Sabtu, 04 Oktober 2014

JAMSELIN4S: BLUSUKAN JOGJA DAB! Hari #1

JAMSELIN4S: BLUSUKAN JOGJA DAB!
Hari #1: Jogja explore 27 September 2014

Pagi hari, meski dengkul kiriku masih nyeri; aku menemani Ranz dan Andra gowes ke Kampus Biru – UGM – almamater yang selalu kurindui. Kita Cuma nunut narsis di papan nama UNIVERSITAS GADJAHMADA, ga pake masuk ke kawasan dalam kampus. Dari sana kita sarapan di seorang pedagang nasi gudeg di Jalan C. Simanjuntak, tepat di seberang eks kos yang pernah kutinggali di tahun 2002-2003, namun sekarang telah berubah menjadi satu kantor.

foto di lokasi yang sama kesekian kalinya :D

gudeg, menu sarapan kita

seperti homeless scavengers :P

di atas jembatan Kali Code

Ranz yang ga bisa senyum kalo difoto :D

Usai sarapan gudeg nan nikmat dan murah itu, kita bertiga kembali gowes ke arah Malioboro. Kita menuju gedung Kepatihan untuk  daftar ulang, sekaligus mengambil goody bag yang berisi kaos resmi Jamselin4s, name tag yang dilengkapi dengan kupon makan, sticker, dll. Guess what? Kita mendapatkan “brunch box” yang berisi nasi gudeg dan uborampenya. Maka, jadilah kita sarapan dan makan siang dengan menu yang sama. J

Dari Kepatihan kita balik ke penginapan. Karena dengkul kiriku masih nyeri – membuatku ga yakin apakah aku bakal bisa ikut gowes explore Jogja – aku setuju saran Andra untuk minum fatigon dan tidur sejenak.

bersama seliers Bikeberry (Surabaya)


Mas Totok (bergaya, kedua dari kanan) ketua Jogja Folding Bike saat ini



Sementara aku tidur, Ranz dan Andra memuaskan hasrat mereka belanja di Malioboro. Untung juga aku tetap stay di penginapan, karena sekitar pukul 11.00 Lulu datang ke penginapan dan bingung kamar yang kita inapi di sebelah mana. J Lulu yang ternyata belum sempat sarapan, sangat bersuka cita waktu kusodori kotak berisi nasi gudeg. J

Ternyata ... fatigon cukup ajaib bagiku! Meski hanya istirahat sekitar satu jam setelah minum fatigon, nyeri dengkul kiriku menghilang! Setelah Ranz dan Andra balik dari jalan-jalan di Malioboro, kita berempat pun siap-siap. Kurang lebih pukul 12.00 kita gowes ke Kepatihan yang terletak hanya kurang lebih 200 meter dari penginapan.



ada penyusup di belakangku dan aku ga tahu :D

ki-ka : Andra, aku, Ranz, Lulu

ki-ka : Bunda Upik, Nte Ria, aku


Riu, yang biasa kuminta tolong membuat flyer untuk segowangi :)

Pak Sur dari Semarang, bersama seorang peserta WNA

Dalam agenda explor Jogja, panitia Jamselin4s telah membagi peserta dalam kelompok-kelompok yang diberi nama jenis-jenis jajan pasar, seperti wajik, cenil, gatot, dlsb. Sebenarnya aku masuk ke kelompok wajik, namun aku, Lulu dan Andra bergabung dengan kelompok Ranz cenil. Dan ternyata di kelompok cenil, berkumpullah 8 makhluk dimana 6 orang berasal dari Semarang (aku, Ranz, Lulu, Andra, Rio dan Desi), satu Om Erwin Sopai dari Surabaya dan satu lagi, yang kita malah belum sempat berkenalan dari kota mana, yang pasti dia naik seli brompton. J Di tengah perjalanan Om Erwin memisahkan diri karena beliau sedang tidak enak badan sehingga memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat.

on the way, siang hari Jogja panaaasss

rombongan Cenil, memecahkan sandi :)

Pasukan Jogja explore diberangkatkan oleh panitia mulai jam 13.00. kelompok cenil ketiban sampur untuk menuju Check Point 2 terlebih dahulu, yakni Museum Sandi yang terletak di Kotabaru. Di Museum Sandi kita diharuskan memecahkan sandi. Dari sana kita menuju Gedung (ex) Purna Budaya di dalam kawasan UGM. Disini kita diminta berlomba dengan kelompok lain untuk “berjalan” bersama-sama dari satu titik ke titik lain dimana kita harus berdiri di atas sebuah keset. It was sooo fun! LOL.

permainan di gedung ex Purna Budaya UGM

Dari UGM, kita melaju ke Pakualaman. Di check point ini kita harus menghafalkan tiga kalimat yang kata-katanya mirip-mirip. J  Meski aku tahu di Pakualaman kita bisa mendapatkan rujak es krim yang lezat, terpaksa kita tidak mampir jajan karena harus buru-buru melanjutkan perjalanan ke check point selanjutnya: gedung Dagadu yang terletak di jalan Gedong Kuning, lumayan jauuuuhhhh, mungkin sekitar 6 kilometer dari Pakualaman.

masih di gedung ex Purna Budaya UGM

di gedung Dagadu, Jalan Gedong Kuning

dagadu Djokdja
Ranz gowes zigzag

Dari gedung Dagadu, kita balik lagi ke rute yang kita lewati ketika menuju kesana untuk mampir ke Museum Perjuangan. DI Museum Perjuangan salah satu dari anggota kelompok diminta naik sepeda zigzag dalam waktu yang telah ditentukan, kita tidak boleh menurunkan kaki ke atas tanah! J

usai bikin puzzle

Dari Museum Perjuangan kita ke Ex Terminal Umbulharjo. Usai membuat puzzle (‘tugas’ yang kita terima di ExTe) kita melanjutkan perjalanan gowes ke arah Tugu untuk ... berfoto ria! Yay! LOL.
Paling lambat seluruh kelompok explore Jogja harus sudah balik lagi ke Kepatihan sebelum pukul 17.00. Kelompok cenil telah kembali ke tikum pukul 16.30. Lumayaaann, kita berempat (aku, Lulu, Andra, dan Ranz) masih bisa balik ke penginapan, mandi dan ganti baju agar bersih dan wangi. J

Pukul 18.30 kita telah kembali ke Kepatihan untuk menikmati suguhan tarian Angguk Kulonprogo dan ... makan malam dengan menu bakmi Jowo dan sate klathak.

daging kambing!


salah satu peserta WNA sedang dikerjain :D

salah satu penari angguk

Rio, salah satu pengunjung yang ditarik salah satu penari untuk nari bersama




saat ngeteh di angkringan KOPI JOSS

Usai acara hiburan, kurang lebih pukul 22.00 kita berempat meninggalkan Kepatihan – bersama Nte Ria Dardiri dari Jakarta – untuk mencari ... es teh! Kita pun sempat nongkrong selama kurang lebih satu jam di salah satu angkringan KOPI JOSS di jalan Mangkubumi untuk ngeteh dan ngobrol. Sebelum balik ke hotel, kita masih sempat bernarsis ria di Tugu, yang ternyata super penuh dengan orang-orang yang ingin narsis di salah satu titik kota Jogja yang tentu merupakan salah satu lokasi favorit untuk berfotoria.


Lebih dari pukul 23.00 kita balik ke penginapan. Hawa Jogja nan sejuk di malam hari sangat membantu kita untuk tidur nyenyak! 

To be continued.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar