Selasa, 17 Mei 2016

Purwokerto, we are back! (Day 1)

Setelah tiga tahun berlalu, (klik link ini yang bercerita kita gowes dari Solo ke Purwokerto) kita berkesempatan kembali lagi. Kali ini kita tidak bersepeda ke Purwokerto, namun naik kereta api dari Semarang. What matters most is not the journey but the destination. :D Yang membuat berbeda memang agenda di balik perjalanan. Jika tiga tahun lalu, aku kepengen bersepeda dari Solo ke Purwokerto, kali ini karena aku ingin mengunjungi sobat lama, kawan kuliah semasa mengejar cita-cita (lebay boleh lah ya sekali-sekali ... lol) di American Studies UGM.

Dua hari libur nasional yang berjejer di awal bulan Mei (tanggal 5 dan 6)  adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mbolang, jadi ga perlu mbolos kerja lama. :D

Day 1 5 May 2016

Kita telah sampai di Stasiun Poncol pukul 04.50. KA Kamandaka datang dari arah stasiun Tawang pukul 05.05. Syukurlah letak gerbong 1 tidak begitu jauh dari lokasi kita berdiri sehingga ga perlu repot menggotong seli dalam waktu lama. Tepat pukul 05.15 KA meninggalkan stasiun Poncol, persis seperti yang tertera di tiket.

Perjalanan lancar. Kita sampai di stasiun besar Purwokerto pukul 09.45. Sepanjang perjalanan gerbong 1 selalu penuh penumpang. Mungkin demikian juga adanya di gerbong-gerbong lain. Jika ada satu atau dua penumpang turun di satu stasiun, tak lama kemudian akan ada penumpang baru naik dan menduduki tempat duduk yang sempat kosong itu.


Pertama kali yang kita lakukan setelah meninggalkan stasiun adalah mencari rumah makan: kita butuh sarapan. :)  Usai sarapan, Ranz mengajak gowes ke arah Museum Panglima Besar TNI Jendral Sudirman. Disana ada beberapa diorama yang mengisahkan tentang perjuangan Jendral Sudirman memimpin perang gerilya di zaman Perang Kemerdekaan. Kita tidak lama disini karena tidak banyak yang bisa kita lihat meski taman hijau yang ada di sekitar gedung museum cukup mengundang untuk leyeh-leyeh. :) Oh ya, tiket masuk Rp. 3.000,00, dan parkir sepeda gratis :)


Dari sana, Ranz langsung mengarah ke arah Dukuh Waluh dimana terletak kampus UMP. Asih, sobat lama yang menjadi 'alasan pertama' kita mbolang ke Purwokerto lagi tinggal di daerah ini. Namun kita tidak menginap di rumah Asih. Jauh-jauh hari Ranz sudah mengajakku menginap di rumah saudara (jauhnya) jika kita dolan ke Purwokerto. Merupakan satu kebetulan jika rumah Asih dan Tyas (nama saudara Ranz) terletak di lokasi yang sama, Dukuh Waluh. :)


Setelah meninggalkan stasiun, kita gowes hingga sampai di kawasan Dukuh Waluh, kita menempuh kurang lebih 20 km. Not bad, huh? :D

Malamnya kita ke rumah Asih yang terletak tak jauh dari Dieng Swalayan. Namun karena Asih sedang tidak enak badan, dan dia khawatir akan menulari kita, kita belum bertemu. Sebagai ganti, aku dan Ranz nongkrong di satu gerai es krim. :) Kita ngobrol disana sampai sekitar pukul 21.00 kemudian balik ke rumah Tyas.

To be continued :)

IB 20.34 17/05/2016

P.S. :
Dalam perjalanan menuju Dukuh Waluh, kita melewati Jalan Jendral Sudirman dan mendapati hotel Mulia tempat kita menginap 3 tahun lalu telah berubah nama menjadi Hotel Besar. Ada kerinduan untuk menginap di hotel yang suasananya jadul ini, namun kita lebih memilih mengirit, menginap di rumah saudara. Hihihihi ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar