Senin, 12 Januari 2015

Bikepacking Rame2 (Day 3)

Pagi ketiga kita agak malas bangun pagi. J Banyak yang harus dibenahi sebelum kita bisa meninggalkan Jogja menuju Solo. Pertama, karena Dwi tidak yakin kita bisa cepat nyampe Solo dengan gowes, padahal Dwi dan Tami harus segera balik ke Semarang karena keesokan harinya mereka akan harus menghadapi ujian di kampus sehingga mereka butuh istirahat cukup, dan Dwi kurang pede dengan dirinya sendiri bisa menempuh jarak 60 kilometer dengan bersepeda, kita rembugan terlebih dahulu enaknya bagaimana. Kedua, ban Pockie harus dibenahi. Ketiga, packing. J (Satu hal yang kurang kunikmati, untungnya Ranz sangat menikmatinya. Heheheh ...)

Radit datang menjemput kita sekitar pukul 09.00. Kita tidak langsung menuju Selokan Mataram (rute pilihan pagi ini adalah susur Selokan Mataram menuju arah Timur), kita ke arah Malioboro dulu semata-mata untuk kepentingan dokumentasi, alias ngeksis narsis. LOL. Untunglah Radit dengan suka cita mengantar dan menemani kita.

Usai bernarsis ria di kawasan Malioboro (juga di “ruang tunggu sepeda”), Radit langsung membawa kita ke arah Babarsari untuk memulai gowes susur selokan. Kita sempat mampir ke Candi Sambisari untuk ngeksis di ... papan nama candi. (Kita ga masuk ke dalam, demi mengirit waktu.) Mengirit waktu? Oh no ... ternyata kawan-kawan lebih memilih ngangkring mengisi perut ketimbang menjelajah candi. Ups ... Dari arah Candi Sambisari, Radit terus membawa kita ke arah Timur. Candi Sari adalah tempat kita ngeksis berikutnya. Setelah meninggalkan Candi Sari, baru kita ngebut gowes ke arah Klaten. Sitsit, kawan sepeda kita yang tinggal di Klaten telah menunggu kedatangan kita dengan mobil pickup yang akan kita sewa, yang mengantar kita sampai Kartasura (demi mengirit waktu.)  Disini rombongan terbagi menjadi 2, Denny mengiringi Ranz, Tami, Dwi, dan Om Micky ke Solo; sedangkan Arwin menemani Om Djoko yang langsung belok gowes ke arah Semarang.

Dalam perjalanan yang diberkahi hujan lebat itu, Om Micky harus merasakan kehujanan karena duduk di bak belakang pickup, sementara Ranz, Tami dan Dwi terlindung dari hujan karena duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja. J
Mobil pickup mengantar sampai Kartasura. Disana kita dijemput ayah Ranz yang datang dengan mobilnya untuk membawa tiga sepeda lipat. Om Micky memilih gowes ke arah Kerten. Dwi dan Tami menunggu bus ke Semarang di Kerten dengan ditemani Denny dan ... Om Micky yang ternyata lumayan ngebut gowesnya. Sementara itu Ranz langsung balik ke rumah karena tidak enak jika ayahnya harus menunggu lama di Kerten.

Begitulah. Semenarik, semenyenangkan, semelelahkan apa pun sebuah perjalanan, akhirnya harus usai. Namun ikatan persahabatan yang terjalin akan tetap menyatukan kita. Semoga.


Sampai jumpa di kisah bikepacking kita (KITA? ... mungkiiiiin) selanjutnya. Ciao!

GG 12.42 13/01/2015



yang centiiiiiiiiiiilllll






















2 komentar:

  1. Wah keren. Tapi capeknya itu lho gak nahan, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. capek bakal gampang terlupa kalo sedang nyepeda rame-rame gini kok :)

      Hapus