Minggu, 14 Agustus 2016

Mendadak Nanjak Unnes

Well, sebenarnya ga mendadak sih :D Sudah beberapa minggu yang lalu 'wacana' ini -- bersepeda ke kampus Unnes -- diungkapkan oleh Dwi, si mahasiswa tingkat akhir Unnes. Sebelum lulus kuliah, minimal sekali dia memiliki pengalaman "bike to campus". :)

Kebetulan pagi itu yang memiliki waktu senggang menemani Dwi bersepeda nanjak Unnes hanya aku dan Ranz. Jadi, ya begitulah, di kisah kita kali ini, hanya ada 3 makhluk manis bersepeda. :D



Kita bertemu di perempatan jelang masuk Jalan Kelud Raya, sekitar pukul 06.40. Karena sama-sama belum sarapan, kita mampir sarapan dulu di warung soto di ujung dekat lokasi (eks) pasar Sampangan. Setelah sarapan, kita melanjutkan perjalanan.

Oh ya, aku naik Cleopatra, sepeda polygon cleo 2.0; Dwi naik Orenj, sepeda wimcycle roadchamp; sedangkan Ranz naik Haro, sepeda bmx.

Setelah satu tahun tidak menapaki tanjakan yang lumayan killing ini, terus terang aku sendiri ga pede akankah aku mampu sekali "tarikan" bersepeda nanjak ke arah Unnes ini. "Untunglah" Ranz yang menaiki Haro dan tidak membawa bidon ... plus Dwi yang newbie di rute ini memberiku excuse yang sangat masuk akal jika aku harus berhenti di tengah jalan, eh, di landing, agar (1) mengabadikan mereka yang berada di belakangku (2) aku ga dikatain ga mengerti perasaan yang lain yang kutinggal di belakang LOL meski sebenarnya alasan yang utama adalah aku butuh jeda untuk menenangkan nafas yang ngos-ngosan. LOL.





Dwi yang katanya sempat dagdigdug saat meninggalkan warung soto, akhirnya nampak tenang, setelah kita bercerita tentang seorang teman yang dengan tabah terus menerus menuntun sepedanya sepanjang nanjak ke Unnes karena tidak merasa perlu tertantang tanjakan itu. LOL. Kisahnya bisa dibaca disini. :) Ga kuat ngepit nanjak? Ga perlu sungkan, tuntun saja sepedamu. LOL.

Akhirnya pukul sembilan kita pun sampai Unnes. Yeay!

Sementara Dwi menunggu dosennya datang, untuk berkonsultasi skripsi dll, aku dan Ranz nongkrong di satu gazebo yang terletak tak jauh dari perpustakaan Unnes. Pinginku sih kita lanjut gowes ke arah Ngrembel, namun ternyata, Dwi baru usai urusannya pukul 14.00. Ya sudah, kita langsung gowes balik ke arah dimana kita datang.

Dan ... inilah kali pertama aku menapaki Trangkil bukan dalam posisi nanjak, namun turun! Haduuuwww! Rasanya aku nungging banget di atas sepeda gegara trek yang cukup curam. :( Tidak bisa begitu dinikmati ... Hiksss ... LOL. Well, lumayan laaahhh ... ada pengalaman baru buatku :D

Berikut foto-foto hasil jepretan Ranz, as always :D

LG 11.45 15 Agustus 2016









gazebo tempat aku nongkrong berdua Ranz, menunggui Dwi :D




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar