Senin, 15 Agustus 2016

Gowes ke Kampung Djowo Sekatul 14.08.16

"pasukan" migoreng (Minggu pagi gowes bareng) kali ini,
ki-ka: Ranz, aku, Hesti, Edy


Tak bosan-bosannya aku bersepeda ke Sekatul :D Emang ada apa sih disana? Nothing special really. :D Meski tentu aku punya beberapa alasan mengapa bersepeda ke Sekatul


  • Trek kesana lumayan menantang tanjakannya. Ada beberapa tanjakan yang harus kita 'lahap', mulai dari tanjakan di BPI Ngaliyan, Esperanza a.k.a Silayur, sedikit tanjakan jelang perumahan Jatisari, sedikit tanjakan jelang pasar Mijen, satu tanjakan pendek namun lumayan curam beberapa puluh meter setelah melewati terminal Cangkiran, kemudian tanjakan Susukan, hingga yang terakhir dilabeli oleh Ranz "tanjakan tak berujung". LOL. Namun dari sekian tanjakan, tidak ada yang sekilling tanjakan awal nanjak ke arah Unnes Sekaran. :) Jadi ... cukup bersahabat laaah :D
  • Sesampai Sekatul, suasana hehijauan dan pedesaan yang menyenangkan siap memanjakan mata. Sedangkan suara gemericik air sungai nan bening maupun kicauan burung sangat menghibur telinga yang biasanya bising mendengar suara hingar bingar mesin kendaraan.
  • Rasa masakannya cukup nikmat di lidahku, dengan harga yang cukup terjangkau. Yang suka seafood, ada seafood, yang alergi seafood bisa memesan jenis masakan yang lain. 


Tiga alasan di atas cukup lumayan untuk memahami mengapa aku pribadi suka bersepeda ke Sekatul kan? :D

Minggu 14 Agustus 2016 aku dan Ranz kembali menyambangi Sekatul. Kali ini kita ditemani Hesti -- salah satu pesepeda perempuan di Gowes Kartini plus Edy Wi yang akhir-akhir ini rajin mengikuti segowangi. :)


Haro, sepeda bmx yang dinaiki Ranz

Kita berkumpul di depan museum Mandala Bhakti Tugumuda pukul 06.30. Kita mulai mengayuh pedal sepeda masing-masing menuju arah Barat pukul 06.50.

Perjalanan lancar. (Ga nyangka, euy, Hesti dengan mulus melewati tanjakan di BPI Ngaliyan, yang meski jauh lebih pendek ketimbang Esperanza, namun lebih curam.) Pitstop pertama kita adalah warung soto Pak Oji, sebelum mulai nanjak Esperanza karena kita butuh sarapan. Ranz memilih warung soto ini karena dia suka "remah-remah" yang dihasilkan tempe gorengnya. :D



tempat kita sarapan

Pukul 08.00 kita kembali melanjutkan perjalanan. Kembali, Hesti cukup mulus melewati tanjakan Esperanza, dia tidak merasa butuh berhenti untuk menenangkan nafas yang ngos-ngosan, misalnya. :D Oh ya, dia naik sepeda polygon seri heist 1.0.

Mendekati "tugu" khas BSB, aku menawari Hesti untuk bernarsis ria disitu, mengingat ini adalah gowes debutnya ke arah sini, tentu dia tak mau terlewat mengabadikan kesempatan pertama ini. Tak kita duga maupun sangka, ternyata, kemudian seorang satpam mendekati kita dan mengusir. Alasannya kita bakal mengganggu lalu lintas. Weee ladalah, orang kita cuma berempat, masak kita segitu begonya bakal meletakkan sepeda di tengah jalan? Kecuali jika alasannya dilarang menginjak rumput, ya oke lah yaaa. Tapi disitu tidak ada 'notice' dilarang menginjak rumput. Dan ... dari sekian puluh kali aku lewat BSB dan foto-foto di lokasi ini, ini kali pertama diusir satpam. LOL.





Untuk menenangkan emosi, LOL, kita berhenti di minimarket yang terletak di pom bensin BSB, sekaligus mampir toilet.

Sekitar pukul 09.00 kita melanjutkan perjalanan. Oh ya, aku, Edy, dan Hesti menaiki sepeda dengan ban besar (26" dan 700), Ranz tetap dengan setia naik Haro, sepeda bmx-nya. Jadi harap maklum jika perjalanan tidak secepat tatkala kita gowes bareng di bulan Januari 2015 maupun di bulan Maret 2015, waktu kita among tamu dari Bandung. :D (tidak kutulis di blog yang ini ... wkwkwkwkwk ...) Waktu itu Ranz naik Austin.

Dan ... Hesti terus menerus mengejutkan kita dengan kemampuannya terus mengayuh pedal sepeda di tanjakan tanpa terlihat begitu ngoyo maupun ngos-ngosan. H-e-b-h-a-t!!!





Jelang pukul 12.00 kita telah sampai di lokasi. Yeayyyy. Ada yang baru disini, setelah melewati tempat parkir, ada semacam "pintu gerbang". Dan ... di sisi kanan ada loket tempat membeli tiket masuk. Weleeeehhhh ... kok sekarang masuk Sekatul saja pake beli tiket masuk? Hadeeehhh ... Jadi harus pikir-pikir nih jika aku pingin kesini sendiri, menyepi sendiri, lha harus ngeluarin duit tambahan beli tiket masuk? Ck ...

Setelah makan dan istirahat yang cukup, pukul 14.00 kita meninggalkan lokasi. Dalam perjalanan pulang, karena trek didominasi turunan, tak sekali pun kita merasa butuh berhenti untuk beristirahat. :D Bahkan aku saja sama sekali tidak minum. (Eh, kalo Ranz entah ya? Lha wong dia naik bmx, dan trek pulang masih ada beberapa tanjakan. Wew ...

Pukul 15.15 kita berpisah di bunderan Kalibanteng; aku dan Ranz mengambil jalur ke arah Pamularsih; Hesti dan Edy ke arah Jalan Jendral Sudirman.

Ciao. Sampai ketemu di event gowes selanjutnya :)

LG 08.15 16/08/2016

gazebo tempat kita beristirahat



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar