Rabu, 13 Januari 2016

Gowes Nanggung ke Stasiun Tanggung - Grobogan

Awal Desember 2015 lalu aku dan Ranz gowes ke Stasiun Kedungjati, untuk napak tilas, sekaligus mengukur kemampuan diri(ku) apakah aku mampu bersepeda ke stasiun ini pulang pergi. (Harusnya bisa dong ya? Lha wong gowes Semarang - Solo yang 100 km aja bisa, naik Austin pula, mosok ke stasiun Kedungjati (pp) yang hanya 94 km ga sanggup? Mana aku naik Cleopatra ^-^

Kali ini pencetus ide untuk gowes ke Stasiun Tanggung adalah Denny. :) entah alasannya apa :D Meski semula aku ingin mengajak Ranz gowes nanjak somewhere, one day before the D-day, kuputuskan ikut gowes kawan-kawan saja. (Eh, kangen juga lho gowes rame-rame) :)

Tikum gowes kali ini dibagi menjadi dua. Pertama untuk mereka yang berdomisili di kawasan Semarang Barat - Tengah, kita kumpul di Taman Pandanaran pukul 06.00. Mereka yang berdomisili di kawasan Semarang Timur berkumpul di sebuah gerai restoran fastfood dekat Palebon pukul 06.30.

Rombongan Semarang Tengah dan Barat terkumpul 10 orang; kita meninggalkan Taman Pandanaran sekitar pukul 06.15 setelah foto-foto. Dalam perjalanan 2 orang "menghilang" hohohoho ... mereka ga ikut gowes ternyata, hanya ingin sekedar foto bersama. Di gerai restoran fastfood ada 4 orang. Walhasil, gowes bareng kita kali ini diikuti oleh 12 orang, empat perempuan (aku, Dwi, Andra dan Ranz) dan delapan laki-laki yang sayangnya belum semuanya kukenal; yang aku tahu namanya hanya Denny, Arwin, dan Tebeh.

Kita berduabelas meninggalkan lokasi itu pukul 07.00 :) Kita terus melaju ke arah Timur, melewati jalur utama. Kita berhenti di kilometer 21 (dari Taman Pandanaran, atau sekitar 19 km dari tikum kedua) untuk mampir sarapan. Kita berhenti sarapan lumayan lama, mungkin sekitar 30 menit. Dari warung soto, kita mampir lagi ke sebuah minimarket untuk membeli bekal, air mineral dan cemilan. Setelah itu, kita belok ke arah kanan (dari arah Semarang), pas di seberang mini market itu.

Tidak ada trek yang sulit karena terus menerus datar. Badan jalan yang cukup sempit memaksa kita untuk terus berjajar satu per satu dalam perjalanan.



Di kilometer ke-27, kita telah sampai di stasiun yang konon merupakan stasiun pertama yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda, pada tahun 1867. Stasiun yang cukup cekli ini masih terlihat terawat rapi. Ketika kita nongkrong-nongkrong di stasiun, KA Kalijaga jurusan Semarang - Surakarta lewat. Aha ... kereta yang kita berempat (aku, Tami, Dwi dan Ranz) naiki pada tanggal 22 Desember 2015.

Kita sampai sekitar pukul 09.15. Kita bernarsis, ngemil dan berhahahihi sampai pukul 10.20.

Dalam perjalanan pulang kita sempat mampir ke seorang penjual es kelapa muda. (Siang itu cuaca lumayan panas.) Kita disini sekitar 30 menit. Dari sana, kita terus melaju ke arah Semarang. Companion gowes bareng kita kali ini bukan tipe yang suka nyantai, mampir disana sini buat foto-foto, jadi ya gitu deh. :D

Memasuki kawasan Semarang, "pasukan" telah kocar-kacir. LOL. Setelah Andra belok ke Palebon, kita bertiga (aku, Ranz dan Dwi) pun gowes santai. Yang lain tak terlihat. :D Eh, Tebeh ada di depan kita, kurang lebih 5 meter. Sesampai RRI, Tebeh belok kesana, kita bertiga belok kiri, kita mampir makan siang di sebuah rumah makan Jalan Erlangga.

Mungkin bulan depan, aku bakal menawarkan gowes bareng ke Stasiun Kedungjati, pp. Kok 'tema'nya stasiun mulu ya? hohohohoho ...

Jarak yang kita tempuh hari ini kurang lebih 60 km, dari Puspanjolo ke Stasiun Tanggung pp. :)

Sampai jumpa di gowes bareng berikutnyaaa. :)

IB180 20.49 13/01/2016

N.B.
foto-foto yang lain nyusul ya :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar