Senin, 21 November 2016

Bike to Campus Tembalang

Bike to Campus Tembalang

Setelah beberapa bulan lalu, aku dan Ranz menemani Dwi melaksanakan ‘nadzar’nya untuk bersepeda ke kampusnya di Sekaran, di kisah ini, aku dan Ranz – bersama Dwi – menemani Tami ke kampusnya yang terletak di Tembalang.




Kita meninggalkan tikum – di ujung jalan masuk Bergota di Jalan Dr. Sutomo – sekitar pukul 07.00, menuju Jalan S. Parman. Aku naik Austin, Ranz naik Pockie, sedangkan Tami naik Siput dan Dwi naik Orenj. “Hidden agenda” dari Dwi adalah apakah dia bisa melewati tanjakan Gombel tanpa perlu “jack pot”. LOL. Ini karena dua kali nanjak Gombel, Dwi selalu “jack pot”; padahal hal ini tidak terjadi padanya saat nanjak menuju Sekaran, BSB, maupun Waduk Jatibarang. Dan ... kali ini, akhirnya Dwi pun bisa melampaui Gombel tanpa keluhan “jack pot”. Yeaaaaaaay.




Sesampai kawasan Tembalang, kita langsung menuju kampus Tami, menunggunya melakukan beberapa hal yang diperlukan untuk mendaftar ujian skripsi. (Dia akan segera menyusul Dwi yang telah ujian skripsi akhir Agustus lalu, dan Ranz yang ujian tesis bulan Oktober lalu. Tinggal Avitt nih yang belum kelar skripsinya. J ) Setelah kelar, saatnya mencari sarapan, karena aku telah kelaparan. LOL.

Rencana mau beli ayam geprek tertunda sementara karena warungnya belum buka. Sementara menunggu, kita bergeser ke warung ‘ketoprak’. Disini kita memesan satu porsi ‘ketoprak’ dan empat gelas es teh. :D Lumayan lama juga kita menunggu ketoprak-nya siap dihidangkan. Untunglah setelah datang, rasa bumbunya lumayan enak.






Dari warung ‘ketoprak’, kita kembali ke warung ‘ayam geprek’, kita bungkus pesanan kita. Dari sana, kita menuju waduk UNDIP untuk bernarsis-ria dan ... piknik di satu gazebo yang ada. J

Aku dan Ranz meninggalkan lokasi itu pukul 11.30 karena aku harus menghadiri satu rapat penting di kantor pukul 13.00, sementara Dwi dan Tami masih tinggal, menikmati suasana yang lumayan hening.


LG 12.36 21 November 2016 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar