuk foto adalah Tugumuda, Bukan untuk memotret Tugumuda, tapi ... si cantik Lawangsewu. :)

Dan ... ini adalah rute terjauh dari empat kali penyelenggaraan 'segowangi': 16 kilometer! :)

Sampai jumpa di Segowangi #5! :)



































GG - IB 18.18 03/06/2014

1 komentar:

  1. mbak, keren banget perjalanannya
    keren juga profesinya, blogger
    keren banget fotonya, pake apa mbak
    salam gowes
    Purnomo - Jakarta

    BalasHapus