Cari Blog Ini

Selasa, 06 Januari 2015

Bikepacking Rame2 (Day 1)

Memulai tahun baru 2015, aku dan Ranz mengadakan satu kegiatan baru : BIKEPACKING BARENG TEMAN-TEMAN! Wow! Benar-benar membuktikan adagium "there will always be the first time in everything". :) Setelah beberapa bulan lalu aku dan Ranz berlibur akhir pekan tanpa sepeda, kali ini turing rame-rame :)

Bagiku (dan tentu juga Ranz) bukan hal yang mudah melakukan ini. But ... WE DID IT! YAY!

Dari 11 nama yang semula terdaftar untuk ikut, akhirnya on the D-day, hanya 8 orang yang berangkat. Dari 8 orang ini, 5 orang naik sepeda, yang 3 lain mengiringi naik motor. Syukurlah ada Denny (naik motor sendiri dengan membawa tas pannier besaaarrr) dan Arwin yang boncengin Dwi di motornya hingga perjalanan pun lebih mudah, juga untuk pendokumentasian. :)

Day 1 2 Januari 2015, Semarang - Borobudur

Aku dan Ranz sampai di Balaikota -- yang kita setujui sebagai titik kumpul -- sekitar pukul 05.40, telat 10 menit dari yang kita sepakati. Disana telah ada Dwi, Tami, dan Denny. Setelah kita bertiga berfoto bersama -- aku, Ranz dan Tami -- kita langsung mengayuh sepeda masing-masing. Sementara itu Denny mengantar Dwi kembali ke rumah untuk mengambil helm. Aku naik Austin, sepeda lipat downtube nova 20", Ranz naik Shaun, dahon dabike yang telah dia buat single speed, dan Tami naik Pockie, sepeda lipat pocket rocket (milik Ranz) 20". Ini demi memudahkan Tami agar dia tidak perlu gowes pp karena sepeda yang dia miliki jenisnya mtb. Ups ... hampir lupa, David juga ada di lokasi, untuk ikut mengantar kita.

Kita berempat pun meluncur menuju Jalan S. Parman. On the way, Arwin ngabarin dia agak terlambat karena mendadak perlu buang hajat dulu. LOL. Kita nyamperin Om Djoko yang menunggu kita di sebrang sekolah Don Bosco, Jalan Sultan Agung. Sesampe sana, kita ga bisa langsung berangkat karena (1) Ranz kebelet ke toilet (2) Iin dan Yani yang menamai diri sebagai "duo cindil" sedang nyusul, ingin mengantar perjalanan kita. Setelah mereka berdua datang, kita foto-foto, baru lanjut gowes.

David, Yani, dan Iin mengantar kita hingga di tengah-tengah tanjakan Gombel, dekat Taman Tabanas. Setelah berpisah dengan mereka kita lanjut gowes untuk menjemput Om Micky yang menunggu kita di kawasan Sukun. FYI, Om Micky datang dari Bandung malamnya, sampai di Sukun sekitar pukul 03.00 dan menunggu kedatangan kita di salah satu gerai mini market sembari ngupi. :) Dan ... Om Micky yang nama lengkapnya Micky Sumiko Mikado adalah kawan baru kita, dan baru kali ini lah kita berjumpa dengannya, dan langsung bikepacking bareng. :)

Sarapan bareng adalah 'agenda' kita selanjutnya. :) Soto ayam Pak No menjadi pilihan sarapan kita. Setelah itu, kita lanjut gowes untuk kemudian mampir ke Pagoda Avalokitesvara. Mumpung Om Micky jauh-jauh datang dari Bandung, ya kuajak mampir saja sekalian. Dan ... ternyata bagi Tami dan Arwin ini juga adalah kali pertama bagi mereka masuk ke pagoda ini. hohohoho ...

Setelah meninggalkan Pagoda Avalokitesvara, kita "beneran" gowes menuju luar kota. LOL. Trek terus menanjak, satu hal yang nampaknya tidak disangka oleh Om Micky, hingga belum juga sampai tanjakan Lemahbang, dia sudah bertanya, "Tanjakannya masih panjang?" Huaaaaa ... tanjakan mulu mah trek yang bakal kita lewati, sampai Secang. LOL.

Meski begitu, kita mendapatkan bonus turunan setelah kita masuk kota Ambarawa. Oh ya, kita mampir makan siang di sebuah RM Padang di Ambarawa. Kita sempat istirahat lagi ketika Om Micky ingin menikmati serabi + kuah yang banyak ada di pinggiran jalan. (Mottonya: biking + culinary banget daaah!)

Tanjakan Jambu yang panjang dan berkelak-kelok serasa tak kunjung habis itu lumayan mempermainkan mood kita. Ini adalah kali ketiga aku dan Ranz lewat tanjakan Jambu. Bagiku pribadi, ternyata aku tak kunjung hafal kapan tanjakan akan berhenti, kecuali setelah kita beneran sampai pertigaan dimana jika kita belok kanan kita akan menuju Temanggung. LOL. Setelah itu, bener deh, trek tinggal turunan halus.

Karena kita berhenti here and there now and then, kita baru sampai alun-alun Magelang jelang waktu maghrib, sekitar pukul 18.00. Waaawww ... :) Seperti bulan September lalu kita mampir alun-alun untuk makan siang, kali ini kita juga makan malam di alun-alun. Ga nyangka tukang parkirnya masih ingat aku yang datang kesitu naik sepeda. Hahahaha ...

Sungguh bersyukur karena ternyata meski kita gowes di tengah musim hujan, kita tidak merasakan hujan lebat, hanya sesekali gerimis. Jika di satu tempat turun hujan deras, kita sampai sana hujan telah reda, atau tinggal rintik-rintik.

Kita sampai di penginapan -- rumah Pak Haji (entah namanya siapa LOL) yang berada tak jauh dari pintu masuk Taman Wisata Candi Borobudur -- sekitar pukul 21.00. Ahhh .. syukurlah, kita tak perlu susah-susah mencari penginapan. Big thanks for Arwin for this.

To be continued.


























4 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.