Sabtu, 09 April 2016

Berkereta Kedungsepur dan Ngepit ke Bledug Kuwu

Sehari setelah penyelenggaraan segowangi 26, kita berempat -- aku, Ranz, Tami, dan Dwi -- mbolang ke Purwodadi. Keinginan mencoba menaiki kereta api dengan harga murah namun bergerbong mewah lah yang mendasari mbolang kita kali ini. Dari pada hanya sekedar mencoba menaiki KA Kedungsepur kemudian balik lagi ke Semarang, kita pun membawa serta seli agar bisa dolan di Purwodadi, sembari menunggu KA Kedungsepur balik ke Semarang. Bledug Kuwu kita pilih dengan alasan yang sangat "sepele" : kita ga perlu menapaki trek tanjakan. Hihihihi ...

FYI, KA Kedungsepur berangkat dari Stasiun Poncol pukul 06.15, sampai di Stasiun Ngrombo - Purwodadi pukul 07.45. Pulangnya, kita naik KA Kedungsepur yang meninggalkan Stasiun Ngrombo pukul 18.15 dan sampai Stasiun Poncol pukul 19.45. Harga tiket Rp. 10.000,00 per perjalanan.

Sesampai di Stasiun Ngrombo sekitar pukul 08.00 (molor 15 menit dari prakiraan yang tertera di tiket), kita tidak langsung gowes. Setelah foto-foto untuk dokumentasi, kita sarapan pecel di satu warung yang terletak di samping kiri stasiun. Sembari sarapan kita bertanya-tanya arah yang paling dekat menuju Bledug Kuwu.

Sekitar pukul 09.00 kita mulai meninggalkan Stasiun Ngrombo. Keluar stasiun, kita belok kiri. Bersepeda sekitar kurang lebih 2 kilometer, kita akan bertemu traffic light, kita belok kanan. Dari sana gowes saja luruuuusss kurang lebih 28 kilometer, sampai pertigaan. Jika belok kanan kita akan menuju Sragen, jika belok kiri kita akan menuju kota Purwodadi, dimana kita akan melewati Bledug Kuwu.

Jarak sejauh 33 kilometer kita tempuh selama 3 jam, berhubung kita mengayuh pedal dengan santai. Kita masuk ke pelataran parkir Bledug Kuwu pukul 11.55.

Matahari sedang tinggi-tingginya. Bisa dibayangkan panasnya bagaimana. :D

Disini kita hanya mendekati 'induk' bledug, dan tidak ke 'anak-anak' bledug yang lain : panas. :) Setelah foto-foto sekitar setengah jam, kita beristirahat di sebuah 'gazebo' sederhana yang ada di pelataran situ sekaligus menikmati es kelapa muda.

Pukul 13.30 kita meninggalkan lokasi, mengayuh pedal sepeda kembali ke Stasiun Ngrombo, ke arah Barat, dimana matahari mencorongkan sinarnya. Bisa dimaklumi jika hal ini menyebabkan kulit kita belang. LOL.

Perjalanan sedikit tersendat karena Dwi mendadak kram perut. Meskipun begitu, untunglah kita tetap menempuh jarak 33 km selama 3 jam. Jika waktu berangkat kita sempat berhenti di beberapa lokasi untuk foto-foto, dalam perjalanan pulang, kita berhenti untuk mampir ke toilet. LOL.

KA Kedungsepur meninggalkan Stasiun Ngrombo pukul 18.15. Kita sampai stasiun Poncol menjelang pukul 20.00. Dwi yang mengeluh kram perut langsung pulang. Sedangkan aku, Ranz, dan Tami menyempatkan makan malam di satu warung tenda di Jalan Hasanudin.

Sampai juma di kisah mbolang kita berikutnya. :D






















IB 09.40 14/04/2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar