Rabu, 18 Mei 2016

Purwokerto, we are back! (Day 4-5)

Sunday May 8, 2016 (Day 4)

Sebelum berangkat ke Purwokerto, Ranz menyempatkan diri browsing tempat-tempat yang bisa kita kunjungi. Ranz menyebut dua lokasi (1) Curug Cipendok (2) Watu Meja. Curug Cipendok kita pending – sampai kita berkesempatan dolan ke Purwokerto lagi J -- karena rasanya kok kurang afdol juga jika kita ke Purwokerto kita tidak gowes ke Baturraden. Curug Cipendok kita pending maka kita putuskan kita harus ke Watu Meja; satu destinasi wisata yang bisa dikatakan masih baru.

Seperti dua hari sebelumnya, kita meninggalkan rumah Tyas pukul 07.30. Sebelumnya kita menikmati sarapan yang disediakan oleh Tyas. Tyas menyediakan dua porsi nasi uduk untuk kita, kita hanya memakan yang satu porsi; yang satu porsi lagi kita bawa sebagai bekal. J
 
Menurut GPS, Watu Meja terletak kurang lebih 18 km dari Dukuh Waluh. Setelah melewati alun-alun Purwokerto, kita belok ke arah Selatan, menuju desa Sidabowa. To our disappointment, trek didominasi turunan yang berarti nanti pulangnya kita bakal harus nanjak. Hahahah … tentu saja kalau bisa memilih kita lebih suka berangkat nanjak, pulangnya tinggal nyantai menikmati turunan. :D berangkat kita masih punya tenaga full, pulangnya tinggal sisa-sisa … hihihihi ..




Di pom bensin setelah melewati Balai Desa Sidabowa kita berhenti, Ranz butuh mampir toilet. Sungguh di luar dugaan kita bertemu pasutri Iffan dan Desi yang memang sedang pulang kampong. Mereka membeli bensin dalam rangka mempersiapkan diri untuk kembali ke Semarang.



Aku lupa nama daerahnya tapi kita melewati jalan di pinggir sungai Serayu. Setelah pom bensin itu, ada perempatan, jika belok kiri (ke arah Timur) orang akan menuju kota Banyumas. Kita terus ke Selatan. Kita melewati sebuah jembatan eksotis yang sayangnya begitu sempit dan traffic lumayan padat sehingga kita tak bisa bernarsis ria disitu. :D Tak jauh dari jembatan, kita bertemu pertigaan, dengan tugu kecil di tengah. Waktu foto-foto disitu, ada rombongan pesepeda laki-laki dari arah kanan. Mereka lanjut ke arah Timur kita ke arah Barat Daya, tempat mereka datang. Meski jalan yang kita lewati cukup sempit, ini merupakan jalan propinsi menuju Cilacap. Kita bertemu bus tanggung jurusan Cilacap disini.


Di kilometer 17 dari Dukuh Waluh, kita menemukan plang petunjuk WATU MEJA VIEW 300 meter di sebelah kiri.  300 meter dari jalan raya, kita menemukan tempat untuk memarkir sepeda, menulis nama di buku tamu yang tersedia dan memasukkan uang secukupnya di kotak yang disediakan. Ada juga gallon air mineral dimana para pengunjung bisa mengisi botol yang mereka bawa untuk bekal trekking menuju gardu pandang.


Lokasi Watu Meja konon ditemukan oleh mahasiswa UGM yang sedang KKN di daerah itu satu tahun yang lalu, tahun 2015. Mendapati pemandangan yang cukup mengagumkan membuat mereka menyarankan pada penduduk sekitar untuk memanfaatkan lokasi tersebut untuk destinasi wisata. Karena baru saja ditemukan, trek menuju ke gardu pandang masih sangat menantang, meski bisa dikatakan jalan setapak yang disediakan oleh penduduk sekitar sudah lumayan membantu para pengunjung agar tidak terlalu kesulitan.



