Minggu, 19 April 2015

Gowes 16 April 2015, ke Lakers BSB lewat TPA Jatibarang

Semula aku dan Ranz berniat gowes nanjak ke Unnes pada hari Minggu 16 April 2015. Namun ternyata sesampai kos Ranz sekitar pukul 06.15 aku terserang kantuk yang sangat. Dan ... tentu saja aku lebih memilih tidur dari pada bersepeda. Nanjak Unnes yang tanjakannya 'begitu' pula. LOL.

Akhirnya ternyata aku mampu juga menyingkirkan rasa mengantuk itu .. satu jam kemudian. LOL. Bingung mau bersepeda kemana, akhirnya aku berinisiatif menunjukkan tanjakan lewat TPA Jatibarang kepada Ranz.

Setelah sarapan di warung soto ayam dekat kos, kita mulai gowes ke arah Jalan Simongan, melewati Sam Poo Kong, terus menuju Phapros, hingga tanjakan yang lumayan bikin ngos-ngosan. (Nama jalannya apa tuh ya? Ga pernah tahu. LOL.) Setelah tanjakan itu, kita pilih jalan terus, hingga kita sampai ke SMA N 7. Kita masih terus, melewati jalan rolling, naik turun yang tidak bisa dikatakan gampang dilewati.

Sementara itu, ternyata Ranz kian penasaran kapan sampai di tanjakan TPA Jatibarang, karena trek yang kita lewati benar-benar rolling, dan aku tak kunjung menjelaskan, "Ini lho tanjakan yang kuceritakan," :)  But you know lah, akhirnya kita pun sampai.






Dan ... begitulah. Ranz sempat terkaget-kaget juga sesampai puncak. Sebenarnya 'puncak' tanjakan satu ini tidak begitu tinggi, hanya sekitar 220 m dpl, tapi elevasinya bikin 'gemes'. LOL. Swear! LOL.

Kita sempat istirahat kurang lebih 15 menit di puncak situ, dengan bermandikan sinar mentari pagi yang meski masih terhitung pagi teriknya ga kalah dengan di tengah hari. Ini tidak lebay lho. LOL.



Selepas tanjakan itu, trek rolling. Aku sempat lewat jalur ini dua kali sendirian, di hari kerja. Jalan sempit yang merupakan jalan alternatif tembus dari Gunung Pati ke kota Semarang tak pernah sepi dari kendaraan bermotor. Namun kali ini aku lewat hari Minggu, jalanan lumayan sepi, jadi enak bersepeda di kawasan itu, kiri kanan hutan. :)

Dari sana kita berputar ke arah BSB City. Kita mampir ke Lakers Sports Center and Restaurant milik perumahan BSB City.



singkong goreng rencah

es kelapa muda gula pasir




Setelah sempat kepanasan ketika nongkrong di resto-nya, cuaca dengan cepat berubah. Awan gelap tebal menyelimuti kota Semarang, sepanjang mataku melihat. Ketika kita meninggalkan Lakers, gerimis mulai turun. Hujan lebat menyapa kita sesampai Jalan Siliwangi, setelah lewat traffic light yang menuju perumahan Hanoman / Graha Padma. Meski aku mengenakan mantel, aku tetap basah kuyup sesampai rumah. yah ... gapapalah sudah lama juga ga kehujanan. LOL.

CN 07.38 20/04/2015

2 komentar:

  1. Mau gowes kesaba juga ah... dalam waktu dekat ini..
    keep gowes n blogging..

    BalasHapus