Rabu, 26 Oktober 2016

B2W Semarang dalam Funbike IKAFEB UNDIP

MARSHALL B2W SEMARANG

Sekali-sekali ikutan funbike, namun bukan sebagai peserta, apalagi menjadi bagian dari romli alias rombongan liar. Hihihi ... Pada hari Minggu 23 Oktober 2016, aku dan 19 kawan pesepeda lain turut meramaikan funbike yang diselenggarakan oleh “Ikatan Alumni FEB UNDIP” angkatan tahun 1991. Kok bisa? Iya, bermula dari Om Wahyu – yang sering dipanggil WTT oleh kawan2 dekatnya, yang menghubungiku beberapa bulan lalu. Om Wahyu tahu nomor hapeku dari Om Poetoet, sang mendagri B2W Indonesia.


Ini adalah pengalaman pertama menjadi marshall di event funbike, yang bukan diselenggarakan oleh komunitas sepeda. (Tami pernah mendapatkan pengalaman menjadi marshall dua kali dalam event sepedaan yang diselenggarakan oleh Komselis di tahun 2011 – waktu itu aku dan Ranz mbolang ke Karimun Jawa – dan tahun 2012; aku dan Ranz tercatat sebagai peserta, di event “Semarang Seline Banjir”.)

Tentu saja, dalam event ini, aku mengajak serta anggota Semarang Velo Girls – Ranz, Tami, Hesti, Dwi, dan Avitt. Selain kita berenam, kita juga melibatkan 14 orang lain lagi, Pakde (Om Dije), Edy Wi, Kiki, Joko Mul, Putra, Teguh, Yunanto, Windi dan Ano (diajakin Avitt), Arif Daeng, Ilham Boey dan Lambang (duo BatasKotaBikers). Dua lagi, yang termuda di antara kita semua, Dimas yang masih duduk di bangku kelas 12, dan Affrel, yang duduk di bangku kelas 11.

Jumat malam kita menghadiri rapat yang diadakan oleh panitia inti, di ruang sidang  UNDIP Pleburan. Saat itu, Om Wahyu memberi pengarahan; kita diminta menyediakan 3 orang sebagai road captain, yang tugasnya menahan laju peserta agar selalu berada di belakang voerijder (embuh tulisane sing bener piye LOL), 3 orang sebagai sweeper, 4 orang sebagai runner yang akan selalu sibuk maju mundur mengawasi peserta, sekaligus mengabari pihak-pihak yang berkompeten, in case ada hal-hal yang terjadi di luar rencana. 10 yang lain lagi, standby di post-post yang telah ditentukan.

Hari H 23 Oktober 2016

Di antara kita ber-20 orang, hanya Arif yang datang super terlambat ke lokasi tikum, Jl. Imam Barjo, yakni pukul 06.10, saat kita akan meninggalkan lokasi menuju post masing-masing, kecuali sweeper, runner, dan road captain. Ilham Boey dan Lambang yang harus menempuh sekitar 40 km terlebih dahulu karena menghindari kawasan banjir di Kaligawe pun datang lebih awal. Yang lain, on time, seperti waktu yang telah kita tentukan bersama, di titik awal funbike, pukul 05.15.

Jarak funbike kali ini sekitar 11,5 kilometer.

Berhubung voerijder lumayan ngebut, para peserta pun mengikuti laju kendaraan yang dinaiki voerijder dengan gembira ria. :D Walhasil, jarak 11,5 kilometer pun dilalui hanya dalam waktu singkat. Yang membuat lama, seperti biasa, adalah saat para peserta berinisiatif untuk berhenti di titik-titik tertentu untuk mengabadikan kesempatan mereka di beberapa landmark kota Semarang, misal: Gereja Blenduk, Lawangsewu, dan Tugumuda. Pastinya mereka datang dari luar kota. J

Menurut pengamatanku ada 2 kecelakaan yang luput dari pengawasan marshall. Yang pertama, seorang peserta diserempet oleh sebuah sepeda motor di kawasan Bubakan – Kota Lama. Panitia telah menyediakan ambulance dengan pegawainya, yang segera mengobati luka gores-gores di kaki dan tangan. Yang kedua, entah bagaimana kisahnya, seorang peserta ditabrak oleh sebuah mobil di daerah RSUP Dr. Kariadi. Sepeda fixie yang ditumpangi sampai penyok velg belakangnya. L  Namun, konon, mobil yang menabraknya pun rusak cukup parah. Hmftttt ... sepeda bersama penumpangnya kembali ke kawasan Pleburan dengan menaiki mobil pickup yang disediakan panitia.

Hujan mulai menyapa setelah kegiatan bersepeda selesai; para peserta sedang menunggu pengumuman pembagian door prize. :D Gegara hujan, rencana mengumumkan grand prize door prize pukul 10.30 dipercepat pukul 09.30. J

Dan ... meski acara telah usai, aku bersama beberapa kawan yang bertugas menjadi marshall tetap tinggal di lokasi karena menunggu hujan reda. J

Aku ga kapok jadi marshall. :D Ga berat, mungkin karena jarak tempuh hanya 11,5 kilometer, plus tanpa melewati tanjakan yang berarti. Hihihi ...

Sampai jumpa di kisah berikut. J


LG 11.06 27/10/2016 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar