Selasa, 26 Maret 2013

Gowes Latihan (calon) Srikandi dari Jawa Tengah

Setelah mundur beberapa hari dari jadual semula (tanggal 9/10/12 Maret 2013) akhirnya aku mendapatkan kepastian gowes bareng latihan sekaligus seleksi (calon) Srikandi dari Jawa Tengah, yakni pada tanggal 17 Maret 2013.

berdua Ranz bersama Orenj dan Estrada

Sekitar pukul 05.30 aku dan Ranz sampai di titik kumpul, yakni di depan Ace Hardware Jalan Pahlawan Semarang. Disana telah berkumpul Da Ningrum dari Jepara, Indra Meliana alias Tante Nana dari Gombong, dan Diajeng Bunga dari Magelang. Tak lama kemudian, Endah Hastuti yang juga merupakan wakil dari Jepara datang. Selain kita berenam, tentu Om Irwan -- yang diberi sampur oleh panitia Srikandi B2W Pusat -- beserta 'pasukannya' untuk menjadi marshall sudah datang. Ada juga beberapa teman dari Komunitas B2W Semarang, B2C Semarang dan Komselis yang akan ikut menemani kita gowes.

Ranz dan Da Ningrum, baru mulai gowes


di baris kedua ada Tante Nana dan aku


Rute gowes kita tidak jauh-jauh amat, mungkin pulang pergi hanya sekitar 60 kilometer. Namun jangan tanya elevasi rute yang harus kita lewati! Tentu para pesepeda Semarang kenal tanjakan (menuju) Unnes di Sekaran Gunung Pati: konon merupakan salah satu rute favorit para pesepeda profesional: Elevasi setinggi 350 m dpl berjarak hanya 3-4 kilometer!

Dari ujung Jalan Pahlawan yang selalu penuh sesak pada hari Minggu (karena merupakan arena CFD), rombongan melaju ke arah Jalan Veteran, RS Dr. Kariadi, ke Jalan S. Parman, di pertigaan kita belok ke arah Jalan Rinjani. Lepas Jalan Rinjani kita kembali ke Jalan S. Parman. Terus sampai Jalan Sultan Agung, dimana kemudian kita belok ke jalan disamping kampus sekolah Don Bosko (apa ya nama jalannya? lupa. hihihihi ...) Mengikuti jalan yang ada, kita akan sampai di depan pintu gerbang masuk ke Stadion Jatidiri Karangrejo. Kemudian kita belok menuju Bendan. Sampai ujung jembatan besi, kita berenam masih berjajar rapi, dua-dua, kadang satu-satu, tergantung lebar badan jalan.

ki-ka: Tami, aku, Ranz, Bunga, Da Ningrum, Tante Nana, Endah
Sesampai jembatan besi, kita belok kiri, kita langsung disambut tanjakan yang super duper manissss. Horreeee ... :D Tanjakan yang jelas menciutkan hati mereka yang belum tahu medan langsung membuat kita berenam kocar-kacir. Hihihihi ... Satu per satu ada yang tetap dengan speed yang 'mungkin' sama dengan sebelumnya mendaki, namun ada juga yang pelan namun pasti terus mendaki tanjakan dengan penuh konsentrasi (ngomongin diri sendiri, hohohoho ...) Para 'penggembira' (semua berjenis kelamin laki-laki) yang di perjanjian awal seharusnya berada di belakang para 'calon srikandi' malah mulai menjajari kita. Gapapa deh.


dua lelaki di ujung kanan, Dany dan Om Irwan

Konsentrasi apa pun akan berbuah manis. :) Aku mampu menyelesaikan tanjakan yang paling killing pada rute gowes kali ini dengan baik. Horeeee (beneran hore kali ini, xixixixixi ...) Sesampai di depan pintu gerbang Unnes, dengan semangat narsis untuk eksis, aku langsung narik-narik Ranz untuk berfoto bersama. Yang aku heran, mengapa yang lain terlihat malu-malu kucing buat foto bareng yak? hohohoho ...

tempat rombongan sarapan, langganan Om Irwan :)

Setelah istirahat selama kurang lebih 30 menit, kita melanjutkan gowes ke arah Gunung Pati terus ke Ungaran. Rute terus menerus rolling, namun tak ada lagi tanjakan se'manissss' tanjakan setelah jembatan besi. He he he ... Setelah masuk kota Ungaran, oleh Om Irwan, kita diajak mampir ke WM Bu Surti. Meski kita tidak merasa lapar -- mungkin karena terlalu excited dengan gowes ini -- kita tetap (memaksa diri) makan. Untunglah ada salah satu menu pembangkit selera: urap alias gudangan!

