Jumat, 14 Desember 2012

GOMINGPAI KE AKPOL DAN TINJOMOYO 9 DESEMBER 2012


sebelum berangkat, di 'mabes'

Hari Minggu 9 Desember 2012 aku dan Ranz bersama teman-teman lain gowes bareng. Kali ini kita memilih mencoba trek tanjakan. 

Seperti biasa kita berkumpul di ‘mabes’ yang berlokasi di depan Gedung Telkom Jalan Pahlawan sekitar pukul 06.00 – 06.30. Berbeda dengan di awal Komunitas B2W Semarang terbentuk di pertengahan tahun 2008 lalu lokasi ini cukup sepi, namun sekarang dengan adanya program CFD Jalan Pahlawan selalu ramai oleh mereka yang mengikuti senam erobik, atau hanya sekedar lalu lalang, atau bermanuver di atas skateboard atau sepatu roda. Sehingga bisa dipahami jika sekarang sulit bagi kita untuk mengenali (terutama bagi anggota komunitas baru) siapa saja dari Komunitas B2W Semarang maupun Komselis yang berkumpul bersama untuk kemudian gowes bareng. CFD tak lagi ‘hanya’ dinikmati oleh para pesepeda, namun juga dinikmati oleh para penjaja servis sewa skateboard, sepatu roda, bahkan sepeda. Tak ketinggalan juga para pedagang ikut meraup keuntungan.

Kebetulan tanggal 9 Desember 2012 sedang ada acara jalan sehat yang lewat Jalan Pahlawan, sehingga seluruh badan jalan dipenuhi oleh para peserta jalan sehat. Sulit bagi para pesepeda untuk bersepeda di kawasan CFD, sulit juga bagi mereka yang ingin ber-skateboard ria maupun bersepatu roda ria. Bahkan untuk mendapati lokasi yang nyaman untuk berkumpul bersama sebelum memulai gowes bareng (meski hanya di trotoar) pun sulit karena trotoar sekarang dipenuhi mereka yang menawarkan sewa skateboard/sepatu roda/sepeda. 

otw, aku berdua Iqbal

Rombongan yang berjumlah 15 orang (aku, Ranz, Tami, Andra, Mas Tunggal, Om Topo, Uncle Duck, Icha, Luna, Eko, Om Suryadi, Iqbal, Yuniar, Very, dan Kartika, the newbie) meninggalkan mabes sekitar pukul 06.45. Pertama kita (terpaksa) menuntun sepeda keluar dari kawasan CFD ke arah Taman KB. Dari arah Taman KB kita mengambil arah ke Jalan Menteri Supeno sampai RS Dr. Kariadi dimana kita mulai menanjak halus di letter S. Menjelang tanjakan curam Jalan S. Parman alias Gajahmungkur, kita belok kiri ke arah Jalan Rinjani, tanjakannya sangat bersahabat bagi para pemula penikmat tanjakan. J Kita berhenti sejenak di depan Hotel Rinjani untuk berfoto-ria sambil menunggu beberapa teman yang sedang belajar menanjak. Disini, Very tak lagi nampak bergabung bersama kita. (Rupanya dia memilih jalur yang berbeda dan kemudian menunggu kita di daerah Tinjomoyo.) 
berpose di depan Hotel Rinjani
 Keluar dari Jalan Rinjani, kita gowes ke arah Selatan, Jalan S. Parman. Sampai traffic light di depan AKPOL, kita terus sampai menjelang traffic light berikutnya. Di sini, kita menyeberang jalan masuk ke sebuah jalan yang menuju arah AKADEMI KEPOLISIAN. Tujuan utama untuk foto-fiti adalah sebuah pesawat Merpati yang diparkir. Percayakah engkau bahwa setiap orang memiliki bakat untuk menjadi narsis di hadapan kamera? LOL. Maka, demikianlah. Kita butuh kurang lebih 30 menit untuk memuaskan diri berpose untuk dipotret oleh mereka yang membawa kamera. :)

melewati gerbang AKPOL

pose di depan pesawat Merpati


Ranz :)


rame-rame berpose di sayap pesawat :)
Dari kawasan AKPOL kita keluar lagi ke arah jalan raya, kemudian berbelok ke Jalan Semeru. Kita memilih jalur ‘nrabas’ untuk langsung ke arah Stadion Jatidiri Karangrejo, tanpa melewati tanjakan curam di Jalan Teuku Umar. J Dari Stadion, kita berbelok ke arah Jalan Bendan. Sempat nanjak sejenak setelah melewati sebuah mini market (dimana kita sempat mampir untuk beli minuman) kemudian track menurun. Setelah lewat UNIKA, kita ambil jalan yang berbelok ke kiri, menuju Tinjomoyo. Track berupa turunan super tajam. Tak lama kemudian kita sudah sampai di kereta kayu Tinjomoyo yang klasik dan indah untuk setting foto-foto. 

