Minggu, 30 Oktober 2016

Pitnik akhir pekan ke Waduk Jatibarang



Telah cukup lama juga kita ga gowes bareng di hari Minggu. :D Akhirnya kesempatan itu datang lagi, tanggal 30 Oktober 2016. Yeayyyy. Kali ini, kita menuju arah Selatan, ke arah Gunung Pati.

Karena Tami sedang keluar kota, sedangkan Avitt mengaku kurang enak badan, maka anggota “Semarang Velo Girls” yang tayang kali ini hanya berempat. J Kita berempat ditemani Om Dije dan Edy Wi.



Setelah persiapan ini itu – itu ini, kita meninggalkan titik kumpul – depan Museum Mandala Bhakti – pukul 7 pagi. Kita menyusuri Jalan HOS Cokroaminoto, kemudian masuk di satu gang sempit, menuju Jalan Suyudono. Dari Suyudono kita melipir ke arah Bendungan, menuju Jalan Kelud. Di ujung jalan Kelud – sebrang taman Sampangan – kita berhenti untuk sarapan. Dwi rupanya telah “diwanti-wanti” oleh Tami untuk sarapan dulu, untuk menyimpan tenaga jelang tapaki tanjakan. J

Pukul 07.45 kita meninggalkan tempat kita sarapan soto. Menuju arah “Kretek Wesi” a.k.a jembatan besi yang menuju Sekaran. Kali ini kita tidak lurus ke arah Selatan, kita belok kanan ke Jl. Dewi Sartika, yang kemudian nembus ke kawasan Kalipancur. Kita mampir dulu di satu mini market untuk membeli bekal.





Tanjakan yang lumayan “killing” selepas perumahan Grand Greenwood ternyata dilewati dengan baik oleh Dwi dan Hesti yang baru kali ini melewati rute ini. Hebaaaat mereka!

Yang membuat perjalanan kita kali ini tersendat adalah pembangunan sebagian ruas jalan yang kita lewati. Pembetonan jalan ini memaksa pemakai jalan dari dua arah yang berlawanan bergantian menggunakan jalan. Kita harus berhenti sekian puluh menit untuk memberi kesempatan pemakai jalan dari arah yang berlawanan untuk melaju, hingga saat kita bergantian menggunakan jalan tiba.




Akhirnya kita sampai juga di gapura berwarna biru yang bertuliskan WADUK SERBAGUNA JATIBARANG.

Meski semula kita bertujuan gowes ke Goa Kreo, kenyataannya kita tidak jadi ke arah Goa Kreo. J dari gapura Waduk Jatibarang, kita menuruni jalan yang ada disitu, sampai bertemu pintu gerbang “Selamat Datang di Waduk Jatibarang” namun pintunya tertutup itu. Dari situ, kita belok ke arah kiri, tempat orang-orang yang ingin naik perahu / speed boat mengelilingi waduk.







Siang itu hawa panas sekali, hingga begitu menemukan satu warung, kita semua menikmati es teh, eh, kecuali Om Dije, yang ternyata lebih memilih teh panas. Aku sendiri habis es teh dua gelas. LOL. Yuhuuuu. LOL. Selain es teh satu gelas, Edy juga memesan segelas kopi hitam. Yang lain, cukup es teh satu gelas.

Dari warung itu, kita meluncur turun, mendekati lokasi tempat untuk naik perahu. Setelah memilih lokasi yang enak buat nongkrong, kita pun menggelar mmt, dan menikmati bekal yang kita bawa. J foto-fiti juga dong. J

Kita “terpaksa” meninggalkan lokasi itu sekitar pukul 12.00 karena Dwi harus buru-buru pulang, tugas negara untuk turut serta mencerdaskan kehidupan generasi penerus lah penyebabnya. :D

Sampai jumpa di kisah kita gowes bareng selanjutnya! J


LG 12.49 31/10/2016 















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar