Rabu, 08 Februari 2017

LATIHAN TURING : GOWES SEMARANG – KUDUS PP

Sebelum mengadakan turing lanjutan – setelah bikepacking bareng ke Cirebon akhir tahun 2016 – kita – para perempuan yang pelor alias nempel langsung molor LOL – mengadakan gowes Semarang – Kudus pp, pada hari Minggu 22 Januari 2017. Selain kita berenam (aku, Ranz, Avitt, Dwi, Tami, dan Hesti) ada Edy Wi yang menemani. Ga ramai2 karena memang kita juga tidak woro-woro di sosmed. Meski acara ini sudah kita rencanakan beberapa minggu sebelumnya, namun kita putuskan jadi menjalaninya pas Sabtu malam, 21 Januari 2017. J


Seperti biasa, kita berkumpul di depan balaikota Jalan Pemuda hari Minggu pagi itu. Kita meninggalkan tikum pukul 06.30 minus Avitt. Avitt bergabung bersama yang lain saat kita sampai di kawasan Genuk, dia naik sepeda motor, diantar adiknya. (Ini dia rahasia mengapa dia membeli Minul, sepeda lipat 16” agar mudah loading naik motor. LOL.) owh ya ... yang lain juga naik sepeda lipat, aku bersama Austin, Ranz bersama Pockie, Dwi naik Oddie, Tami naik Sunkis sedangkan Hesti menaiki selinya yang dia beri nama Rocky.

Perjalanan sangat lancar. Kaligawe sedikit banjir disana sini, namun tak terlalu mengganggu perjalanan. Setelah itu, wuuussshhhhh. J






Seperti biasa pit stop pertama adalah warung soto Semarang, yang terletak di kawasan Tembiring. (ssshhhttt ... warung ini menjadi langganan kita mampir sarapan semenjak Gowes Kartini April 2016.) Si Ibu yang jualan sampai hafal kita, hingga bertanya, “satu tahun berapa kali sepedaan lewat sini?” LOL. Selesai sarapan, kita mampir di satu mini market karena Avitt butuh beli air minum. Dari sana, kita berfoto ria di tulisan “SIMPANG ENAM DEMAK”; satu spot foto baru di kawasan alun-alun Demak nih. J



Setelah dua kali lewat Demak bersepeda untuk menuju Jepara (Gowes Kartini plus bikecamping di awal Desember 2016), dimana dari alun-alun Demak kita masih harus bersepeda sejauh 50 km menuju Pantai Kartini Jepara, perbatasan Demak – Kudus terasa sangat cepat kita capai, karena kita hanya butuh bersepeda sejauh 25 km saja dari alun-alun Demak. J



Setelah berfoto-foto di perbatasan, kita melanjutkan perjalanan ke arah Menara Kudus. Kita tidak lama disana, cukup dua tiga kali jepretan dengan latar belakang menara (suasana disana super duper ramai!), kita kembali mengayuh pedal sepeda masing-masing. Kita menuju alun-alun “SIMPANG 7 KUDUS”. Beberapa kali jepretan disana, kita melanjutkan perjalanan lagi. kita mampir beli es kelapa muda di belakang gedung DPRD. Sayangnya yang jualan bukan lagi si bapak yang dulu menjadi langganan Ranz jajan ketika dolan ke Kudus.



Belum selesai kita menikmati es kelapa muda, Hesti pamit karena dia harus pulang lebih dahulu. Ada tamu “agung” yang harus dia sambut di Semarang. Dari warung es kelapa muda, kita mampir lagi ke satu mini market karena Ranz tergoda membeli es coklat.







Usai menikmati es coklat, (aku beli jus melon), kita kembali mengayuh pedal sepeda ke arah kita datang: perbatasan Demak – Kudus. Perjalanan lumayan lancar lagi, kecuali bahwa ternyata Tami yang selama beberapa bulan terakhir terbiasa naik Siput (sepeda milik Uak, mtb dengan ban 26”) ternyata kepayahan ketika naik Sunkis. Dia sempat tertinggal jauh di belakang. Ketertinggalan Tami ini adalah kesempatan bagi yang lain untuk beristirahat. Thanks to Edy yang telah menemani Tami di belakang.

Kita hampir sampai Batas (Demak dan Semarang) ketika hujan mulai turun. Yang lain mengenakan mantel, Edy dan Ranz justru menantang hujan. LOL. Ya sudahlaaah. Hujan sangat lebat dan Kaligawe pun penuh lautan air. LOL. Alamat sepulang ke rumah, sepeda harus segera dimandiin. LOL. Hujan lebat ini memperlambat laju sepeda. (ngeles. LOL.)

Aku sampai rumah sekitar pukul 17.00.

Catatan:

(1)   Entah Sunkis harus diservis total atau Tami yang harus membiasakan diri naik Sunkis lagi yaa ...
(2)   Dwi dan Avitt menunjukkan keperkasaan mereka naik Oddie dan Minul. Wow!
(3)   Aku sendiri juga harus lebih sering lagi naik Austin menempuh jarak yang lumayan jauh (ga Cuma 5 km pp bike to work. LOL.)
(4)   Ranz tetap perkasa. Meskipun begitu, dia nampak mulai tergoda untuk upgrade Pockie, terlebih setelah dia melihat ada seli pockrock di satu bengkel sepeda telah diupgrade. Kompor meleduk.

Sampai bertemu di event kita latian turing berikutnya yaaa?


LG 16.16 08 Februari 2017 

3 komentar:

  1. Foto nomor 3 pake baju hitam sepedanya merek apa??? Framenya keren kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. seli urbano 3.0 keluaran tahun 2016

      Hapus
  2. Foto nomor 3 pake baju hitam sepedanya merek apa??? Framenya keren kayaknya

    BalasHapus