Sabtu, 11 Maret 2017

Menuju SESAT J150K 2017 (Day 1)

SESAT J150K 2017


Masih ingat event J150K yang diselenggarakan pada tanggal 9-10 November 2013? Setelah menunggu beberapa tahun tanpa kepastian (lebay :p) akhirnya para penggemar sepeda lipat bisa merasakan sensasi mengikuti event gowes ratusan kilometer dengan biaya yang cukup murah (lagi!). (ssshhhttt ... ini jika dibandingkan ikut event sejenis audax yang biaya pendaftarannya hingga jutaan rupiah.) dan berhubung namanya diawali dengan huruf ‘J’, maka event gowes sejauh kurang lebih 150 kilometer ini tetap dilaksanakan di Jogja. Yuhuuu.

Jika J150K tahun 2013 diselenggarakan oleh satu komunitas yang menamakan diri sebagai “I Love Touring” dari Jakarta, dibantu oleh pesepeda lokal dari Jogja, misal nte Dyah Purwanti (yang waktu itu belum jadi ketua JFB a.k.a Jogja Folding Bike) dan didukung oleh para federalis yang tergabung di Federal Jogja, (konon tahun itu, event ini tidak ‘diendorse’ oleh IDFB sebagai induk komunitas sepeda lipat senusantara), tahun ini event SESAT J150K secara resmi diselenggarakan oleh JFB. Komunitas SESAT (sepeda sampai tua) adalah penyandang dana. Penyelenggaraan SESAT J150K ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun SESAT yang ketujuh tahun dan JFB yang kedelapan. Happy anniversary yaaa. J

Jumat 24 Februari 2017

Aku berangkat dari stasiun Poncol Semarang bersama Avitt, Dwi, dan Lambang. Hesti rencana menyusul sore hari setelah selesai mengajar; Ranz jelas menunggu kita di Solo, sedangkan Tami memutuskan untuk tidak ikut. Di stasiun kita bertemu rombongan selier lain, konon mereka menamakan diri grup RAINBOW, yang berjumlah 12 orang, semua laki-laki. Mereka turun di stasiun Balapan, shalat Jumat, kemudian kulineran di Solo. Sore hari mereka baru menuju Jogja.

di stasiun Poncol

Aku dkk turun di stasiun Purwosari. Istirahat sejenak sementara menunggu Lambang yang shalat Jumat di masjid tak jauh dari stasiun. Setelah makan siang, kita kembali ke stasiun, kita naik KA Prameks yang meninggalkan stasiun pukul 13.07.

stasiun Purwosari

Syukurlah gerbong yang kita naiki tidak begitu penuh, aku dan Ranz mendapatkan tempat duduk, entah dengan Avitt, Dwi, dan Lambang di gerbong sebelah. J Kita berlima turun di stasiun Maguwo yang bersebelahan dengan bandara Laksda Adi Sucipto. Dari sana kita berempat bersepeda, Lambang naik bus Trans Jogja, karena dia akan menaiki sepeda yang baru saja dia beli di Imam Tsj untuk SESAT J150K.
Malam itu kita menginap di PURI JANTI, tak jauh dari lokasi START/FINISH event, yakni di LPP Garden, kurang lebih 2 kilometer. PURI JANTI terletak tepat di samping fly over Janti. J

ngangkirng sebelum ke LPP Garden untuk daftar ulang
makmal, duduk di ujung (kiri) Radit


Evie datang dari Jakarta sekitar pukul 19.30 ke penginapan, sedangkan Hesti sampai sekitar pukul 22.00. Penginapan yang kita inapi harganya Rp. 150.000,00 per malam, dengan tempat tidur yang cukup untuk ditiduri 3 orang perempuan. J Lambang, satu-satunya laki-laki, menempati kamarnya seorang diri. J Aku sekamar dengan Evie dan Ranz; sedangkan Avitt, Dwi, dan Hesti sekamar di sebelah.

to be continued.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar