Sabtu, 04 Oktober 2014

JAMSELIN4S: BLUSUKAN JOGJA DAB! Hari #2

JAMSELIN4S: BLUSUKAN JOGJA DAB!
Hari #2: Blusukan Jogja 28 September 2014

Kurang lebih pukul enam pagi kita berempat beriringan menuju Kepatihan. Jika di hari pertama semua partisipan mengenakan kaos resmi jamselin4s yang berwarna biru, di hari kedua ini partisipan bebas mengenakan kaos komunitas atau apa pun.

Di hari kedua ini, partisipan tidak dibagi dalam kelompok seperti sehari sebelumnya. Semua bergabung dengan komunitas/kota asal. Dari Semarang, partisipan dari komunitas East, B2W Semarang dan Komselis bergabung menjadi satu. Kebetulan partisipan yang berasal dari Semarang dan Surabaya diberangkatkan terlebih dahulu.




Setelah meninggalkan Kepatihan, pertama kali kita menuju satu kampung (aku lupa namanya) untuk “menjemput” jajanan berupa gethuk goreng dan bakpia telo ungu untuk mengganjal perut sebelum gowes sejauh 25 kilometer. Meski di pagi itu di Jogja juga dilaksanakan funbike, rombongan Jamselin4s tidak bertemu dengan mereka sehingga tidak terlalu chaotic.










Rute blusukan pagi itu benar-benar blusukan! LOL. Aku tentu tidak bisa menjelaskan  dari arah mana ke arah mana. LOL. Tujuan “akhir” kita adalah Museum Tani Jawa Indonesia di Imogiri Bantul. Kebetulan di lokasi itu sedang diselenggarakan festival orang-orangan sawah sehingga bisa dimaklumi jika di sekitar museum banyak bertebaran orang-orangan sawah dengan berbagai macam gaya dan ukuran. :)

Selain pembagian door prize dari para sponsor, acara yang lumayan ditunggu-tunggu adalah ... nandur pari alias menanam padi. Berhubung jauh-jauh hari panitia sudah memberitahu akan adanya acara “nyebur ke sawah” ini maka aku, Ranz, Lulu dan Andra telah membawa baju ganti. Bapak Tani yang sedang mengerjakan sawahnya di belakang gedung museum terlihat senang tatkala para partisipan jamselin4s mulai masuk ke sawah. Salah satu dari mereka dengan senang hati mengajari kita bagaimana cara menanam padi di sawah, bagaimana caranya agar padi yang kita tanam berbaris rapi sehingga nanti padi tumbuh pun dengan rapi.
















rombongan Bikeberry yang akan meninggalkan venue terlebih dahulu


menu 'brunch' kita



ayuk nanem padiiii

Nte Ria (masih bersih!) :)

Nte Ria

Sandra


tatkala suasana tak lagi terkendali :D

Menu ‘brunch’ kita pun menu ala desa, yakni nasi + ayam opor + gudangan + sayur tempe. Kata Mas Totok, sang ketua JFB (Jogja Folding Bike) agenda Jamselin4s ini memang sengaja berbau kearifan lokal nan kental.

Acara ditutup sekitar pukul 12.00. panitia menyiapkan sebuah bus untuk mengangkut peserta dengan sebuah truck untuk mengangkut sepeda kita sehingga kita tidak perlu gowes balik ke arah kota Jogja. Kita semua diturunkan di Museum Perjuangan, kurang lebih 4 kilometer dari Malioboro.

SANGAT MENGESANKAN itulah kesan yang ingin kuungkapkan atas penyelenggaraan JAMSELIN4S kali ini.

(Siap-siap menghadiri Jamselinas kelima tahun depan yang mungkin akan dilaksanakan di Solo)


GG 17.17 03/20/2014

Mas Totok, ketua JFB yang terlihat capek, bersama istri :)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar