Minggu, 22 Februari 2015

Tweed Ride Semarang #2, Yang Bersepeda Yang Bergaya

Akhirnya, kita mengadakan Tweed Ride lagiiiii. Yeaaayyy.

Setelah absen di penyelenggaraan Tweed Ride bulan Desember, karena kesibukan ini itu, itu ini (halah! ngeles! LOL) akhirnya tanggal 21 Februari kite mengadakannya lagi. Meski beberapa wajah yang nongol di Tweed Ride pertama, bulan Oktober 2014, kali ini banyak juga muncul wajah-wajah baru yang juga tidak segan-segan dandan abis. Kewreen!

Pelaksanaan kali ini lebih awal ketimbang yang pertama dengan alasan yang sangat simpel: sang fotografer, Ranz, bisa nyampe Semarang lebih awal. Hahahaha ... Jika yang pertama dulu jam kumpul pukul 16.30 -- dengan pertimbangan mereka yang masih masuk kerja di hari Sabtu dan pulang jam 16.00, masih bisa menuju tikum -- Balaikota -- dan ikut serta gowes narsis. Kali ini kita tentukan jam kumpul pukul 15.30 dengan harapan kita bisa gowes narsis dengan rute yang lebih jauh, untuk lebih menarik perhatian orang. Meski untuk ini, tentu terpaksa mereka yang baru pulang kerja jam 16.00 tidak bisa ikut.

Seperti biasa kita berkumpul di Balaikota tercinta, di Jalan Pemuda. Sejenak saling bersilaturahmi, menyapa satu sama lain, foto-foto bersama, dan akhirnya kita pun berangkat. Rute kali ini dari Balaikota kita menuju Tugumuda, belok ke Jalan Pandanaran untuk kemudian unjuk narsis di Taman Pandanaran yang hitungannya masih lumayan baru di ibukota Propinsi Jawa Tengah ini. Foto-foto disini sekaligus menunggu mereka yang masih otw untuk bergabung bersama rombongan.

Dari Taman Pandanaran kita belok ke arah Taman KB, bukan untuk foto, cuma lewat, lanjut ke Jalan Pahlawan, muter Simpanglima, kemudian belok ke Jalan Ahmad Yani. Di perempatan Bangkong, kita belok ke arah kiri, Jalan MT Haryono. Lurus terus hingga sampai bunderan Bubakan, kita masuk ke kawasan Kota Lama. Seperti Tweed Ride yang pertama, kali ini gowes narsis juga kita akhiri di salah satu ikon kota Semarang, Gereja Blenduk.

Sampai ketemu lagi di event Tweed Ride selanjutnya. Ciao.

Photos credit to Ananda Ranz as usual. :) thanks a lot my dear












Taman Pandanaran, dengan warak sebagai ikonnya














aku bersama Nurul Lita, penyiar UP RADIO


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar