Rabu, 26 Oktober 2016

Gowes ke Ungaran



Di kisah kali ini, aku dan Ranz kembali menemani Dwi yang ingin mencoba nanjak lagi. jika sekian minggu lalu, kita menemani Dwi menapaki tanjakan menuju Sekaran, dimana Dwi sekalian bike-to-campus, kali ini kita menuju Ungaran, lewat Gombel.
Saat sepedaan ini, aku naik Cleopatra, Dwi naik Orenj, sedangkan Ranz naik Pockie.

Kita bertemu di ujung jalan masuk menuju Bergota, dari Jalan Dr. Sutomo. Sebelum meninggalkan tikum, aku sempat jajan tempe goreng yang masih hangat dan garing di warung terdekat. Cukup ngemil itu saja, kita langsung berangkat.

Kita melewati jalur “biasa”, di pertigaan RSUP Dr. Kariadi, kita belok kanan, melewati RS William Booth. Di pertigaan Rinjani, kita belok kiri. Tanjakan di Jalan Rinjani yang sangat ramah cukup menambah kilometer di sportstracker plus mengirit tenaga. :D Setelah melewati Rinjani, kita kembali bertemu Jl. S. Parman, lanjut hingga pertigaan Kaliwiru.


Melewati tanjakan Kaliwiru, kita mulai melewati kawasan yang sedang banyak debu karena banyak pekerja sedang mengerjakan proyek fly over di daerah Jatingaleh ini. Tanjakan Teuku Umar lumayan menantang lho bagi newbie. Aku ingat, pertama kali lewat tanjakan ini di tahun 2009 – kisah pertama kali bike-to-work ke Gombel, di tanjakan ini aku ttb. LOL.

Selepas tanjakan Teuku Umar, kita disambut tanjakan yang menjadi momok para newbie sepedaan kota Semarang : Gombel. J

Dengan Cleopatra, aku tak menemukan kesulitan menapaki tanjakan Gombel, meski telah cukup lama juga aku tidak lewat sini. (Eh, terakhir nanjak Gombel tanggal 6 Oktober, naik Pockie, dan ... tumit kiriku kurang mendukungku. L ) Aku terus melaju sampai Taman Tabanas. Mau langsung lanjut sampai puncak Gombel, aku ga enak pada Ranz yang dengan setia mengawal Dwi. Ini adalah kali kedua Dwi mencoba tanjakan Gombel. Kali pertama, konon dia didorong Pakde a.k.a Om Dije. J

Setelah menunggu selama 20 menit di Taman Tabanas, akhirnya aku melihat penampakan Dwi dan Ranz. Yuhuuuu ...

Setelah Dwi dan Ranz istirahat beberapa menit, kita melanjutkan perjalanan. Setelah melewati puncak Gombel, Dwi mampir pom bensin untuk buang hajat di toiletnya. :D Tak lupa kita pun mampir ke satu mini market untuk membeli air, mengisi bidon yang kosong. J

Kita sarapan di satu warung soto tak jauh dari Sukun.


Saat melanjutkan perjalanan, ternyata Dwi ingin mampir ke Pagoda Buddhagaya, maka, mampirlah kita. J Sudah hampir setahun aku dan Ranz tidak kesini. J
Setelah kawasan Pudak Payung terlalui, trek selanjutnya sangat menyenangkan dilewati. J Tak lama kemudian kita pun sampai di alun-alun Ungaran. Semula aku berencana mengajak Ranz dan Dwi mampir ke warung Bu Surti, tempat kita diajak sarapan saat gowes seleksi Srikandi oleh Om Irwan, namun ternyata perut kita masih kenyang, maka kita hanya jajan es dawet dan seporsi rujak uleg untuk bertiga.
Saat menikmati es dawet dan rujak kita ngobrol mau kemana. Satu hal penting : foto dengan latar belakang icon  Ungaran. :D Ajakanku lanjut ke Watu Gunung atau Hutan Wisata Penggaron, ditolak keduanya. Ya sudahlaaah. :D

Dari alun-alun itu, kita lanjut mengayuh pedal sepeda masing-masing menuju alun-alun Bung Karno, dimana ada tulisan U N G A R A N. Untuk mencapai alun-alun Bung Karno yang terletak dekat dengan pintu masuk jalan tol ini, kita perlu bertanya beberapa kali pada ‘passerby’ yang kita temui di jalan. J




Dan ... akhirnya aku pun punya foto dengan latar belakang yang telah cukup lama kuidam-idamkan. :D

Perjalanan pulang cukup lancar. Kita tidak banyak butuh berhenti, bahkan meski hanya untuk minum. J menapaki tanjakan, kita butuh banyak minum, di turunan, ga perlu. LOL.

Sampai ketemu di kisah kita gowes selanjutnya! :D


LG 10.33 27/10/2016 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar