Perjalanan
ini adalah 'bayar utang'nya Ranz ke aku: akhir bulan Juli aku ke Solo dan Ranz
berjanji menemaniku bersepeda ke Waduk Gajahmungkur. Namun ternyata kita tidak
jadi bersepeda ke Wonogiri. Instead, aku diajak ke Sidoarjo demi menghadiri
acara kondangan salah satu keponakan Ranz. :)
As usual,
aku berangkat ke Solo naik travel Cit***ans pukul 09.00 hari Jumat 30 September
2022. biasanya sesampai Solo, aku akan nyamperin Ranz ke fitness center tempat
dia latihan fisik, tapi hari itu beda. Ranz yang nyamperin aku ke pool travel:
pagi itu dia harus masuk kerja. (biasanya dia libur di hari Jumat.) dari sana,
kami makan siang -- yang kegasikan, lol -- di tempat 'biasa' aku memesan selat
Solo.
Usai having
'brunch' kami langsung pulang ke rumah Ranz.
Sekitar
pukul lima sore, aku menemani Ranz fitness sampai pukul setengah delapan. Oh
ya, kebetulan di fitness center baru ini sedang ada event 'open house': satu
member boleh mengajak seseorang untuk latihan disitu di hari itu, aku bisa ikut
'nyicipi' latihan gratis. Pukul 18.00 - 19.00 kebetulan ada 'kelas' yoga untuk
pemula, so aku ikutan. :)
Pulang dari
fitness center, aku tak kuasa menolak ajakan Ranz untuk makmal. Well,
sekali-sekali 'cheating' deh, lol. FYI, sejak akhir Juli aku mencoba
'intermittent fasting': aku memberlakukan 16 jam puasa dari pukul 15.00 sampai
pukul 07.00 keesokan hari. Jam makan dari jam 07.00 sampai jam 15.00. malam itu
aku menemani Ranz yang kepengen makan penyetan: aku memesan satu potong ayam
dan segelas es the. Hasilnya? Perutku rasanya langsung menggendut dengan
sukses! Lol.
Sabtu 01 Oktober 2022
Sejak awal
kami berdua sudah sepakat untuk naik KA BATARA KRESNA untuk berangkatnya, sama
dengan kisah kami setahun yang lalu. Kalau yang tahun 2020 kami full gowes
karena KA BATARA KRESNA sedang berhenti operasi dikarenakan pandemi covid.
Ranz:
"Kok mau-maunya aku ngikutin keinginanmu ngepit full bolak-balik? What
spell did you put on me?" tanya Ranz kemarin, wkwkwkwkwk.
Ranz memulai
ritual paginya pukul setengah lima pagi. Aku setelahnya tentu saja. Kami sudah
sampai stasiun Purwosari sekitar pukul 05.45. setelah Ranz mengisi kartu
e-tolnya, kami melipat sepeda (aku naik Austin, Ranz naik Shaun), dan masuk ke
dalam peron. Ternyata KA BATARA KRESNA sudah 'nangkring' di peron 1, jadi kita
langsung membawa Austin dan Shaun masuk ke dalam gerbong.
KA berangkat
sesuai dengan jam keberangkatan yang ditentukan, pukul 06.00. jarak kurang
lebih 38 kilometer ditempuh dalam waktu kurang lebih 100 menit karena memang KA
BATARA KRESNA meluncur dengan pelan, tak lebih dari 20km/jam.
Kami sampai
stasiun Wonogiri pukul 07.45.
Setelah
mampir sarapan ala kadarnya di satu warung makan tak jauh dari stasiun, (aku
pesan kopi hitam agar tidak ngantuk) kami langsung mengayuh pedal sepeda
masing-masing. Sesampai Jalan Jendral Sudirman, kami mampir satu minimarket
untuk membeli air mineral.
Ranz tetap
terlihat perkasa meski dia pernah mengaku sudah tak kuat ngonthel, lol. Di
tanjakan, dia terus menerus berada di depanku. Aku sendiri menganggap ini
sebagai latihan nanjak karena semenjak cedera kaki di akhir tahun 2021, aku ga
berani ngepit di tanjakan.
Sekitar
pukul 09.20 kami sampai di jembatan tempat kami berdua biasa pepotoan, lol. Otw
juga lah, trek menuju waduk Gajahmungkur cukup cantik untuk diabadikan! Meski
kami berdua sepakat untuk tidak perlu masuk ke area waduk, kami lanjut ke
gerbang masuk waduk, untuk foto-foto disana. :) setelah foto-foto, balik lagi
ke arah jembatan, untuk makan di RM Bu Tr**.
Karena saat
kami tiba di rumah makan itu baru jam 10.00, dan mungkin karena itu hari Sabtu,
tempat makan lesehan itu sepi, 'hanya' ada satu rombongan tamu yang sedang
makan, 1 orang guru dan 6 muridnya yang mengenakan seragam SMP. Seperti biasa,
Ranz memesan paket ikan nila bakar dan botok ikan, 1 gelas es jeruk, 1 gelas es
teh dan 1 porsi es kelapa muda.
Kami
meninggalkan rumah makan itu sekitar pukul 12.00, saat cuaca sedang
panas-panasnya. :D dan seperti saat berangkat, Ranz tetap berada di depanku.
Sampai di patung Nyi Rara Kidul, penanda bahwa kita sudah keluar kota Wonogiri,
hingga trek tinggal datar hingga masuk area Solo Raya. Ternyata, benar yang
dikatakan Ranz: dia perkasa di tanjakan, namun tidak bisa ngebut di trek datar.
Sejauh kurag lebih 30 kilometer aku harus terus menerus mengayuh pedal Austin
pelan, dan kadang menekan rem agar aku selalu berada di belakang Ranz. Kalau
aku berada di depannya, kemudian 'lengah' ngebut, meninggalkan Ranz di
belakang, bisa ngamuk dia, lol.
Memasuki
kabupaten Sukoharjo, cuaca berubah: mendung dan angin sangat kencang! Kadang
terasa tetesan halus gerimis. Aku bawa mantel sih, tapi rasanya aku lebih
memilih kepanasan deh ketimbang kehujanan, lol.
Syukurlah
hujan tak jadi menyapa kami. Saat kami masuk area Solo Baru, tiba-tiba sang
mentari 'tersenyum' kembali. Waaah. Ga jadi hujan!!! Kukira Ranz mau ngajak
mampir angkringan di seberang mall yang ada di area Solo Baru itu, ternyata
tidak. Dia terus mengayuh pedal Shaun, hingga masuk Jl. Dr. Radjiman. Dia
mengajak mampir di angkringan mas Kholil, tak jauh dari rumahnya. Kami pesan 2
gelas es the. Aku minum satu setengah gelas sendiri, lol. Karena kekenyangan,
dan aku khawatir aku langsung tergoda berbaring di kasur karena kelelahan, aku
bilang ke Ranz aku masih butuh ngepit kurang lebih 3 kilometer lagi, lol. Ranz bilang sudah ga mampu menemaniku ngepit,
ya wis aku lanjut bersepeda sendiri.
Aku sampai
rumah Ranz pukul 17.00. aku jadinya bersepeda sejauh 13 kilometer lagi, lol.
Dan … Ranz uring-uringan karenanya. Wkwkwkwkwk …
Minggu 2 Oktober 2022
Aku mengajak
Ranz bersepeda ke CFD, untuk melihat keriuhan area CFD pada Hari Batik.
Terlihat banyak event diselenggarakan untuk merayakan Hari Batik, tapi tak satu
pun yang membuatku tertarik untuk bergabung.
Setelah
sarapan nasi liwet, Ranz nawarin, "Ke Jogja yuk? Naik KRL? Tanpa sepeda
ya?" ok. Deal. Gpp. Aku kangen Jogja. Meski yang kukangeni tuh kelayapan
di Jakal km 5, tapi jalan-jalan di Malioboro ya gpp deh, lol.
Kami ke
Jogja naik KRL jam yang 09.00. Sampai stasiun Tugu Jogja pukul 10.00. kami
jalan-jalan ke Teras 2 Malioboro, kemudian lanjut jalan-jalan sampai Teras 1
Malioboro. Foto-foto, jajan, jalan balik lagi ke arah stasiun. Foto-foto di
jalan, lol. Sesampai Slasar Malioboro, jajan lagi, foto-foto lagi.
Kami pulang
ke Solo naik KRL yang berangkat jam 14.50. karena ternyata kereta sudah sampai
di stasiun sebelum pukul dua siang, aku mengajak Ranz segera masuk peron, agar
bisa dapat tempat duduk, sekitar pukul 14.10. eh, ternyata, meski jam
keberangkatan masih lama, gerbong sudah penuh! Tempat duduk sudah nyaris penuh,
dan sudah ada yang berdiri-diri. Untunglah aku masih bisa menyelipkan pantatku
di satu tempat duduk, lol.
Malam itu,
aku pulang ke Semarang naik travel Citi***** pukul 19.00. aku sudah sampai
rumah sebelum jam 21.00. alhamdulillah.
Next time
dolan lagi yuuuk. :)
PT56 15.32 3
October 2022