Selasa, 27 Oktober 2015

SERBA SERBI JAMSELINAS


Aku ingat sebelum jamselinas pertama diselenggarakan, para pecinta sepeda lipat yang tergabung dalam komunitas-komunitas seli di banyak kota di Indonesia, mengadakan “pra-jambore” yang juga diberi tajuk “JOGJA ATTACK” pada hari Sabtu-Minggu 5-6 Maret 2011. Aku tertarik untuk ikut waktu itu karena (1) aku sudah punya seli (dibeliin kakakku yang tinggal di Cirebon)jadi aku lebih mobile untuk bergerak ke luar kota (2) Jogja is my second hometown (3) tawaran menu gowes dari bunderan UGM ke Candi Borobudur. Alasan yang ketiga yang jauh lebih menarikku untuk gabung event ini. Ehem …



Setelah event itu, kebetulan aku “nemu” eh mendapatkan (bedanya apa ya?) seorang soul mate sepedaan, Ranz. Di bulan Juni 2011 aku pertama kali mbolang keluar kota bukan karena akan mengikuti event. Aku dolan ke Solo, kemudian Ranz menemaniku gowes ke Jogja, dan keesokan harinya gowes ke Kaliurang. Bulan Juli 2011 ada event “joglosemar” yang pertama kali di Jogja, tapi aku ga bisa ikut karena ada satu kegiatan lain yang tak bisa kutinggalkan.

Bulan September 2011 aku dan Ranz gowes ‘blind adventure’ ke pantai Nampu. Well, meski sebenarnya tidak benar-benar ‘blind’ namun karena info yang kita dapatkan sebelum gowes salah, ya bisa dikatakan kalau bikepacking kali ini termasuk blind adventure. J

Seingatku woro-woro tentang jamboree sepeda lipat nasioinal yang pertama kurang begitu greget sehingga tidak atau belum banyak yang tahu. Dari Komselis sendiri ada beberapa yang berangkat, missal Om Tunggal yang menjabat jadi ketua waktu itu, dan beberapa lain lagi yang ga aku ketahui.


Tahun 2012, hasrat untuk ikut event gowes di luar kota kian menggebu. Di bulan Mei 2012 kebetulan ada event yang diberi tajuk JOGLO ATTACK. Joglo singkatan dari Jogja + Solo. Konon berawal dari kawan-kawan Jakarta yang ingin ngepit ke Jogja dan Solo, kemudian oleh kawan-kawan Jogja (dan Solo) keinginan ini disambut dengan hangat. Secara pribadi aku ingin ikut event ini karena iming-iming menginap di camping ground Candi Prambanan. Wahhh … Seumur hidup belum pernah aku merasakan camping. Kekekeke … bahwasanya seusai acara gowes di Prambanan aku diajak Ranz gowes ke Solo – yang kebetulan kemudian ditemani oleh Tuhu, Holic dan si kecil (waktu itu masih kecil) Dhimas – memang sudah direncanakan oleh Ranz. Acara JOGLO ATTACK ini diakhiri dengan gowes Solo – Semarang, aku naik Cleopatra dan Ranz menaiki Austin. Event ini gratis tisss.

Bulan November 2012 diselenggarakanlah jamboree sepeda lipat nasional kedua di Surabaya. Iming-iming gowes ke pulau Madura sangatlah menggiurkan bagiku dan Ranz maka kita pun menyatakan diri ikut. Eh, ternyata pesepeda tidak diperkenankan lewat jembatan Suramadu. Kita menyeberang naik ferry. Jpada kesempatan ini, aku dan Ranz sekalian dolan ke Trowulan – Mojokerto, sebelum sampe ke Surabaya. (Sengaja kita tidak berangkat bareng rombongan Komselis dari Semarang). Biaya ikut jamselinas kedua ini Rp. 79.000,00. Daya tarik utama ya gowes ke Pulau Madura. J

Tahun 2013, jamselinas ketiga diselenggarakan di Bandung, bulan Mei 2013. Awal tahun sudah ada woro-woro untuk mendaftarkan diri. Lhah, padahal waktu itu rasanya belum bisa move on dari jamselinas kedua, maka aku dan Ranz setuju untuk tidak ikut. Sebagai ganti, kita mbolang sendiri dong, mulai dari menghadiri Waisak Mei 2013, ikut event dagadu raceplorer Juni 2013, kemudian gowes ke PantaiKlayar bulan Agustus 2013.

Oh ya, di tahun 2012 ada event ‘enduro’ untuk selier yang diselenggarakan di Jakarta. Namun mungkin karena pelaksanaannya ga jauh dari jamselinas 2, dari Semarang yang ikut hanya 3 orang, Dany Saputra, Holic, dan satu lagi aku lupa. J‘enduro’ untuk mengetes endurance gowes sejauh 150 km. Nah, di tahun 2013, kebetulan event serupa ini diselenggarakan di Jogja, dengan judul acara J150K yang biasa dibaca ‘jisok’. Aku ikut ini, meski awalnya ogah-ogahan, karena Ranz sudah ndaftar duluan tanpa bilang-bilang ke aku dulu. Hohohohoho …

Jamboreesepeda lipat nasional keempat diselenggarakan di Jogja. Jogja will always be the main interest for me. Plus di tahun sebelumnya kita – aku dan Ranz sudah absen dari jamboree sepeda lipat nasional ketiga – maka tanpa ba bi bu tentu kita berpartisipasi. Well, Jogja adalah kota ketiga – setelah Semarang dan Solo – yang sering kita kunjungi untuk gowes, but we will never feel bored of it. JJams4linas diselenggarakan pada akhir bulan September 2014. Oh ya, di tahun 2014 ada satu event lain yang cakupannya lumayan menasional, joglosemar, yang diselenggarakan di Semarang dengan Komselis sebagai host. Untuk biaya, kita mengeluarkan uang Rp. 125.000,00 per orang untuk Jams4linas, sedangkan untuk joglosemar kita hanya membayar Rp. 50.000,00.

Tahun 2015, saatnya jamboree sepeda lipat nasional kelima, diselenggarakan di kota kelahiran Ranz, Solo. Meski di kota sendiri, kita berdua terancam hamper saja tidak bisa bergabung karena sesuatu. Untunglah di satu minggu terakhir sebelum pelaksanaan, kita bisa memastikan diri bahwa kita ikut. Hihihihi … Biaya ikut jam5elinas kali ini lumayan mahal dibanding event-event sebelumnya, yaitu Rp. 250.000,00 per orang. Sebagai 'imbasnya' di hari kedua hidangan yang disajikan gila-gilaan banyaknya. :) 

Tahun 2016, jamboree sepeda lipat nasional keenam bakal diselenggarakan di kota Muntok Bangka. Oh well, antara bakal ikut atau tidak nih. Jauh je, harus merogoh kocek jauh lebih dalam lagi untuk transportasi dan tetek bengeknya. Bakal bisa ikut ga ya? you know what? Ada satu pernyataan rada lebay diucapkan oleh beberapa lipaters : jamboree sepeda lipat nasional itu serasa seperti event naik hajinya kaum lipaters. Hohohohoho …  Dikarenakan kurang pede bakal bisa menyeberang ke Sumatera untuk berpartisipasi jamselinas tahun depan, ada harapan bahwa ada kota lain – jika kawan-kawan Jogja merasa sudah cukup sering menjadi host event nasional – yang bakal mengadakan event endure, sejenis J150K. ada sih event audax, tapiiiiiii … MAHAL!!!

Udah, segini aja dulu coretan tentang jamselinasnya. Ciao.


LG 16.56 27/10/2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar