Selasa, 20 Oktober 2015

On the Road to Jam5elinas Solo 2015

Setahun ternyata telah berlalu. Saatnya bersilaturahmi dengan para pehobi sepeda lipat seluruh nusantara, saatnya berJAMSELINAS. Yuhuuuu ...

Sempat 'gojag-gajig' bakal bisa ikut atau tidak gegara satu hal, akhirnya di detik-detik (hampir) terakhir, aku dan Ranz pun memastikan diri bakal ikut meramaikan perhelatan akbar para seliers. Yeayyyyy ...

masih seger gres belum mulai gowes :D

bercengkerama di Jalan Rinjani

toss!

pepohonan di kawasan Gombel di musim kemarau

menapaki Gombel

sarapan soto

Seperti tahun lalu, aku dan Ranz -- ditemani Andra yang ingin mencoba trek Semarang - Jogja -- tahun ini kita berdua kembali mengayuh pedal sepeda lipat kita menuju kota diselenggarakannya Jam5elinas kelima ini, kota Surakarta alias Solo, kota kelahiran Ranz. :) Untuk ini tentu saja Ranz harus menjemputku. Maka di hari Kamis 15 Oktober 2015 dia memacu pedal Shaun menapaki jalan-jalan Kartasura - Boyolali - Salatiga - Semarang. Aku khusus memintanya menaiki Shaun agar kita menaiki sepeda lipat yang warnanya kembar. Shhhttttt ... kali ini kita ditemani si mungil Tami yang merasa tertantang adrenalinnya untuk bersepeda dari Semarang ke Solo. Khusus untuk mengikuti Jam5elinas, Tami membeli sepeda lipat baru, pocket rocket 16" berwarna oranye. Sudah kubayangkan betapa imutnya kita bertiga naik sepeda lipat berwarna sama. Hohohoho ... Unfortunately, on the D day, Tami muncul dengan naik sepeda lipat dahon berwarna abu-abu, milik Om Chips. Yaaaaaa ... :( Ga jadi kembaran deh. Atas komporan teman-teman yang ga pede bahwa Tami bisa naik seli 16" menapaki jalan Semarang - Solo, Tami pun jadi ga pede juga, dia menerima tawaran untuk menaiki seli milik Om Chips, dan selinya -- yang dia beri nama Sunkiss -- diloading.

Kita bertiga janjian di seberang lapangan Garnisun alias Kalisari pukul 05.30. Setelah dua tiga jepret, kita langsung bersepeda menuju jalan S. Parman. Demi menghemat tenaga, kita lewat letter S Jalan Rinjani Di seberang sekolah Don Bosco Om Dije telah menanti kita. Demi rasa sayangnya kepada kita, Om Dije menemani gowes kita menuju Jam5elinas. :) In case ada apa-apa dalam perjalanan, Om Dije merasa dia bakal kita butuhkan. Uhuk .. :D


di pom bensin Lembahbang, rombongan loading menghampiri tuk menyapa :)






Setelah Om Dije membetulkan handle bar sepeda yang dinaiki Tami agar lebih nyaman, kita meninggalkan lokasi itu pukul 06.30. Pit stop pertama adalah warung soto Pak No di kawasan Banyumanik, untuk sarapan. Kita sampai sana pukul 07.15. 30 menit kemudian kita melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 11.00 kita sampai kawasan Tuntang dimana kita berhenti sejenak karena Ranz ingin membeli rambak (yang homemade oleh si penjual). Rambak sebanyak 5 kilogram itu pun nangkring di rak boncengan Shaun. Ini ternyata adalah awal ketidaknyamanan Ranz mengayuh pedal Shaun.

Pukul 12.00 kita mampir ke satu gerai fast food restaurant di Salatiga gegara aku diserang kantuk. LOL. Ranz membelikanku mocca float, sedangkan dia sendiri membeli es krim. Tami juga membeli es krim plus spaghetti. Om Dije pun menikmati es krim. Satu jam berlalu tanpa kita sadari. Fiuuuhhh ...


Om Dije membetulkan letak rambak di rak boncengan Shaun

di daerah bernama TERAS Boyolali

Pukul 13.00 kita melanjutkan perjalanan. Namun tak lama dari situ, ketika melewati satu mini market, Ranz membelokkan Shaun. Kita kembali beristirahat. Aku membeli segelas cappuccino agar kantukku pergi untuk sejenak. :) Ranz mulai ngompori untuk naik bus saja sampai Ampel. Aku waktu itu tidak ngeh mengapa Ranz mendadak malas mengayuh pedal Shaun, kirain dia hanya bercanda ngajakin naik bus.

Pukul 14.00 kita melanjutkan perjalanan. Here and there kita berhenti karena Ranz perlu menata (kembali) 'duduknya' rambak di rak boncengan Shaun. Untunglah ada Om Dije yang membantu. Kalo aku, paling hanya bisa nonton. LOL.

Setelah melewati Ampel -- ternyata tanjakannya tidak setinggi yang kuingat lol -- kita sudah bisa lega karena trek tinggal turun.

Pukul 17.17 kita sampai kediaman Ranz di kawasan Laweyan. Saatnya mandi, bersih-bersih.



suasana di Warung Krupuk

menu makmal kita di warung Krupuk



Pukul 19.00 kita ke hotel d'Wangsa HAP Jalan Slamet Riyadi untuk mendaftar ulang, mengambil goodie bag berisi 'perlengkapan' yang bakal kita kenakan selama pelaksanaan Jam5elinas. Malam ini kita tidak ikut NR peserta lain karena sudah terlambat. Ranz langsung mengajak kita ke tempat 'welcoming dinner' diadakan, yakni Warung Kerupuk.

Malam pertama di Solo, aku, Tami, Andra + suaminya, Om Dije + satu temannya menginap di rumah Ranz.

To be continued.

CN 09.19 21 October 2015

2 komentar:

  1. pengen datang tapi ga bisa ..
    seumur umur jamselinas ... baru sekali hadir .. itupun yang diadakan di jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha ...
      yang jamselinas pertama aku ga datang :)
      jamselinas yang kudatangi yaitu yang kedua, di Surabaya, November 2012, keempat, di Jogja, September 2014, dan kelima di Solo, Oktober 2015 :)

      Hapus