Jumat, 29 Maret 2013

Bikepacking Solo - Purwokerto (Day 2)



Day 2 : 20 Maret 2013 Gowes Melintasi desa waktu KKN (Wates – Gombong)

Rencana semula yakni hari kedua kita harus sudah sampai Gombong tetap kita ikuti. Setelah sarapan (menu yang disediakan oleh hotel: nasi goreng dan teh panas), kita meninggalkan hotel sekitar pukul tujuh pagi. Sayangnya, kita tidak bisa langsung gowes karena ban belakang Pockie bocor. Untunglah, tak jauh dari hotel ada tambal ban, hingga tak perlu mendorong Pockie jauh-jauh untuk mencari tambal ban. meski si Bapak tukang tambal ban bekerja dengan lamban, and Ranz kept complaining. LOL.


Si Bapak tukang tambal ban :)
Sekitar jam 9 kita mulai gowes meninggalkan ‘pusat’ kota Wates. Mengikuti rute yang diambil oleh Ranz dan rombongan Srikandi #2 tahun lalu, hingga yakin bahwa trek-nya ‘friendly’, perjalanan cukup lancar hingga masuk kota Purworejo. Aku pribadi sempat terserang kejenuhan (ternyata! astaga!) apalagi ditambah kabar dari Angie bahwa harddisk laptopnya rusak total membuat mood-ku sangat buruk. (tambah diperparah aku terserang PMS. LOL.) Tak lama kemudian, aku melihat tulisan ‘BAYAN’, wahhh ... tak terasa ternyata kita sudah masuk kecamatan tempat aku KKN sekian puluh tahun lalu! Kejenuhan pun sedikit berkurang. Desa Bandung Kidul tempat aku KKN dulu terletak tepat di sebelah sungai yang menjadi pembatas antara Purworejo dan Kutoarjo. 

masuk wilayah kota Wates :)
Memasuki kawasan Kab. Purworejo
Karena telah berlalu kian puluh tahun, bisa dimaklumi jika aku ga ingat apa-apa tentang kecamatan ini. Namun untunglah aku masih ingat lokasi Desa Bandung Kidul. :) Setelah melewati desa satu ini, kita akan melewati sebuah jembatan yang nampak jauh lebih kokoh dibanding dulu. Masuk kawasan kota Kutoarjo, aku melihat lapangan tempat aku dan teman-teman KKN dulu jogging di pagi hari. Wahhh ... :)

Pockie dan fully-loaded pannier di jembatan sungai Bogowonto
 
aku jelang melewati jembatan yang memisahkan Purworejo dan Kutoarjo
Sebenarnya perutku sudah mulai melilit kerna lapar sejak gowes di pusat kota Purworejo, namun aku belum menemukan warung makan yang membuatku ingin mampir. Ranz setuju jika kita mencari warung makan di daerah Kutoarjo. Namun terjadi sedikit salah paham antara kita disini. Aku menunggu Ranz memberiku kode mampir dimana, sementara Ranz juga menungguku memberi kode mampir dimana. Walhasil, kita malah meninggalkan ‘kota’ Kutoarjo dan belum juga mampir makan. LOL. Akhirnya karena kelaparan, di antara banyak warung yang berjualan dawet ireng, Ranz langsung mampir tanpa meminta persetujuanku, sekitar pukul 12.30. LOL. Aku sih oke-oke saja. 
dawet ireng
masuk kawasan Kabupaten Kebumen
masakannya lumayan lho, es tehnya juga enaaak :)
Usai menghabiskan satu mangkuk dawet ireng, dan sebungkus kecil kacang goreng, kita lanjut gowes. Setelah memasuki kabupaten Kebumen, kita mampir ke sebuah warung makan yang menyediakan ayam/bebek goreng/bakar untuk makan siang, sekitar pukul 14.30. Kita berdua memilih menu yang sama: ayam bakar + es teh manis. (Semalam di Wates, kita makan bebek goreng.) 

handle bar Pockie
masuk gerbang kota Kebumen

narsis forever :D
Setelah masuk kota Kebumen – dan sempat narsis di ujung sebuah pertigaan, kata Ranz tahun lalu dia dan rombongan Srikandi #2 juga foto-fiti di situ – kita pun berhenti untuk narsis. Ada polisi yang ‘menyapa’ kita dengan sempritan dari pos polisi di seberang jalan. Kirain dia ga boleh kita berhenti disitu untuk foto-foto, eh, ternyata setelah kita menoleh, si Bapak polisi malah mengacungkan jari ke arah kita. 

cool, huh? :D

dalam kota Kebumen
mampir untuk beli es teh sekaligus bertanya arah ke Gombong
Sekitar jam empat sore, kita mampir lagi di sebuah angkringan yang terletak di alun-alun kota Kebumen untuk bertanya kepada si penjual arah menuju Gombong sekaligus mengisi kerongkongan yang mudah kering karena cuaca yang sangat panas. Disini baru kita sadar ternyata kita memilih jalur memutar. Pengalaman di hari pertama terulang. Namun untunglah kita tidak terlalu jauh memutar. Setelah mendapatkan arah yang pasti menuju Gombong, kita melanjutkan perjalanan.

Gombong! We are coming! :)

:)

Sekitar pukul lima sore kita melewati gapura selamat datang di kota Gombong. Di pusat kota, kita menemukan petunjuk sebuah hotel tempat kita bisa menginap di malam kedua ini: Hotel Dunia.
Malamnya kita sempat keluar untuk makan malam: Ranz memesan nasi goreng kambing, aku Cuma ‘membantu’ dua tiga sendok. :) Catatan: nasi goreng kambingnya lumayan lezat tapi pedesssss buatku yang orang Semarang dan Ranz yang orang Solo, padahal dia dilarang makan masakan pedas dikarenakan penyakit asam lambungnya yang parah di bulan Februari.  Sebelum balik ke hotel, kita mampir ke warnet (yang sekaligus berfungsi sebagai wartel) untuk ngecek elevasi rute Gombong – Purwokerto di keesokan hari. (Wartel masih laku yak di daerah sini? :) )

Jarak yang kita tempuh kurang lebih sama dengan yang di hari pertama, sekitar 100 km.

To be continued.

2 komentar: