Senin, 31 Maret 2014

JOGLOSEMAR 2 : KOMSELIS ROCKS!

Event Joglosemar -- Jogja Solo Semarang -- pertama kali diselenggarakan di Jogja di bulan Juli 2011. Setelah vakum selama dua tahun, akhirnya pengurus baru Komselis yang terpilih di bulan Oktober 2013 mampu menyelenggarakannya pada hari Sabtu - Minggu tanggal 29-30 Maret 2014. Alasan dipilihnya tanggal ini sangat simpel: ada satu hari ekstra libur yang jatuh pada hari Senin 31 Maret 2014.

Event ini awal mula diluncurkan dengan maksud event akan digawangi oleh ketiga kota bersama-sama. Peserta tentu boleh dari kota mana pun, tidak hanya para cyclists dari kota Jogja Solo maupun Semarang. Namun (konon) karena kesibukan dua kota tetangga ini, untuk penyelenggaran Joglosemar 2, Komselis bersibuk-sibuk sendiri. Untunglah banyak anggota Komselis yang bisa 'disambati' dan diajak rembugan bersama. :)

Acara pertama yaitu NITE RIDE, hari Sabtu 29 Maret 2014. Tikum di gedung Telkom Jalan Pahlawan. Peserta berdatangan dari kota Jogja, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bogor, dan Bandung. (Aku dan Ranz tidak mengikuti acara nite ride ini karena sibuk di acara Segowangi edisi Earth Hour.) Untung hujan yang sempat turun di Sabtu sore itu tidak berkepanjangan sehingga acara bersepeda di malam hari ini tetap bisa terlaksana seperti yang direncanakan.  






Acara utama yakni bersepeda ke Sekatul, satu tempat wisata yang berupa pemancingan, outbound, berenang, dll di hari Minggu 30 Maret 2014. Sekatul terletak kurang lebih 28 kilometer dari Balaikota -- titik kumpul di pagi nan mnedung itu. Orang-orang Semarang tentu tahu trek ke arah Sekatul yang cukup menantang adrenalin, selain tanjakan, juga sempitnya badan jalan selepas BSB menuju arah Mijen - Cangkiran hingga Sekatul. Ternyata rekan-rekan selier dari luar kota sudah hafal topografi kota Semarang yang naik turun, maka banyak dari mereka yang tidak kaget dengan menu tanjakan yang disediakan oleh panitia. Syukurlah. :) Meski tentu pihak panitia menyediakan mobil evak yang cukup bagi mereka yang tidak terbiasa gowes jauh + nanjak, atau yang sepedanya terkena gangguan.









pit stop satu


ki-ka : Iin, Motik, aku, Bunga, Da, di belakang ada Om Irwan dan Holic

Jarak 28 kilometer ini dibagi menjadi 4 etape. (Sangat 'ramah' bagi seliertanjakan  pemula sebenarnya. ) Etape pertama dari Balaikota menuju [\pit stop pertama di pom bensin di daerah Ngaliyan setelah tanjakan pertama yang lumayan bikin ngos-ngosan : tanjakan BPI setelah belok kiri dari arah Pasar Jrakah. Etapi kedua dari pom bensin Ngaliyan ini menuju pit stop kedua di pom bensin BSB, tidak jauh dari pit stop pertama sebenarnya, namun karena tanjakan Silaur (atau aku lebih suka menyebutnya tanjakan Esperanza karena melewati perumahan Esperanza) lumayan tinggi dan panjang maka pihak panitia pun memilih pom bensin ini sebagai pit stop kedua.)



Laras kecil (kanan) yang nanjak Esperanza naik sepeda mini!

nanjak Esperanza :)


di pit stop kedua, pom bensin BSB


Om Bagus, yang gowes dari Jogja ke Semarang


promosi keysha snack, yummy lhooo :)

di pitstop ketiga




Etape ketiga dari kawasan BSB menuju pit stop ketiga di terminal Cangkiran. Tidak ada tanjakan yang berarti di etape ketiga ini. Panitia memberikan kesempatan untuk beristirahat disini untuk mengembalikan stamina peserta sebelum kemudian dihadapkan tanjakan panjang menuju pertigaan Sekatul. 

Permukaan jalan bagus berupa aspal halus hanya sampai di BSB. Rute selanjutnya tidak hanya badan jalan yang sempit -- dan traffic-nya lumayan padat -- namun banyak lobang di permukaan jalan itu. Tentu akibat musim hujan yang lumayan panjang. Akibatnya kita harus benar-benar hati-hati. le









Rombongan sampai di lokasi yang dituju -- Kampung Djowo Sekatoel -- kurang lebih pukul 10.30, 30 menit lebih awal dari yang diperkirakan panitia. 

Aku dan Ranz tidak sempat explore kawasan ini karena langsung menuju gazebo yang telah dipesan oleh panitia untuk menyelenggarakan acara. 

Rangkaian acara usai jelang pukul 13.00. Sebagian peserta telah pulang sebelum acara usai; yang dari Semarang -- misalnya Om Irwan dkk -- mungkin karena memiliki acara lain yang telah menunggu. Sedangkan rombongan lain -- misal IDFB -- karena buru-buru harus check out dari hotel tempat mereka menginap. Aku memilih gowes pulang -- ga akan kulewatkan 'pembalasdendaman' menikmati turunan -- setelah sebelumnya kutapaki tanjakan nan bertubi-tubi. Tentu Ranz dengan baik hati menemaniku. :) Uncle Duck -- panggilan kesayangan salah satu rekan Komselis -- menemani kita berdua gowes hingga terminal Cangkiran, untuk selanjutnya loading BRT. 





sang juara kostum waktu NR


rombongan FedJo yang gowes ke Semarang, sesekali naik lipetan 20" :)

Setelah Jogja dan Semarang menjadi tuan rumah event Joglosemar, Solo adalah kota selanjutnya yang bakal ketiban sampur menjadi tuan rumah. :)

NOTE :
Ranz berhasil membuat para peserta lain ternganga karena dialah satu-satunya peserta yang naik seli 16" single speed tanpa loading. (Sekatul terletak di ketinggian 550 m dpl dari 60 m dpl.) Bahkan dia masih sempat ngebut di beberapa tanjakan untuk mengabadikan moment menggunakan kameranya. H-e-b-h-a-t!!! (Well, aku sudah lama tahu dia hebat. :) )

Sampai jumpa di gomingpai selanjutnya. :) 

PT56 16.16 31/03/2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar