Cari Blog Ini

Kamis, 31 Juli 2014

BIKEPACKING BLITAR – MALANG: A DREAM-COME-TRUE (Day 2)



CITY TOUR KOTA BLITAR (2nd day 30 Juni 2014)

Hari kedua di kota Blitar saatnya kita nyantai. :) Karena sehari sebelumnya kita belum sempat eksplor perpustakaan dan museum BK yang terletak di satu lokasi dengan makam BK, kita kembali gowes kesana. :) dari hotel ke makam BK, kita menempuh jarak 5 kilometer. 

Di Perpustakaan BK, kita menjelajah lantai satu, dua dan tiga. Di lantai satu, kita sempat masuk ke ruang khusus dimana kita bisa mengakses internet yang akan mengantar kita ke situs-situs video yang berhubungan dengan perkembangan negara Republik Indonesia, selain situs-situs lain. Aku dan Ranz sempat juga duduk-duduk untuk membaca beberapa majalah di ruang baca.






Dari perpustakaan kita ke museum, dimana di dalamnya kita akan menemukan banyak lukisan-lukisan BK, baik sendirian maupun dengan orang-orang penting lain. Disini kita juga sempat mengamati satu lukisan khusus BK yang konon bisa terlihat berdenyut dadanya jika dilihat dari sudut tertentu.





Dari Makam BK (plus perpustakaan dan museum), kita menuju ke objek wisata KEBON ROJO. Objek wisata satu ini terletak satu dengan rumah Walikota Blitar. Kebon Rojo merupakan sebuah taman hiburan dan rekreasi keluarga yang disediakan untuk umum, dan tidak perlu membeli tiket untuk masuk. Disini, kita bisa melihat beberapa jenis binatang, seperti rusa, monyet, dan burung merak.








Pohon-pohon besar yang ada cukup menaungi bangku-bangku yang disediakan di dalam taman, sehingga kita bisa duduk dengan nyaman sambil ngobrol-ngobrol: satu lokasi wisata yang gratis dan menyenangkan untuk penduduk.

Dari Kebon Rojo kita menuju ISTANA GEBANG.

Istana Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung nomor 69 Blitar dulu merupakan kediaman orang tua BK, dan Sang Proklamator pun pernah tinggal disini saat masih kecil hingga masa remaja. Istana Gebang ini peninggalan Belanda, berdiri di atas lahan dua hektar, terdiri dari bangunan rumah utama, gedung kesenian, rumah penginapan tamu yang berkunjung dan rumah untuk para abdi dalem. Di dalamnya kita bisa menemukan perabot-perabot model lama, misal meja kursi, lemari, hingga tempat tidur, dll. Tentu di dinding-dinding digantungkan foto-foto lama BK dengan orang-orang terdekatnya. Di bagian belakang kita juga bisa melihat mobil dan sepeda yang dulu pernah dinaiki oleh BK.

ruang tengah


di tempat tidur

di bagian belakang



sepeda yang pernah dinaiki BK dengan memboncengkan Bu Fatmawati




sumur tua yang keramat (katanya)

Karena merupakan gedung peninggalan zaman Belanda, tentu gedung ini berarsitektur kuno. Suasananya sangat damai, jendela dengan ukuran besar-besar membuat sirkulasi udara mengalir dengann lancar sehingga hawanya tidak panas, meski di luar mentari bersinar cukup terik. Saat datang, pengunjung hanya diminta mengisi buku tamu, tanpa dimintai uang administrasi.
Waktu akan keluar, kita sempat diajak ngobrol dengan salah satu penjaga yang tertarik pada kita karena kita datang naik sepeda. Dia menanyakan apakah kita sudah ke Makam BK, dan bertanya tujuan kita selanjutnya kemana. 

Monumen PETA



Keluar dari Istana Gebang. Kita gowes ke arah Monumen PETA, untuk mengabadikan diri berpotret di depannya. Dalam perjalanan pulang, kita mampir ke alun-alun untuk menikmati suasana sore hari kota Blitar. Lumayan banyak orangtua yang mengajak anaknya bersantai-ria di alun-alun. Sekitar pukul 15.30 kita pulang ke hotel. Santai sekali kita di hari kedua ini.
Untuk makan malam kita memilih warung yang tak jauh dari hotel, sehingga kita cukup berjalan kaki saja. Aku memilih capcay sebagai makan malamku, sedang Ranz memilih beef ca kailan.  Usai makan sebelum balik ke hotel kita jalan-jalan lagi ke alun-alun. Suasana malam hari di alun-alun malah lebih ramai dibanding sore hari tadi. Sekitar pukul 21.00 kita kembali ke hotel. Sebelum tidur tentu kita packing terlebih dahulu.

Jarak yang kita tempuh hari ini sekitar 25 km :)

To be continued.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.