Senin, 26 September 2016

Unnes Lagiiii

Meski aku sudah cukup puas dengan 'penampilanku' nanjak ke Unnes seminggu sebelumnya, hari Minggu 18 September 2016, aku kembali menapaki tanjakan yang sama. Sebenarnya aku ingin mencoba trek yang lain, namun karena Ranz buru-buru harus balik ke Solo, aku memilih trek yang sama lagi, yang aku sudah yakin jaraknya seberapa jauh, dan bakal butuh waktu seberapa lama. :)

Aku dan Ranz -- ditemani Edy Wi -- meninggalkan kosnya Ranz jelang pukul 07.00. Dari jalan Suyudono kita menuju Banjirkanal Barat, belok kiri ke arah jalan Bendungan, kemudian menyeberang ke jalan Kelud, lanjut hingga Sampangan.

foto dijepret oleh Edy

Karena tidak ada yang meminta sarapan, kita langsung menuju tanjakan. (Waktu bersama Dwi, dia yang mengajak kita sarapan dulu.) Namun, baru akan menjelang nanjak Trangkil, Ranz sudah ga mau melanjutkan perjalanan. Dia ga mampu, katanya. Setahuku memang dia mengeluh kelelahan setelah nglembur pekerjaan kantor selama kurang lebih 10 hari terakhir untuk mempersiapkan akreditasi, plus makannya tidak teratur. (I never understand her for this, Orang makan tuh kan enak ya, kenapa dia malas makan? LOL.)

Ranz -- yang naik Larung -- turun, aku dan Edy melanjutkan perjalanan.


Meski sempat bilang ke Ranz bahwa mungkin aku akan hanya sampai di gerbang Unnes, kemudian langsung turun lagi, ternyata aku tergoda keinginanku sendiri untuk melanjutkan. Karena harus buru-buru turun untuk mengantar Ranz ke Sukun, tentu aku tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk ke Ungaran, maka, aku kembali menapaki trek menuju pertigaan Cangkiran -- Ungaran -- Gunung Pati.

Sesampai di jalan raya yang jika kita lanjutkan kita bakal sampai di Kalibanteng, Edy mengajak mampir sarapan. Aku memutuskan untuk mampir ke warung soto tempat aku dkk mampir di event seleksi Srikandi tahun 2015.

aku bersama om Hadjid

Usai makan, namun kita masih duduk-duduk di dalam, seorang pesepeda yang kukenal di facebook sebagai Om Hadjid -- yang merupakan salah satu sesepuh grup KOMPAL (komunitas pancal pedal) -- mampir. Untuk bukti kita "kopdar" Om Hadjid kuajak foto bareng. :)

Setelah itu, aku dan Edy melanjutkan perjalanan.

Entah gegara 'sial' atau karena memang aku kurang hati-hati, di satu jalan 'jelek' yang sedang diperbaiki (kawasan desa Kandri), aku terjatuh. :( Kepalaku terantuk aspal! Tapi, untunglah, aku mengenakan helm! Helm yang sempat kucurigai kurang begitu 'nempel' di kepala, rada kurang 'pas' jika dipakai. LOL.) Sempat pandangan mataku berpendar-pendar alias mata berkunang-kunang, namun untunglah kondisi seperti itu tidak berlangsung lama.

mumpung ada yang motretin, aku ikut mejeng, ini belum jatuh :D

Untunglah aku tidak ngebut, meski itu di trek turunan. Beberapa kali 'kasus' waktu aku jatuh, aku dalam kondisi ngebut. LOL. Dan ... biasanya aku jatuh ke arah kanan, kali ini ke arah kiri. LOL. Biar impas kali Na. LOL.

Setelah itu, aku hati-hati selalu. Ga terlena dengan turunan. LOL.



Berbeda dengan seminggu sebelumnya aku memilih tanjakan Kalipancur setelah melewati perumahan Grand Greenwood, kali ini aku memilih belok ke jalan Dewi Sartika, tembus ke Sampangan.

Well, next time diulang lagi, lanjut ke Ungaran ah. :D

LG 11.30 27/09/2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar