Minggu, 28 Juli 2019

11 tahun bersepeda ke kantor



Semakin 'kesini' aku semakin merasa berhutang budi pada seorang kawan yang telah 'menjawilku' untuk bergabung membentuk komunitas B2W Semarang pada tanggal 26 Juni 2008 dulu. (Check tulisanku disini.) karenanya, aku jadi mulai bersepeda ke kantor, juga bersepeda ke tempat-tempat lain, misal toko buku, kulineran, dolan ke rumah teman, dll.



Bersepeda tidak hanya memberiku alternatif olahraga yang lebih praktis ketimbang olahraga kecintaanku sebelumnya (berenang), namun bersepeda telah memberiku banyak pengalaman yang sangat mengasyikkan, misal dolan ke kota-kota di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur, hingga bersepeda di Bali dan Lombok. Thanks a bunch to my biking soul mate for this.



Kemarin aku membaca kisah seseorang yang dishare di satu grup. Dia divonis terkena 'fatty liver' oleh dokter dua tahun lalu. Penyakit ini disebabkan oleh kadar trigliserida yang tinggi. Kata dokter belum ada obatnya. Jika 'fatty liver' ini tak segera ditangani, dia bisa menyebabkan sirosis alias kanker hati. Namun dokter juga bilang ada salah satu pasiennya yang bisa menghilangkan 'fatty liver' ini dengan cara minum kopi hitam tanpa gula dua kali sehari (note: bukan kopi sachetan). Di salah satu komen di postingan itu, seseorang menulis bahwa dia juga pernah divonis kena 'fatty liver'; namun lambungnya ga kuat jika dia minum kopi. Oleh dokter, dia disarankan untuk olahraga berjalan kaki selama 30 menit setiap hari. And, voila … it worked well on her.



Aku jadi berpikir, pastinya tubuhku ini telah terlindungi dari berbagai jenis penyakit ya karena aku biasa bersepeda setiap hari, minimal 30 menit lah. Sebut saja obesitas, diabetes, sampai 'fatty liver' yang kusebut di paragraf atas. Thank God. Memang, untuk sehat, kita harus mengupayakannya. Seperti juga untuk merasa bahagia, begitu kan?



Btw,

Setelah 11 tahun aku bersepeda ke kantor, sampai sekarang aku masih gagal menulari kawan-kawan kerja lain untuk melakukan hal yang sama, meski ada yang pernah ngikut, tapi ga lama. Namun, aku akan terus melakukannya, meski aku berharap akan mampu menulari orang-orang lain di sekitarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.