on the way
berpose bersama di jembatan nan eksotis
di jembatan yang sama :)

nunut narsis yaaa :)
Iqbal :)
Andra :)
Tami :)

Sayang sesampe jembatan, kita tidak bisa langsung foto-foto bersama karena masih menunggu Ranz dan Yuniar yang tidak kunjung nampak. Sementara itu matahari sudah meninggi. Beberapa teman terlihat berfoto sendiri-sendiri menggunakan kamera masing-masing. Sekitar 15 – 20 menit kemudian baru Ranz dan Yuniar datang. Rupanya setelah bernostalgia di kawasan kampus UNIKA, mereka salah jalan (blame Ranz for that. LOL.) Ranz yang berada di depan, langsung meluncur turun, tanpa tahu bahwa ketika ada belokan kiri (ke arah Tinjomoyo) mereka harus belok kiri. Yuniar yang ada di belakang, hanya mengikuti Ranz. Sampai ketika mereka sampai di UNTAG, Yuniar bertanya, “Lho, kita ga jadi ke Tinjomoyo kah?” Ranz baru sadar bahwa dia telah menyesatkan Yuniar. LOL. Mereka berdua terpaksa nanjak Jalan Bendan itu, kemudian belok ke arah Selatan.
Kita tidak lama foto-foto di jembatan Tinjomoyo karena sudah semakin siang, sinar matahari semakin panas. Bisa dipastikan kita belum sempat explore kawasan tersebut; belum sempat turun ke bawah jembatan, dan tentu juga belum mengunjungi kawasan hutan wisata yang terletak di ujung jembatan. 

narsis forevah :)
jembatan kayu nan klasik dan artistik
Untuk kembali ke Jalan Bendan, jelas kita harus nanjak tanjakan super tajam. Aku dan Ranz ketinggalan di belakang karena aku kepengen berfoto di jembatan bersama Snow White. Setelah itu, tas pannier di boncengan Shaun berulang kali mengganggu gerakan kaki Ranz untuk mengayuh pedal. Tak jauh dari situ, kita melihat seseorang tergeletak tak berdaya di bawah pohon rindang. Sepedanya terparkir tak jauh darinya. 

no comment :)
teman-teman lain yang (malah) unjuk narsis :)

“Lho? Itu kan Om Yun? Ngapain dia di situ?” kata Ranz.

Semula kukira karena kelelahan (dihajar tanjakan), Yuniar butuh istirahat. Tapi kok sendirian? Yang lain kemana? Ranz yang merasa mendapatkan objek bagus untuk dipotret, langsung sibuk dengan kameranya. Aku hanya berdiri terpana, heran, mengapa Yuniar membaringkan diri di situ sedangkan yang lain tidak terlihat. Aku merasa tambah aneh ketika Yuniar sama sekali tidak bergerak ketika Ranz sudah memotretnya dari jarak yang sangat dekat. Jangan-jangan Yuniar benar-benar tak berdaya. (jalan pikiranku lelet banget yak? hihihi ...)

Kemudian aku melihat Andra berjalan ke arah aku berdiri, terpaku, menatap Ranz dan Yuniar. Rupanya teman-teman berada tak jauh dari lokasi itu; hanya karena tanjakan yang tajam kemudian sedikit berbelok aku tak melihat mereka. Mengetahui teman-teman ada di dekat situ, aku langsung terus naik ke arah teman-teman untuk memarkir Snow White; sementara teman-teman pun kemudian ramai-ramai berjalan turun ke arah Yuniar berbaring istirahat. Seorang penduduk setempat dengan baik hati memberikan vicks vaporub untuk dioleskan di titik-titik tubuh Yuniar yang butuh diolesi.

pijat-pijat :)

Setelah Yuniar cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan, kita meneruskan gowes ke arah Sampangan. Trek kali ini hanya turunan saja; namun karena tajam maka kita harus tetap berkonsentrasi penuh. 

Kita mengakhiri gowes bareng ini dengan kulineran di sebuah warung burjo di daerah Sampangan. Sebagian kita memesan burjo, sebagian lain lagi memesan mie instan, ada juga yang makan nasi + lauk pauknya. 

Sekitar pukul 11.00 kita mulai memisahkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing.
Sampai ketemu lagi di event gowes bareng berikutnya. :)
GL7 11.47 11/12/12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar