Senin, 28 Desember 2015

Mbolang Centil Empat Perempuan Day 1

Ini adalah kali pertama kita berempat -- aku, Ranz, Tami dan Dwi -- mbolang bareng. (Btw, kalo ga salah kata 'mbolang' berasal dari kata bolang yang berarti bocah ilang :p itu tuh diambil dari satu program di televisi beberapa tahun lalu. Shhhtttt ... aku cuma denger-denger, maklum bukan penoonton tipi. :D ) Ranz yang berinisiatif menawarkan dua tujuan (1) Pulau Panjang ~ Jepara (2) Sangiran. Berhubung Dwi ga yakin dia bakal mampu gowes Semarang - Jepara (trust me, dia hanya merendahkan kemampuannya :) ) dan dua perempuan (Tami dan Dwi) sudah lama pingin ngapeli seorang 'mas' arkeolog di Museum Sangiran, akhirnya kita pun mbolang ke Solo. :)

Selasa 22 Desember 2015

Demi menghemat pengeluaran -- plus demi tidak gowes nanjak ke Sukun -- namun harus gambling bahwa kita bakal bisa membawa sepeda lipat 3 langsung dalam satu perjalanan -- kita putuskan untuk berangkat menuju Solo naik KA Kalijaga. Untuk membeli empat buah tiket, Ranz dan Tami sempat ngantri hari Senin, namun berhubung antrian super panjang dan melelahkan -- not to mention bikin ngantuk -- mereka berdua meninggalkan lokasi. Selasa pagi mereka berdua berjibaku lagi ngantri. Syukurlah mereka mendapatkan 4 buah tiket yang kita butuhkan. :)

Tak ada kendala yang berarti saat kita melewati loket pengecekan, meski jelas terlihat kita membawa sepeda yang telah kita lipat. Well, semoga memang (hampir) semua pegawai KA tahu bahwa membawa sepeda lipat -- dalam kondisi terlipat -- penumpang boleh membawa sepeda kedalam gerbong. (Check this post of mine about this.)

KA meninggalkan stasiun Poncol pukul 09.00 -- molor 15 menit dibanding waktu yang tertera dalam tiket. Dalam perjalanan kita juga tidak menemui kendala apa pun -- misal 'diinterogasi' polsuska. Kita sampai di stasiun Purwosari pukul 12.00, sama juga, molor 15 menit dibanding waktu yang tertera di dalam tiket. :)

Acara sore itu, setelah kita berempat beristirahat sejenak, adalah gowes ke Taman Balekambang, satu lokasi favorit kukunjungi jika dolan ke Solo, karena nyaman buat nongkrong. :) Shhhtttt ... sampe sekarang aku tetap berharap Semarang punya taman terbuka seluas ini buat kita nongkrong dengan sobat/keluarga sambil cerita-cerita, dan ngemil-ngemil (bawa sendiri tentu) plus narsis laaahhh :)

Dari Taman Balekambang, kita ke Stadion Sriwedari buat ... nongkrong lagi. Hehehehehe ...

Menjelang sang mentari lengser ke peraduan, kita bergeser ke Timur, ke arah Benteng Vastenberg, bukan untuk berfoto ria di benteng, namun di seberangnya, di lokasi yang ternyata juga telah menjadi salah satu titik favorit orang-orang berfoto ria. Terbukti waktu kita sampe sana, kita harus ngantri. Hohohohoho ...

Rencana dari sana kita akan menikmati jagung bakar dimana penjualnya nge-base-camp di dekat kantor pos, namun ternyata tidak jual. Akhirnya kita terus bersepeda ke arah Laweyan, kembali ke rumah Ranz untuk beristirahat. :)

Ini dia sebagian foto-foto narsis kita. (Eh, yang tampil centil cuma kita bertiga ya, Ranz sang fotografer mana mau tampil centil? kekekekekeke ...)




















Jean Grey in action, sebagai ganti Ranz :D
To be continued :)
CN 15.47 28/12/2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar