Sabtu, 11 Maret 2017

Seusai SESAT J150K 2017

Minggu 26 Februari 2017

Pagi ini, kita tidak memiliki kesempatan untuk bersepeda keliling Jogja, seperti tahun 2013 dulu. Ranz harus segera kembali ke Solo, karena tuntutan pekerjaan. Semula aku mau mengajak DwiAvitt, dan Lambang gowes ke Solo, namun ternyata mereka sudah begitu bosan duduk di atas sepeda, mereka pun menolak ajakanku gowes AKAP sejauh kurang lebih 60 kilometer lagi. J Mereka akan langsung pulang ke Semarang naik bus, aku memilih ikut ke Solo.

Sekitar pukul 06.30, aku dan Ranz meninggalkan penginapan, kita bersepeda menuju stasiun Maguwo. Ada KA Prameks yang meninggalkan stasiun Tugu sekitar pukul 07.35, sampai di stasiun Maguwo sekitar pukul 07.55.

helm ini adalah door prize :)

Waktu menunggu kereta datang, kita melihat seorang laki-laki menenteng seli brompton, dia juga nampaknya akan menuju Solo. Setelah dia sampai di ‘halte’, kita pun ngobrol. Ternyata beliau adalah Om Iman, salah satu ‘punggawa’ komunitas SESAT yang merupakan pemrakarsa event J150K tahun 2017. Om Iman bercerita sekitar pertengahan tahun 2016, SESAT ingin mengadakan satu event sepedaan di Jogja. Mereka sudah mulai melakukan survey lokasi untuk menentukan rute. Namun karena SESAT berbasis di kota Jakarta, semua personilnya sibuk di Jakarta, mereka kesulitan untuk ‘mengeksekusi’ ide ini.

Untunglah kemudian salah satu personilnya (aku lupa nama yang disebut oleh Om Iman) bertemu dengan nte Dyah, ketua JFB di satu event sepeda lipat di Magelang. Terjadilah satu kolaborasi yang apik antara SESAT dengan JFB. Pihak SESAT yang akan mencari dana untuk membiayai event (ini adalah event sepeda lipat yang pertama kali diselenggarakan oleh SESAT karena biasanya mereka mengadakan event untuk mtb maupun road bike), sedangkan pihak JFB adalah penyelenggara.

Saat pertama kali membuka pendaftaran peserta, para personil SESAT pun terheran-heran saat kuota peserta sejumlah 300 orang telah terpenuhi hanya dalam kurun waktu kurang lebih 3 jam, padahal itu dibuka di waktu dini hari. Wuiiihhh ... Hal ini membuka ‘mata’ mereka bahwa ternyata sepeda lipat pun punya banyak penggemar.

Keberhasilan SESAT dan JFB menyelenggarakan J150K tahun 2017 ini membuat SESAT ingin mengadakan event untuk sepeda lipat lagi. Om Iman bercerita mungkin akan mengadakannya di kawasan Danau Toba, atau di Bali. Entah tahun depan, atau setelah pilpres.

Kita bertiga turun di stasiun Purwosari. Kemudian kita bersepeda ke arah Kota Barat, Ranz menunjukkan satu warung yang berjualan gudeg, Om Iman ingin sarapan disana. Namun ternyata tutup, akhirnya Ranz mengajak kita sarapan di satu warung sup ayam dll di dekat Sriwedari. Usai sarapan, kita berpisah, aku dan Ranz ke arah Laweyan, Om Iman menemui teman-teman SESAT-nya di kawasan Kalitan.

Sampai jumpa di kisah gowes kita berikutnya yaaa. :D


IB 15.00 Maret 2017 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar