Rabu, 23 Oktober 2019

Austin



Downtube nova buatan tahun 2011

Bukan sepeda yang biasa kunaiki untuk #biketowork namun sepeda yang kuberi nama "Austin" (nama belakang mantan aku nih πŸ˜‚πŸ˜πŸ€£) ini jauh lebih sering kuajak dolan keluar kota, karena dia bisa dilipat jadi sangat mobile, dolan ke kota tetangga, propinsi tetangga, hingga pulau tetangga πŸ˜‰
Harganya masih di bawah 3 juta rupiah saat kubeli, dengan single crank dan 7 speed. Dalam kondisi standard, Austin sudah mengantarku ke Umbul Sidomukti, Candi Borobudur, hingga dolan Solo - Purwokerto lanjut nanjak Baturraden.

Setelah terseok2 ikut #J150K pertama bulan November 2013 dan atas komporan seorang kawan, Austin ku-upgrade (meski dengan parts yang tidak mewah), menjadi triple crank dengan 9 speed. Biayanya di awal tahun 2014 itu kurang dari 1,8 jeti, dengan sentuhan maestro seli zaman itu, namun sekarang beliau sudah jadi pembalap dengan naik roadbike. Karena aku bukan orang yang gila upgrade sepeda, itulah saat terakhir aku upgrade, sampai sekarang paling2 kuganti beberapa parts karena sudah aus saja, misal rem dan pedal, tetap dengan parts yang sederhana. Kalau bisa beli yang murah, kenapa harus beli yang mihil? Ye kan? πŸ˜

Setelah ku-upgrade Austin sudah pernah kubawa kemana ya? Ke Candi Borobudur lagi, Blitar - Malang lanjut ke daerah wisata Batu, gowes Gilimanuk - Pantai Kuta dengan trek yang bikin lelah seluruh jiwa raga (jauuuuh lebih melelahkan ketimbang gowes Semarang - Jogja) lanjut ke Sanur - Padangbai hingga nyeberang ke Pulau Lombok. 3 kali ngikut Tour de Pangandaran. Sekali bareng para gadis pelor menjajal panas dan ganasnya angin pantura Semarang - Cirebon. Plus pengalaman yang menggetarkan jiwa #lebay πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜ gowes Sidoarjo - Probolinggo - Gunung Bromo πŸ˜œπŸ˜πŸ˜…

Sejak 2011 hingga sekarang aku tetap setia padanya. Belum berpaling #cieee padahal orang2 sekitarku sudah beli beberapa sepeda baru πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­ Ranz, my biking soulmate, beli Shaun, dahon da bike 16" yang dia bikin jadi single speed tak lama setelah aku beli Austin. Tahun 2012 dia "dapat" Cleopatra dari ngikut event "Srikandi". Tahun 2015 Ranz mengganti sepeda BMXnya merk Wimcycle menjadi Haro dan mengecatnya ungu. Tahun 2016 dia beli sepeda balap jadul di tempat loak Solo seharga tigaratus ribu rupiah. Setelah itu dia naiki Larung ke Semarang dan sampai sekarang Larung tetap di Semarang. Tahun 2017 dia beli Astro, polygon urbano yang langsung dia naiki dalam Tour de Pangandaran. Waktu ke Bromo Ranz juga naik Astro. Tahun 2018 dia "bikin" Petir, seli 14" yang juga dia bikin single speed, untuk "dibawa" ke Makassar untuk ikut Jamselinas 8. WOW.

Hesti, satu gadis pelor yang berubah haluan dari pendaki gunung menjadi pesepeda. Pertama kali mengenalnya, dia naik sepeda polygon heist. Tahun 2016 dia beli satu sepeda lipat 20" untuk bersama para gadis pelor lain gowes ke Cirebon. Tahun 2018 Hesti beli seli 16" untuk dibawa ke Makassar. Tahun 2019 ini dia beli satu sepeda baru lagi, pikes. WOW.

Avitt adalah satu gadis pelor yang prestasinya meningkat tajam πŸ˜ pertama kenal "dekat" tahun 2016 dia masih naik mtb "Thrill". Kita baru tahu ternyata dia juga punya sepeda lipat saat kita ajak dolan luar kota pertama kali di tengah tahun 2016 itu: element police. Tapi ga pake lama, dia jual itu sepeda, ganti naik polygon urbano 2.0 yang melambungkan namanya di dunia sepeda lipat Nusantara, Minul. Avitt naik Minul waktu kita mbolang Semarang - Cirebon. Ternyata jiwa bisnis mengalir deras di tubuh gadis yang baru lulus kuliah S1 ini. Dia jual Minul waktu ada yang naksir, kemudian kian giat di bisnis jual beli sepeda hingga dia bisa membeli seli bergengsi saat ini, brompton πŸ˜πŸ˜πŸ˜ jangan tanya sudah berapa sepeda yang dia naiki, dia miliki, dan dia jual. Asal menguntungkan, akan dia jual. WOW.

See?

Hanya aku yang tetap setia pada Austin. Dan Larung (sepeda yang jauh lebih sering kunaiki waktu berangkat ke kantor). Dan Cleopatra (sepeda milik Ranz yang saking dia emani ga pernah dia naiki. Lol. Sekalinya dia bawa ke Semarang tahun 2014, aku terus yang menaikinya. lol.)


P. S.:

Iki sakjane aku pingin nulis #humblebrag tapi ketoke gagal πŸ˜­πŸ˜₯πŸ˜†πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜πŸ€£πŸ˜…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.