Sekitar 45 menit kita beristirahat sekaligus makan, kita melanjutkan perjalanan. Namun kita diberi bonus waktu beristirahat lagi karena ban sepeda yang dinaiki Bunga bocor! Asiiiikkkk .... Hihihihihi ...

Perjalanan gowes pulang dari Ungaran adalah rute terfavorite-ku karena trek dipenuhi oleh turunan! Enaaaaakkk! Aku dan Ranz yang sudah sering gowes rute ini saling berkejar-kejaran dengan riang gembira. hihihihi ...

Kita mengakhiri gowes bareng ini di 'taman' dekat patung kuda Diponegoro Jalan Pahlawan. Kebetulan waktu itu Jalan Pahlawan dipenuhi oleh peserta -- dan para penggembiranya tentu saja -- lomba sepatu roda. Acara ditutup oleh Om Irwan sekitar pukul 10.45.

**********

Catatan tambahan:

Untuk gowes kali ini aku menaiki Estrada, sepeda milik Hendri yang berupa sepeda polygon Xtrada 5.0. Aku yang biasanya ga pede menaiki sepeda milik sendiri (buka kartuuuuu), lumayan bernyali dengan menaiki sepeda yang baru dibeli Hendiri pada bulan Desember 2012. Thanks a lot, buddy! :)

Sementara itu, karena ga mau repot mengirim Cleopatra (sepeda polygon Cleo 2.0 yang didapatkan ketika mengikuti Srikandi jilid 2), Ranz menaiki Orenj, sepedaku, merk wimcycle road champion. Satu hal penting yang membuatku tidak pede jika naik Orenj untuk 'event' kali ini adalah rem Orenj yang tertarik, sehingga memberati kayuhan. Dengkul Ranz tentu jauh lebih sakti dibandingkan dengkulku, maka kalau yang menaiki Orenj Ranz, ya gapapa laaahhh. hahahaha ...

Da Ningrum menaiki sepeda Specialized-nya yang meski bernama macho (Jason Black), namun di mataku nampak cantik karena warnanya yang merah. Sayangnya, sore harinya aku mendengar kabar bahwa JB hilang dicuri orang! Hikkksss ...

Tante Nana dari Gombong naik Cleo 4.0 yang garisnya berwarna ungu, cantik sekali. Kisah di balik keikutsertaan Tante Nana, dia beserta suami dan mekaniknya datang satu hari sebelumnya. Pada malam harinya Tante Nana makan mie yang mengandung minyak yang sebenarnya harus dipantang olehnya, namun karena rasanya yang lezat, tetap disantap oleh Tante Nana. Dan ... dia pun tak bisa tampil secara maksimal ketika gowes bareng karena lambungnya sakit. Bahkan setelah itu, Tante Nana terpaksa masuk rumah sakit, opname hingga hari Minggu tanggal 24 Maret. Hikkkssss ...

Endah naik sepeda polygon Lerun kalau tidak salah. Sedangkan Diajeng Bunga juga naik sepeda polygon namun aku kurang memperhatikan tipe yang mana. Wew.

Taman Tabanas Gombel

yang penting narsisss :P

Sore hari sekitar pukul 14.45 aku dan Ranz gowes lagi; kali ini nanjak Gajahmungkur (alias Jalan S. Parman, dan tidak belok ke Jalan Rinjani), kemudian lanjut hingga nanjak Gombel. Untuk apa? Aku mengembalikan Estrada pada sang pemilik, Hendri, dan aku menjemput Austin kembali. Mengapa buru-buru? Karena paginya, aku dan Ranz akan ke Solo, untuk kemudian memulai bikepacking kita!

Untuk kisah bikepacking Solo - Purwokerto, tunggu ya? :)

C-net 18.32 260313

P.S.:

special thanks buat Hendri atas pinjaman sepedanya ...
another thanks buat Om Irwan (beserta pasukannya) yang mendampingi sekaligus menyediakan apel yang yummyyyyyyy ... (mau lagi, lagi dan lagiiiii ... :) )
always thanks for my beloved Ranz,
apresiasi setinggi-tingginya buat teman-teman gowes bareng, Da Ningrum, Bunga, Endah, Tante Nana, Tami, Wawan, Dany, Holix, Om Suryadi, dll, gowesnya jadi asiiiikkk :)

2 komentar:

  1. Mbak nana skali2 ikut donk gowes bareng kalian...
    Kenalin q deborah br mulai latihan bersepesa xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deb,
      gabung grup B2W Semarang di Facebook yak, biar ga ketinggalan info tentang gowes bareng. :)

      Hapus