Minggu, 10 Mei 2015

Gowes Solo



GOWES SOLO

Di postingan ini aku menulis bahwa aku selalu butuh biking mate jika bersepeda jarak jauh, minimal 50 kilometer. To be frank, bukan karena aku butuh teman ngobrol agar aku tidak kesepian (karena sebenarnya aku adalah seorang aloof, penikmat kesendirian) namun untuk jaga-jaga in case terjadi apa-apa dengan sepeda yang kunaiki dan aku ga bisa mengatasinya, kuharap teman seperjalananku bisa membantu. (Shhhttt .. meski sudah bersepeda secara rutin selama tujuh tahun, aku tetap hanya bisa menaikinya, tanpa melakukan apa-apa. Eh, masih mending ding, karena memiliki sepeda lipat, akhirnya aku bisa melipat sepeda. LOL. Pertama kali punya sepeda lipat di awal tahun 2011, aku masih butuh orang lain untuk melipatkannya. LOL.)

Tapi ...

Ada 'perkembangan' lho di kwartal pertama tahun 2015 ini! Akhirnya aku berhasil menghadiahi diri satu kenyataan bahwa aku pun bisa bersepeda jarak jauh sendirian. Yay! 

Bermula di pertengahan bulan Maret 2015. 'Mendadak' aku memiliki waktu luang yang lumayan banyak di pagi hari. Gowes solo alias gowes sendirian menempuh jarak lebih dari 50 kilometer pertama yang kulakukan adalah ke alun-alun Demak, hari Selasa 17 Maret 2015. Jarak 30 kilometer pertama dari rumah ke alun-alun kutempuh dalam waktu 90 menit,  dengan kecepatan rata-rata sekitar 23 km per jam. Baliknya lebih lama, meski hanya jarak 10 menit karena traffic lebih ramai ketimbang berangkat. Jarak yang kutempuh pp 60 kilometer. 

Jl. Kaligawe, berangkat

di depan masjid agung Demak

otw balik Semarang


Hari Rabu 18 Maret 2015 aku bersepeda ke arah Timur, yakni Purwodadi. Semula aku 'menantang' diri untuk menuju Stasiun Kedungjati dimana ada tanjakan yang harus kulalui. :) Namun, karena permukaan jalan Semarang - Grobogan ternyata tidak semulus jalan Semarang - Demak, dan badan jalan yang lebih sempit, aku harus lebih 'struggling' ketimbang ketika aku gowes ke Demak, aku tidak bisa menempuh jarak 30 kilometer dalam waktu hanya 90 menit, aku ganti arah: Mrapen. :) Di pertigaan Gubug, aku mengambil arah kiri. Tak ada satu tanjakan pun jika menuju Mrapen. :) 

 Berangkat dari rumah sekitar pukul 05.15 aku sampai Mrapen sekitar pukul 08.00, padahal jarak tempuh hanya 38 kilometer. Hohohoho ... Sesampai Mrapen, aku hanya motret Cleopatra beberapa jepret, kemudian aku langsung balik kanan. Di Gubug, aku mampir di sebuah warung soto untuk sarapan. Disini aku istirahat lumayan lama, kurang lebih 45 menit, sarapan sambil ngubek2 hape dan sempat scribbling di diary. (Sepedaan sendiri, aku tetaplah si Nana yang hobi corat coret diary.)

di jalan penghubung Semarang - Grobogan

di seberang jalan masuk ke Mrapen


Cleopatra bersanding dengan api abadi Mrapen :)

Perjalanan pulang butuh waktu berapa lama ya? Ga ingat. Namun karena siang itu panas banget, rasanya Gubung - Semarang jauuuhhh banget. LOL. Jarak yang kutempuh hari ini 80 kilometer. Dan aku bangga pada diriku sendiri, menempuh jarak 80 kilometer sendirian. Untunglah Cleopatra yang menemaniku gowes baik-baik saja, hanya remnya agak bermasalah maka tarikannya agak berat. :)

Setelah itu, aku sempat beberapa kali gowes ke alun-alun Demak sendiri, namun belum ke Mrapen (sendirian) lagi. Yang ada bareng lima teman lain, seperti yang bisa dibaca di postingan yang ini. :)

Aku masih menyimpan hasrat gowes ke Stasiun Kedungjati sendirian, atau berdua dengan Ranz. :) 

LG 08.51 09/06/2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar