Senin, 27 Agustus 2012

BIKEPACKING LIBUR LEBARAN 2012 : GOWES AKAP SEMARANG KE TUBAN (Day 1)



BIKEPACKING LIBUR LEBARAN 2012 : GOWES AKAP SEMARANG KE TUBAN

Seperti tahun lalu, aku dan Ranz menggunakan libur lebaran tahun ini untuk berbikepacking. Jika tahun lalu kita hanya Solo – Wonogiri – Pracimantoro – Pantai Nampu, kali ini kita mengambil jalur Semarang – Demak – Kudus – Pati – Rembang – Lasem – Tuban. Buat Ranz sendiri, dia mulai gowes Pockie – sepeda lipat pockrocknya dari Solo ke Semarang.

Day 1 : Semarang – Rembang 22 Agustus 2012
di kitaran Tugumuda, sebelum berangkat

Target tempuh hari pertama gowes dari Semarang ke Rembang sekitar 125 kilometer membuat kita memutuskan untuk berangkat pagi. Kita bertemu di ujung jalan Imam Bonjol, dekat landmark Semarang – Tugumuda – sekitar pukul enam pagi. Setelah membetulkan tas panier berisi barang bawaan kita berdua yang nangkring di boncengan Pockie dan beberapa jepret untuk mengabadikan awal perjalanan, kita berangkat menjelang pukul setengah tujuh. Aku naik Snow White, sepeda lipat urbano 3.0, tanpa tas panier di boncengan.



di depan masjid Demak

 
Perjalanan tidak bisa kita tempuh dengan kecepatan yang kita targetkan di awal bukan karena traffic yang macet sepanjang jalan Semarang – Demak, melainkan karena beban panier yang mungkin beratnya sampai 30 kilogram sehingga Ranz tidak bisa mengayuh pedal secara maksimal. Untunglah boncengan Pockie lumayan tinggi sehingga tas panier tidak mengganggu gerak pedal. Biasanya ketika kita bikepacking sebelum ini, tas panier yang nangkring di Snow White agak mengganggu gerak pedal dan kaki yang mengayuh.

berdua Ranz di depan masjid agung Demak

di dekat alun-alun Kudus


Pemberhentian pertama di depan masjid agung Demak untuk berfoto-ria. Dikarenakan lebaran, banyak pengunjung di masjid yang dibangun oleh Sunan Kalijaga – atau mungkin pemudik – yang juga mampir untuk berfoto. Dari titik pemberangkatan sampai alun-alun Demak jarak yang telah kita tempuh kurang lebih 30 km. Dari masjid agung, kita mampir ke sebuah mini market yang biasa kita hampiri jika kita sedang gowes lewat Demak untuk membeli beberapa botol air mineral. Nampaknya ‘hanya’ foto-foto dan mampir beli air mineral, namun kita menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam.


di pos polisi Kudus :)



di teras rumah Cipluk - Kudus




 

Dari alun-alun Demak kita melanjutkan perjalanan. Namun tak lama kemudian di daerah Trengguli aku memutuskan untuk mampir ke sebuah rumah makan untuk sarapan terlebih dahulu setelah melihat Ranz yang kepayahan gowes Pockie. Setelah sarapan, kita melanjutkan perjalanan langsung menuju Kudus. Sempat mampir dulu di depan gedung Kabupaten Kudus dan berfotoria bersama beberapa polisi yang sedang bertugas di posko yang ada disana. Setelah itu, kita langsung menuju kediaman Cipluk yang telah menunggu kedatangan kita. Sampai di rumah Cipluk sekitar pukul 11.45.


Beramah tamah dengan Cipluk yang menyediakan kita makan siang berupa sup sosis enak dan nugget kesukaan Ranz plus cemilan dan minuman selama lebih dari satu jam. Kita melanjutkan perjalanan menuju Pati sekitar pukul 13.00.
petunjuk gratis ngopi di depan :)
kopi gratis :)
aku berdua Ranz bersama icon dua kelinci :)

bersama Ronaldo :-D

Ranz in action :-D



 
Yang menarik ketika kita masuk Pati adalah ketika kita melewati pabrik kacang Dua Kelinci karena pihak pabrik menawarkan segelas kopi gratis kepada para pemudik atau passer-by yang mampir. Aku yang hobi minum kopi tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini plus untuk kenang-kenangan bikepacking lebaran 2012. Disini kulihat banyak sekali orang yang mampir. Aku juga melihat serombongan pesepeda – semuanya laki-laki yang mengendarai sepeda balap – yang mampir. Mereka ternyata dari Kudus dalam perjalanan balik dari Tuban. Setengah jam kemudian kita melanjutkan perjalanan. Perjalanan lancar sampai menjelang alun-alun Juwono Pati dimana aku berinisiatif ganti menaiki Pockie dengan tas paniernya. Ranz naik Snow White. Berfotoria di alun-alun jelas merupakan kewajiban untuk rekam jejak kita berdua.





ke Rembang 78 km lagi!


gowes di bike lane Pati :)

Ranz in another action :)
 

Selepas alun-alun Juwono, kita mulai melewati jalur perbaikan jalan yang belum selesai sehingga permukaan jalan serupa makadam, penuh batu-batu berserakan dan traffic yang mulai terasa padat. Tidak kusangka ternyata permukaan jalan yang rusak ini panjangnya lebih dari 20 kilometer! Sampai kita hampir masuk gerbang kota Rembang. Berhubung ketika kita masuk kota hari sudah gelap, kita tidak sempat berfotoria, meski bagi kita – bikepacker yang narsis – melewati gerbang masuk kabupaten/kota/propinsi itu hukumnya wajib untuk foto-foto. :) apa boleh buat? :-P

aku bersama Pockie dan pannier di boncengan :)

di alun-alun Juwono :)


Ranz di alun-alun Juwono
 

 


 
Menjelang pukul delapan malam akhirnya saat kita mengistirahatkan tubuh – terutama kaki – pun tiba ketika kita sampai di pusat kota Rembang yang terletak tak jauh dari Taman Rekreasi Pantai Kartini alias Pantai Dampo Awang. Kita mampir ke Hotel Kencana yang terletak tak jauh dari bunderan di situ untuk check in. Setelah menaruh panier dalam kamar, kita keluar lagi untuk mencari makan malam. TRP Kartini sangat ramai seperti layaknya pasar malam. Kata resepsionis hotel memang seusai lebaran – menjelang ‘Kupatan’ yang jatuh pada hari Minggu 26 Agustus – Rembang ramai.




di aun-alun Rembang :)


jenis ikan darat adalah: ayam, bebek, bla bla bla :-P
 
di receptionist hotel Kencana


di halaman dalam hotel :)

Sekitar pukul setengah sepuluh kita balik ke hotel. Aku mandi dengan air hangat yang tersedia agar tubuh terasa segar dan bersih sehingga tidur pun nyaman. 


To be continued

P.S.:
photo credit => Ranz

Beberapa tambahan foto :)


tempat langganan sarapan jika gowes ke arah Kudus / Jepara :)

bocah ilang di pantura :)

di depan gedung DPRD Kudus


mengawal mobil patwal :D



bukan Ranz kalo ga iseng :P

mencoba gowes di slow lane di Pati




di lobby hotel Kencana



ikan darat itu mencakup bla bla bla :P


Tidak ada komentar:

Posting Komentar