Setelah trekking mengikuti jalan setapak yang ada sejauh kurang lebih 2 kilometer, sampailah kita ke hutan pinus. Agak sedikit ke atas, kita pun sampai di gardu pandang. Pemandangan sungai Serayu dan bukit-bukit di sekitarnya dari ketinggian sangat membantu menghilangkan kelelahan dari trekking. Cuaca yang cerah cenderung panas memungkinkan kita menikmati pemandangan yang menakjubkan.




Saat aku dan Ranz tiba disana, banyak anak-anak remaja yang terlihat menikmati pemandangan sambil berfoto-foto. Lokasi sekitar bisa dikatakan cukup bersih dari sampah-sampah yang mengganggu pemandangan. (Semoga bukan karena destinasi wisata ini masih baru ya?) Tak jauh dari gardu pandang, telah ada beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ala kadarnya.  Setelah foto-foto aku dan Ranz mampir di satu penjual untuk menikmati minuman dan mendoan yang lezat. Oleh si penjual, mendoan baru digoreng setelah kita memesan, jadi ditanggung masih panas.




Usai menikmati minuman dan mendoan, kita kembali menikmati pemandangan di gardu pandang. Setelah beberapa jepretan lagi, kita baru turun. Kebetulan waktu turun, kita memilih jalur ‘short cut’, kurang dari 1 kilometer namun trek sangat curam dan licin.


On the way kembali ke peradaban, LOL, di pertigaan tempat kita berpapasan dengan rombongan pesepeda, kita kembali berpapasan dengan mereka. LOL. Jodoh kali ya? Wakakakaka …

Sesampai Balai Desa Sidabowa, kita mampir ke salah satu rumah yang terletak tak jauh dari situ. Tahun 2000 duluuuu aku pernah berkunjung dan menginap di rumah Pak Warto, yang ‘pernah’ menjadi mertua kakakku. Istri pertama kakakku – anak kedua Pak Warto – meninggal tahun 2004.

Kita sempat ngobrol2 sebentar, makan siang di rumah makan Gudril yang terletak kurang lebih 200 meter dari situ, dan menyambangi jembatan gantung di belakang rumah untuk narsis. Kata Eni – anak ketiga Pak Warto – yang menraktir kita makan siang dan mengantar kita ke jembatan gantung, lokasi itu lumayan ramai dikunjungi para pesepeda di hari Minggu pagi.


Sekitar pukul empat sore kita pamitan. Cuaca mulai mendung. Tak lama kemudian gerimis mulai turun. Ranz langsung buru-buru menyelamatkan kameranya. Aku menyelamatkan diri dengan mengenakan mantel. LOL. Untunglah gerimis hanya berupa gerimis, tak membesar menjadi hujan. Ternyata Sidabowa – alun-alun ga terasa begitu jauh. Apa karena sudah sore ya?  Cuaca ga panas jadi tenaga kita tidak terforsir?

Menjelang pukul setengah enam kita telah sampai Dukuh Waluh. Kita langsung gantian mandi bersih-bersih. Usai makan malam, kita mulai packing.

Monday May 9, 2016 (Day 5)

Kita bangun jam 06.00, mandi, packing lagi. Kemudian sarapan. Kita meninggalkan Dukuh Waluh sekitar pukul 08.45. kita sampai stasiun sekitar pukul 09.30. Shaun mulai bermasalah, rantainya berulang kali lepas. Ini sebabnya Ranz mengajak berangkat agak pagi agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Di stasiun kita bertemu dengan Haryadi yang baru saja kembali ke Purwokerto dari long weekend di Semarang. J Pukul 10.30 kita menaikkan sepeda ke dalam gerbong, dan duduk manis menunggu saat KA Kamandaka berangkat. Kita sampai stasiun Poncol pukul 15.40.

Sampai bertemu di petualangan Nana dan Ranz berikutnya yaaa?

LG 12.12 18/05/2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar