Rabu, 29 April 2015

Latihan Bareng dan Seleksi (calon) Srikandi #5 tingkat Jateng - DIY

Ini adalah kali ketiga aku ikut seleksi calon srikandi. Ga kapok-kapok. Hihihihi ... Demi dolan sepedaan gratis. Hohohoho ...

Jika tahun lalu pendaftar dari Jateng - DIY ada lima orang (satu orang mengundurkan diri), tahun ini ada 6 pendaftar. Dua wajah sama, yakni aku sendiri dan Dyah Purwanti, dari DIY. Empat yang lain wajah baru, yakni Sheniv, sang atlit triathlon, asal Jepara; Fee Ling dari Solo, dan Hatning alias Aming dari Bandung. Rahmawati dari Jambi yang menurut catatan Om Irwan tidak ada malah muncul, sedangkan Chris Ayie tidak ada kabar sama sekali.

Ranz?

Hohoho ... Ranz tentu hadir, bukan sebagai peserta seleksi, melainkan mengiringiku. Istimewa! LOL. Tahun ini ada tiga orang lain lagi yang mengiringi calon srikandi, yakni Om Chandra, suami Dyah, Aditya Rizki, mengiringi Fee Ling, dan Om Dije yang kuminta ikut gabung gowes bareng, dia malah bisa mengiringi Rahma. In short, gowes kali ini lebih meriah ketimbang tahun lalu yang terasa sunyi. :) Selain kita bersepuluh, Om Irwan ditemani Ardian yang tahun ini bertugas sebagai sweeper. Plus Da Ningrum -- srikandi 2012 bareng Ranz -- yang ditemani Tayux sang suami tercinta, mendapat kehormatan sebagai bagian logistik. :)

Jika dua kali seleksi sebelumnya Om Irwan memilih ujung Jalan Pahlawan -- tepatnya di depan gerai A** H**dw*** -- tahun ini tikum kita di Taman Pandanaran. (Syukurlah kota Semarang punya satu taman baru.) Aku dan Ranz telah sampai di tikum sebelum pukul setengah enam, Om Irwan dan Ardian telah sampai disana. Yang lain datang setelah kita. Karena lebih ramai, foto-foto pun juga lebih rempong. :P

Untuk rute, Om Irwan masih tetap menantang adrenalin kita untuk nanjak Unnes. Untunglah jalan Bendan telah diperbaiki, tak begitu bergelombang seperti tahun lalu, yang telah menyebabkan reruji Orenj patah waktu Ranz lewat. Tapi, eh, sebelum berangkat reruji Orenj sudah ada yang patah. LOL. Buatku dan Dyah yang telah mengenal tanjakan Unnes, tanjakan killing satu ini tidak begitu mengejutkan buat kita, juga buat Sheniv yang tercatat sebagai mahasiswa Unnes. Namun buat Fee Ling dan Aming, tanjakan ini sangatlah mengejutkan!

Oh ya, jika tahun lalu gowes berupa "perang" antara sepeda merek "giant" dengan sepeda buatan dalam negeri (polygon dan wimcycle), tahun ini, hanya Dyah yang naik giant, Rahma naik federal, sedangkan empat lain naik polygon, Sheniv naik xtrada 5.0, Aming cleo 3.0, Fee Ling heist 3.0, sedangkan aku cleo 2.0.

FYI, sebelum latihan bareng dan seleksi tanggal 26 April 2015 ini aku telah latihan tiga kali dengan rute Pusponjolo - Unnes - Ungaran - Semarang. Yang pertama 17 April aku ditemani Ranz, dan hasilnya sangat mengecewakan. (Karena lama ga nanjak kali ya? hohohoho) Yang kedua (tanggal 21 April) dan ketiga (23 April) aku melakukannya sendirian. Tidak ada jalan yang sedang diperbaiki. Yang pertama mengecewakan, yang kedua dan ketiga lancaaaaar jaya. :)

Namun ternyata hari Sabtu 25 April Da dan Tayux sempat survey rute, dan ada beberapa ruas jalan yang bakal kita lewati sedang diperbaiki. Itu sebab tanggal 26 April, Om Irwan mendadak mengganti rute. Selepas Unnes, kita tidak belok kiri ke arah Ungaran, namun kita belok kanan ke arah Boja. Oh noooo ... kita tidak terus gowes sampai Boja, kita belok ke arah Ngrembel, melewati gapura masuk Waduk Jatibarang, Sadeng, kemudian turun ke perumahan Grand Greenwood.

Tahun ini pelaksanaan gowes Srikandi mundur ke bulan Juni, 4 tahun berturut-turut sebelum ini gowes Srikandi diselenggarakan pada bulan April. Yang beruntung tahun ini akan mendapatkan pengalaman bersepeda dari Lombok menuju Bali.

Wish me luck, will you, my loyal blog readers? :)

CN 08.41 30/04/2015



























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar