Kamis, 18 Oktober 2012

GOWES KE KAWASAN MANGROVE MANGKANG SEMARANG



Setelah gowes ke kawasan mangrove Tapak Jrakah tanggal 16 September 2012, aku dan Ranz ingin juga gowes ke kawasan mangrove Mangkang. Setelah mencari informasi di internet (thanks to the net), kita berdua – plus Tami – gowes ke sana hari Minggu 14 Oktober 2012. 

Kita bertemu di kawasan Tugumuda pukul 06.15 dan berangkat pukul 06.30 setelah dirasa ga ada orang lain lagi yang akan ikut (aku sempat share di grup B2W Semarang, B2C Semarang dan Komselis). Rute dari Tugumuda, lurus saja ke arah Barat, Jalan Sugiyopranoto, menyeberang jembatan dimana di bawahnya mengalir sungai Banjirkanal Barat, Jalan Jendral Sudirman dimana di ujungnya kita bertemu dengan (dulu) bunderan Kalibanteng dimana beberapa tahun terakhir sedang dibangun untuk fly over. Melewati kawasan yang pada rush hour sangat padat ini, kita terus ke arah Barat menuju Jalan Siliwangi dimana di ujungnya kita akan bertemu pertigaan Jrakah. Jika berbelok ke arah kiri kita akan sampai arah Boja, jika terus kita akan ke Mangkang.

Terus lurus dimana kita akan melewati daerah Tugurejo, Tambakaji dan Randugarut. Sekitar 7 kilometer dari pertigaan pasar Jrakah, kita akan sampai di pasar Mangkang yang terletak sebelum Terminal Mangkang. Setelah bertanya kepada seorang penjual di pasar Mangkang, kita mendapatkan petunjuk. Terus lurus kurang lebih 500 meter, kita akan bertemu dengan jembatan. Lewati jembatan itu, menyeberang ke arah kanan, dan masuk ke jalan di sebelah kanan tersebut. Kurang lebih lima kilometer kemudian kita akan sampai di bibir laut.

Trek lebih mudah dilewati dari pada trek yang menuju kawasan mangrove di Tapak, Jrakah. Pemandangan di kiri kanan indah, dan di kejauhan bisa kita lihat penampakan beberapa gunung berwarna kebiruan berjajar di sebelah Selatan. Dan berbeda dengan kawasan mangrove Tapak, aku dan Ranz gagal mencapai bibir laut, di kawasan Mangkang ini kita bisa langsung sampai di pinggir laut. Berbeda juga dengan kawasan mangrove Tapak dimana setelah menyeberang jembatan darurat (yang berupa sehelai papan/kayu dibaringkan di atas sungai) kita langsung berada di tengah-tengah kawasan mangrove, di daerah Mangkang, kita sampai di pinggir laut, namun masih di luar kawasan mangrove. Untuk mencapai kawasan itu, kita harus menyeberang jembatan darurat (sama daruratnya), namun tidak bisa membawa serta sepeda. Sungainya jauh lebih lebar, dan jembatan darurat ini dibangun kurang lebih 2 meter di atas permukaan air sungai. 

Setelah foto-fiti di ‘dermaga’ di pinggir laut, kita bertiga menyeberang jembatan darurat itu untuk mencapai kawasan mangrove. Tanaman mangrove disini sudah tumbuh tinggi besar. Namun karena kita dibatasi waktu (Ranz harus segera masuk kuliah), kita tidak explore jauh-jauh.

Kita meninggalkan kawasan mangrove ini sekitar pukul 09.30. Keseluruhan jarak yang kita tempuh – pulang pergi – sekitar 44 kilometer. 

GL7 12.30 181012
aku dan Tami
Ranz dan aku
aku dan Ranz di 'dermaga'
Tami in action :)
menyeberang jembatan darurat
sungai dengan mangrove di pinggir-pinggirnya
For pictures, thanks to Ranz :)

4 komentar:

  1. love it :D lets find another area to search :D

    BalasHapus
  2. This is the real petualangan.....

    kunjungi blog wisata saya:
    http://www.zamzamizainuddin.com/2012/10/berwisata-ke-tanah-rencong-aceh.html

    BalasHapus