Kamis, 04 Mei 2017

GOWES KE KUDUS PP


Frankly speaking sudah lamaaaa aku tidak bersepeda sendirian di pagi hari karena satu alasan sepele, malas. LOL. Ketika memulainya kembali beberapa minggu yang lalu, aku pun melakukannya dengan jarak yang ... well ... hanya berkisar sekitar 10 – 15 kilometer. J Bergantian naik Austin, Snow White, dan Cleopatra.

Tanggal 21 Maret 2017 kebetulan mood-ku sedang (lumayan) bagus untuk bersepeda agak jauhan. Ehem ... well, minimal sampai alun-alun Demak deh, kan sekarang disana ada satu spot foto baru, tulisan SIMPANG ENAM DEMAK. J Jadi kalo kesana, ga melulu motret sepeda dengan latar belakang masjid agung Demak melulu. :D Aku meninggalkan rumah sekitar pukul 05.40, naik Cleopatra, dengan kecepatan sedang aku menuju Kaligawe. Syukurlah ‘feel’nya lagi bagus jadi ya enak saja gowesnya.



Sekitar pukul 07.10 aku sampai di alun-alun Demak. Wah ... lumayan, meski sudah lama tidak gowes (sendirian) ke alun-alun Demak, aku masih bisa mengkover jarak kurang lebih 30 kilometer dalam waktu 90 menit, sehingga ini berarti aku bersepeda dengan kecepatan rata-rata (cukup) 20 km/jam. (Tahun 2015 duluuu, aku bisa bersepeda ke alun-alun Demak seminggu sekali, untuk latihan enduro. Kegiatan ini berhenti ketika ada kecelakaan yang menimpa salah satu pesepeda, salah satu pemilik saham E-Plaza meninggal karena tertabrak truck dalam perjalanan gowes ke Demak. Konon almarhum waktu itu menghindari lubang.)  

Setelah memotret Cleopatra di spot foto baru, aku ke Tembiring, ke warung soto tempat aku dkk mampir sarapan jike lewat Demak, semenjak event Gowes Kartini. J (Shhhttt ... di tahun 2015 dulu aku ga pernah mampir sarapan jika gowes ke Demak sendirian, setelah motret sepeda, sebagai saksi dokumentasi, LOL, aku langsung putar balik ke Semarang lagi.) Kali ini aku mampir sarapan karena memang kelaparan. Plus ... karena ‘feel’ mengayuh pedal Cleopatra terasa enak pagi itu, aku ingin lanjut gowes ke Kudus! Jika diingat-ingat, Cleopatra belum pernah kuajak ke Kudus, padahal Orenj, Snow White dan Austin sudah sampai sana! :D it was high time, eh? LOL.

Sekitar pukul 08.00 aku melanjutkan perjalanan menuju Kudus. Sempat diterpa kebosanan dalam perjalanan melewati jalan lurus dan datar seperti itu. :D kebosanan ini mengingatkanku ketika aku dan para ‘velogirls’ mbolang ke Cirebon, kita mengatasi kebosanan dengan menikmati gerombolan anak2 yang mengadu keuntungan mendapatkan telolet dari para supir truck/bus. Setelah itu, kita sendiri yang berburu telolet dengan mengacung-acungkan jari kepada para supir. LOL.


Pukul 09.00 aku sampai perbatasan masuk kota Kudus. Motret Cleopatra di ‘gerbang’ perbatasan itu tentu wajib hukumnya. :D setelah beberapa jepretan, aku lanjut ke alun-alun Kudus. Sengaja aku tidak mampir ke Menara Kudus, cukup di SIMPANG 7 KUDUS saja buat motret Cleopatra. J

Aku sempat mampir ke satu mini market untuk membeli air mineral, mengisi bidon yang kosong. Aku juga membeli satu roti sari roti rasa kapucino. Sesampai alun-alun Kudus, aku motret Cleopatra beberapa jepretan.


Aku lupa pukul berapa aku meninggalkan alun-alun Simpang 7 itu, kembali ke arah Semarang. Setelah melewati perbatasan masuk kota Kudus, aku langsung merasakan dorongan angin dari depan yang membuat kayuhan pedal sepeda terasa lebih berat ketimbang waktu berangkat. Wah! Ok, fine! Cuaca kian siang, kian panas, plus angin membuat sepeda terasa lebih berat.

Dalam perjalanan, mendadak cuaca yang semula panas, berubah mendung, dan dengan cepat hujan pun turun. Untunglah aku membawa mantel. Mempersiapkan mental bakal kehujanan sampai Semarang. LOL. Bakal basah kuyup nih. LOL.

Jika ketika berangkat aku bisa mengusahakan kecepatan kayuhan pedal sepeda sampai sekitar 25 km per jam, pulangnya aku mentok hanya di angka 18km/jam, paling cepet hanya 20 km/jam. Ya sudah, yang sabar saja Na. LOL.

Dalam perjalanan pulang ini ternyata aku digoda hujan. LOL. Hujan sempat berhenti, karena malas berhenti, aku tetap mengenakan mantel. Hingga cuaca kembali cerah, sinar matahari kian ramah menjamah, dan aku nampak aneh di mata orang karena tetap mengenakan mantel. LOL. Agar tidak terlalu mencolok, aku pun akhirnya ‘mengalah’, berhenti, melepas mantel, melipatnya, dan memasukkannya ke dalam tas pannier.

Namun ternyata ga pakai lama. Belum ada 4 kilometer, hujan turun lagi. LOL. Aku memilih berhenti dan mengenakan mantel lagi. LOL. Kurang lebih 5 kilometer kemudian, hujan berhenti. LOL. Aku berhenti untuk istirahat dan melepas mantel di minimarket, kurang lebih 3 kilometer jelang sampai alun-alun Demak. Kebetulan air mineral di bidon juga sudah habis. Disini, aku tergoda antara beristirahat yang cukup, atau kembali buru-buru pulang agar bisa sampai rumah dan istirahat ‘yang sesungguhnya’. LOL. Aku memilih yang kedua. Setelah menghabiskan sari roti rasa kapucino yang kubeli di Kudus, aku melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 13.00 aku sampai Kaligawe. Cuaca mendung, tak lagi hujan. Sempet kepikiran untuk mampir ke Karang Doro. Namun akhirnya kubatalkan, langsung pulang saja deh.

Sampai rumah sekitar pukul 13.20. hwahhh ... leganyaa!

Bravo to myself! Bersepeda menempuh jarak 114 kilometer sendirian itu ‘prestasi’ yang lumayan buatku. Well, next time lagi ya Na! :D yuhuuu. LOL.


LG 16.16 11042017 


3 komentar:

  1. Mantap mbak nana, 115 km. Ak yg cowok aja baru kuat 65 km, kudus - waduk gembong pp dg track naik turun. Pengen gowes k smg, blm keturutan.

    BalasHapus
  2. Mantap mbak nana, 115 km. Ak yg cowok aja baru kuat 65 km, kudus - waduk gembong pp dg track naik turun. Pengen gowes k smg, blm keturutan.

    BalasHapus